Jakarta, tvOnenews.com - Saat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami tekanan hebat, ada saham Austindo Nusantara Jaya (ANJT) justru melesat tajam.
Meski di tengah alarm darurat pasar, saham ANJT ternyata segar menghijau atau naik signifikan sebesar 19,63 persen atau 265 poin ke level Rp1.615,00.
Padahal, IHSG yang anjlok mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap situasi ekonomi saat ini.
Diketahui bahwa IHSG hari ini ditutup dengan penurunan 3,84% atau 248,56 poin ke level 6.223,39. IHSG bahkan tercatat turun 395,87 poin atau 6,12% ke level 6.076,08 di paruh perdagangan dan Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat melakukan trading halt.
Sepanjang sesi perdagangan, ANJT diperdagangkan dalam rentang harga Rp1.465 hingga Rp1.685. Kenaikan tajam ini membuatnya masuk dalam jajaran 'top gainer' di Bursa.
Sebagai perbandingan, beberapa saham sektor perkebunan lainnya justru mengalami tekanan, seperti Astra Agro Lestari (AALI) yang turun 3,85% dan PT Perusahaan Perkebunan London Sumatra (LSIP) yang melemah 1,78%.
Kapitalisasi pasar ANJT kini mencapai Rp5,42 triliun dengan volume perdagangan rata-rata sebesar 4,56 juta saham. Dengan rasio Price to Earnings (P/E) mencapai 94,57, saham ini menunjukkan valuasi yang cukup tinggi dibanding beberapa emiten lain di sektor yang sama.
Sementara itu, IHSG sendiri mengalami pelemahan tajam akibat aksi jual besar-besaran di pasar. Indeks sempat anjlok hingga ke level 6.011,84 sebelum akhirnya sedikit rebound pada sesi akhir perdagangan.
ANJT Ugal-Ugalan Usai Kabar Akuisisi Ciliandra Fangiono
PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJT) akan diakuisisi pengusaha sawit Ciliandra Fangiono melalui PT Ciliandra Perkasa.
Diketahui bahwa Ciliandra Perkasa akan membeli 91,17% saham ANJT dari PT Austindo Kencana Jaya, PT Memimpin Dengan Nurani, Sjakon George Tahija, dan George Sentosa Tahija.
“Perusahaan menerima pemberitahuan tertulis dari pembeli pada tanggal 18 Maret 2025 sehubungan dengan rencana pengambilalihan sekitar 91,17% dari seluruh saham yang ditempatkan dan disetor penuh pada perusahaan yang dimiliki oleh para penjual,” tulis Direktur dan Sekretaris Perusahaan ANJT, Naga Waskita dalam keterbukaan informasi, Selasa (18/3/2025).
Naga Waskita menyebutkan, para penjual dan pembeli telah menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat pada tanggal 18 Maret 2025. Rencana Pengambilalihan ini tunduk pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 9/POJK.04/2018 (POJK 9/2018).
“Sebagaimana disampaikan dalam pemberitahuan, tujuan pembeli melakukan rencana pengambilalihan adalah untuk memperluas perkebunan kelapa sawit dan meningkatkan ketersediaan bahan baku untuk mendukung operasi hilir yang semakin berkembang,” sebut Naga Waskita.
"Sebagai pengendali baru nantinya, Ciliandra Perkasa akan melaksanakan tender wajib," sambungnya.
Adapun per 28 Februari 2025, PT Austindo Kencana Jaya menguasai 40,846% saham, PT Memimpin Dengan Nurani 40,846% saham, Sjakon George Tahija 4,737% saham, dan George Santosa Tahija 4,74% saham. (rpi)
Load more