News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Dilema Pelaku Usaha Kuliner, Dijepit Kenaikan Harga LPG dan Minyak Goreng

Kenaikan harga gas LPG dan minyak goreng membuat kelimpungan para pelaku usaha kuliner di Semarang, Jawa Tengah. Mereka dihadapkan pada situasi yang dilematis.
Rabu, 9 Maret 2022 - 10:18 WIB
Aktivitas di salah satu pangkalan gas LPG di Semarang, Jawa Tengah.
Sumber :
  • Tim tvOne - Teguh Joko Sutrisno

Semarang, Jawa Tengah - Kenaikan harga gas LPG dan minyak goreng membuat kelimpungan para pelaku usaha kuliner di Semarang. Mereka dihadapkan pada situasi yang dilematis. Di satu pihak modal mereka jelas bertambah, namun mereka tidak berani menaikkan harga produk karena khawatir ditinggal pelanggan.

"Ya kalau kita jual makanan tidak semudah itu menaikkan harga. Memang harga bahan baku naiknya cukup banyak belakangan ini Terutama minyak dan gas, juga daging ayam. Tapi kalau kita ikut naikkan harga makanan, pelanggan bisa nggak beli. Naik seribu saja sudah pengaruh," kata Selfira, pelaku usaha kuliner ayam di Tembalang Kota Semarang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menambahkan, untuk gas LPG naiknya cukup terasa. Bahkan tak hanya sekali, tapi sampai dua kali sejak Januari hingga Maret. Dan itu, lanjutnya, cukup memakan ongkos produksi.

"Ya bayangkan saja, elpiji dua belas kilo itu harga sebelum naik kan 150 ribu per tabung. Lalu naik jadi 175 ribu, sekarang malah naik lagi jadi 208 ribu. Belum lagi daging ayam yang saat ini juga ikut naik," ungkapnya.

Yang cukup membuat deg-degan adalah minyak goreng. Bagi pelaku usaha kuliner dengan produk utama ayam goreng, jelas bahan baku minyak goreng adalah mutlak harus selalu sedia. Tapi saat ini harganya melambung. Tak hanya itu, barangnya juga sulit didapat.

"Saya sebelumnya bisa beli di pasar, tapi sekarang langka. Kalau pun ada itu dibatasi dan harus membeli barang yang lain dulu baru bisa beli minyak goreng. Makanya sekarang kita coba beli minyak goreng via online, memang tetap mahal tapi yang penting stok ada," jelasnya lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan kenaikan harga bahan baku tersebut, ia tetap pilih bertahan tidak menaikkan harga produk kulinernya, dengan resiko keuntungan usaha turun sekitar sepuluh persen.

"Yang penting kita layani pelanggan dengan baik dengan harga yang terjangkau. Semoga ke depan harga bahan baku bisa segera normal lagi," harapnya. (Teguh Joko Sutrisno/Buz)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT