News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Berbagi THR: Uang atau Barang, Mana yang Lebih Tepat?

THR Lebaran lebih baik memberi uang atau barang? Uang fleksibel dan praktis, namun memberi barang lebih personal dan berkesan. Pilih sesuai kebutuhan penerima!
Senin, 31 Maret 2025 - 12:35 WIB
Ilustrasi THR
Sumber :
  • dok ist

Jakarta, tvOnenews.com - Menjelang Lebaran, suasana di rumah-rumah mulai terasa berbeda. Persiapan menyambut hari kemenangan semakin terasa, dari menyiapkan hidangan khas hingga merapikan rumah untuk menyambut tamu. 

Di tengah hiruk-pikuk tersebut, tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu, terutama bagi anak-anak dan anggota keluarga yang lebih muda. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

THR bukan sekadar pemberian materi, tapi simbol cinta, perhatian, dan kebersamaan dalam keluarga. Namun, muncul dilema klasik yang selalu jadi bahan perdebatan: Apakah lebih baik memberikan THR dalam bentuk uang atau barang?

Sebagian orang merasa uang lebih praktis dan fleksibel karena bisa langsung digunakan sesuai kebutuhan. Sementara itu, sebagian lain berpendapat barang lebih bermakna karena mencerminkan perhatian dan usaha dalam memilih sesuatu yang spesifik. 

Lalu, mana yang lebih tepat? Sebelum memutuskan, simak dulu kelebihan dan kekurangan dari masing-masing pilihan berikut ini.

Kelebihan Memberikan THR dalam Bentuk Uang

1. Fleksibel dan Bisa Disesuaikan Kebutuhan

Memberikan uang memberikan kebebasan penuh bagi penerima untuk memanfaatkannya sesuai kebutuhan. Bisa digunakan untuk membeli keperluan rumah tangga, membayar utang, atau bahkan ditabung. Fleksibilitas ini membuat uang menjadi pilihan favorit, terutama bagi orang dewasa yang sudah terbiasa mengatur keuangan sendiri.

2. Lebih Praktis dan Tidak Ribet

Uang adalah solusi praktis karena tidak perlu repot memilih atau membungkus barang. Risiko barang tidak sesuai selera atau kebutuhan penerima juga bisa dihindari. Tinggal masukkan ke dalam amplop, beres.

3. Menghargai Pilihan Penerima

Dengan memberikan uang, penerima bisa menentukan sendiri apa yang mereka butuhkan. Mungkin mereka lebih membutuhkan bahan makanan, pakaian, atau ingin menyimpan uang untuk keperluan masa depan. Memberikan uang berarti Anda menghargai keputusan mereka.

Kelebihan Memberikan THR dalam Bentuk Barang

1. Lebih Personal dan Berkesan

Barang yang dipilih dengan cermat akan meninggalkan kesan yang lebih dalam. Sebuah pakaian, perhiasan, atau parcel makanan bisa menyampaikan pesan kepedulian dan perhatian yang mendalam. Penerima akan merasa lebih dihargai karena Anda meluangkan waktu untuk memilih sesuatu yang spesifik.

2. Menghindari Penggunaan yang Tidak Tepat

Uang memiliki risiko digunakan untuk hal-hal yang kurang bermanfaat, seperti hiburan atau konsumsi berlebihan. Memberikan barang memastikan bahwa penerima mendapatkan sesuatu yang memang berguna, seperti pakaian baru, perlengkapan rumah tangga, atau makanan.

3. Lebih Berkesan untuk Anak-Anak

Anak-anak cenderung lebih senang menerima barang dibandingkan uang. Mainan baru, pakaian, atau peralatan sekolah bisa membuat mereka lebih antusias dan bahagia. Barang memberikan efek emosional yang langsung terasa, terutama untuk anak-anak dan lansia.

Kapan Sebaiknya Memberikan Uang atau Barang?

Uang cocok diberikan jika:

  • Penerima adalah orang dewasa yang sudah bisa mengatur keuangan sendiri.

  • Kondisi ekonomi penerima sedang sulit dan membutuhkan dana tunai untuk kebutuhan pokok.

  • Tradisi keluarga memang lebih mengutamakan pemberian uang.

  • Anda ingin memberikan kebebasan bagi penerima untuk memutuskan penggunaannya.

Barang cocok diberikan jika:

  • Penerima adalah anak-anak atau lansia yang cenderung lebih senang menerima barang fisik.

  • Anda ingin memberikan sentuhan personal yang lebih berkesan.

  • Barang tersebut memiliki makna simbolis, seperti pakaian baru untuk Lebaran atau parcel makanan khas.

  • Penerima memiliki kebutuhan spesifik yang sudah Anda ketahui.

Tips Kombinasi THR Uang dan Barang

Jika masih ragu, tidak ada salahnya untuk mengkombinasikan keduanya. Misalnya:

  • Berikan uang tunai untuk kebutuhan pokok atau keperluan pribadi.

  • Tambahkan hadiah berupa pakaian, makanan, atau perhiasan untuk memberikan kesan personal.

  • Untuk anak-anak, kombinasikan uang saku dengan mainan atau alat tulis agar mereka merasa lebih diperhatikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memberikan THR dalam bentuk uang atau barang sebenarnya tergantung pada karakter dan kebutuhan penerima. Jika Anda ingin memberikan kebebasan dan fleksibilitas, uang adalah pilihan yang tepat. 

Namun, jika ingin menciptakan kesan yang lebih mendalam dan personal, memberikan barang bisa menjadi pilihan yang lebih bermakna. Kombinasi keduanya juga bisa menjadi solusi terbaik untuk menciptakan kebahagiaan yang menyeluruh di hari kemenangan. (nsp)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT