News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Trump Tunda Tarif: Dunia Lega, Tapi China Tetap Dihajar

Trump tunda tarif negara lain, tapi tekan China. Pasar saham melonjak, Indonesia disarankan perkuat kerja sama dagang dan stabilitas ekonomi.
Kamis, 10 April 2025 - 11:37 WIB
Presiden AS Donald Trump
Sumber :
  • xinhua

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump membuat langkah mengejutkan dengan menunda pemberlakuan tarif tinggi terhadap puluhan negara.

Keputusan ini diambil hanya sehari setelah kebijakan tersebut memicu gejolak hebat di pasar keuangan global. Namun, China tetap jadi sasaran utama, dengan tarif impor dinaikkan menjadi 125 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Langkah ini memberi angin segar bagi pasar. Indeks S&P 500 di AS melonjak 9,5 persen, disusul Nikkei Jepang yang naik 8 persen dan pasar saham Eropa yang ikut menguat. Tapi di sisi lain, mata uang yuan jatuh, dan Beijing membalas dengan tarif 84 persen atas barang-barang asal AS.

Strategi Trump: Pukul Mundur, Lalu Ajak Negosiasi

Trump menyebut penundaan selama 90 hari itu sebagai taktik untuk mengajak lebih dari 75 negara ke meja perundingan. Meski demikian, tarif dasar 10 persen tetap berlaku untuk hampir semua barang impor, dan sektor baja, aluminium, serta mobil masih terkena tarif penuh.

Tarif khusus juga masih dikenakan terhadap Kanada dan Meksiko, terutama untuk produk yang belum patuh pada aturan USMCA. Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyebut ini sebagai bagian dari "daya tawar maksimum." "Trump menyudutkan China ke posisi sulit," ujarnya.

Ekonom: Indonesia Harus Cari Poros Baru

Menurut ekonom senior Didik J Rachbini, ekspor Indonesia ke AS mencapai 11–13 persen dari total ekspor. Jika ekspor ke AS turun 30 persen, maka dampaknya terhadap total ekspor Indonesia bisa mencapai 4 persen.

Ia menyarankan Indonesia memperluas kerja sama dengan ASEAN, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, India, Brasil, dan Meksiko. "Kita perlu bentuk poros ekonomi baru agar tidak tergantung pada AS," katanya. Didik juga mendorong pemerintah menjaga stabilitas makroekonomi, nilai tukar rupiah, dan inflasi, serta mempercepat hilirisasi industri nasional.

Sikap Pemerintah RI: Fokus Diplomasi

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa Indonesia akan mengambil jalur diplomasi dan memperkuat koordinasi dengan negara-negara ASEAN. Pertemuan tingkat tinggi digelar 10 April 2025 untuk menyamakan posisi menghadapi kebijakan tarif AS.

Indonesia juga telah menyiapkan paket negosiasi yang akan dibawa ke Washington DC sebagai bentuk antisipasi dan upaya mencapai solusi saling menguntungkan. (nsp)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT