News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Trump Perang Dagang, Rakyat AS Jadi Tumbal: Harga Naik, Dompet Menjerit!

Presiden Trump menaikkan tarif impor China jadi 104%! Harga barang di AS melonjak, rakyat menjerit, pasar saham rontok, perang dagang bakal semakin panas.
Rabu, 9 April 2025 - 08:26 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali membuat gebrakan besar. Kali ini, ia menaikkan tarif impor dari China hingga 104 persen!

Kebijakan ini mulai berlaku tepat setelah tengah malam waktu AS dan langsung bikin panik banyak pihak, dari pasar saham hingga toko kelontong.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tarif super tinggi ini jadi bagian dari strategi Trump untuk menekan China yang sebelumnya juga menaikkan tarif balasan. Tapi alih-alih menyerah, China justru bersiap melawan dan mempersiapkan langkah panjang untuk bertahan dalam perang dagang ini.

Bursa Saham Anjlok, Triliunan Hilang

Kabar buruk ini langsung bikin pasar saham AS terjun bebas. Melansir dari Reuters, indeks S&P 500 turun selama empat hari berturut-turut dan kini berada di bawah 5.000 poin, pertama kalinya dalam hampir setahun. Total kerugian pasar saham sejak pengumuman tarif ini mencapai 5,8 triliun dolar AS—angka yang bikin kepala pening.

Pasar Asia pun ikut kena imbas. Di Jepang, indeks Nikkei turun tajam, dan pasar negara-negara lain mulai waspada terhadap dampak domino yang mungkin terjadi.

China: Tidak Akan Mundur

Pemerintah China menolak tunduk pada tekanan AS. Mereka menyebut tarif Trump sebagai bentuk pemerasan dan menyatakan siap bertarung habis-habisan. Banyak pabrik di China kini mulai merencanakan relokasi ke negara lain agar bisa tetap berjualan tanpa terkena tarif tinggi.

Bank Citi bahkan memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi China dari 4,7 persen menjadi 4,2 persen karena situasi ini.

Harga Barang di AS Diprediksi Melejit

Warga Amerika kini mulai resah. Sebanyak 3 dari 4 orang percaya harga-harga kebutuhan akan naik. Beberapa perusahaan sudah mulai mengenakan biaya tambahan ke pelanggan. Sepatu lari yang biasanya dijual 155 dolar, bisa naik jadi 220 dolar karena tarif baru.

“Saya beli dua kali lipat dari biasanya. Makanan kaleng, tepung, pokoknya apa aja yang tahan lama,” ujar Thomas Jennings, warga New Jersey saat belanja di Walmart.

Kenaikan harga memang belum langsung terasa, karena barang-barang yang sedang dikirim belum kena tarif. Tapi dalam beberapa minggu, lonjakan harga dipastikan mulai menghantam.

Negara Lain Mulai Melawan

Kanada langsung merespons dengan tarif balasan untuk kendaraan buatan AS. Uni Eropa juga tak tinggal diam, mereka sedang menyiapkan tarif 25 persen untuk barang-barang seperti kedelai, kacang, dan sosis dari Amerika.

Perusahaan-perusahaan di Eropa, terutama di sektor farmasi, juga mulai khawatir dan mempertimbangkan pindah pabrik ke AS agar bisa tetap bersaing.

Trump Makin Ngotot

Alih-alih mundur, Trump justru makin percaya diri. Ia bahkan berencana mengenakan tarif besar pada produk farmasi agar perusahaan obat dunia membuka pabrik di AS.

Menurut Trump, ini semua bagian dari strategi untuk membuat ekonomi Amerika lebih mandiri dan kuat. Tapi banyak pihak khawatir langkah ini justru bisa menyeret dunia ke dalam resesi global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kesimpulan: Siap-Siap, Harga Bisa Naik Terus

Tarif 104 persen ini bukan cuma angka. Ini adalah simbol dari perang dagang besar yang sedang berlangsung. Dunia dagang kini berada di titik genting, dan rakyat biasa bisa jadi korban utamanya. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT