News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Marak Investasi Bodong, Begini Cara Mengecek Apakah Kamu Terjebak atau Tidak

Begini cara mudah untuk mengecek apakah Anda terjebak investasi bodong atau tidak
Selasa, 11 Februari 2025 - 11:23 WIB
Ilustrasi investasi bodong (dok UGM)
Sumber :
  • Andri Prasetiyo

Jakarta, tvOnenews.com - Kasus investasi bodong semakin merajalela, terutama dengan kemajuan teknologi dan media sosial yang sering dimanfaatkan oleh pelaku penipuan. Banyak orang tergiur oleh janji keuntungan besar tanpa menyadari potensi risikonya.

Investasi bodong merupakan bentuk penipuan berkedok investasi yang menjanjikan keuntungan tinggi dalam waktu singkat, namun tanpa risiko yang jelas. Biasanya, investasi semacam ini tidak memiliki izin resmi dari otoritas keuangan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagian besar investasi bodong menggunakan skema Ponzi atau Piramida, di mana keuntungan yang diberikan kepada investor lama berasal dari dana yang disetorkan oleh investor baru, bukan dari hasil investasi nyata.

Mengapa Investasi Bodong Semakin Marak?

Beberapa faktor yang menyebabkan penipuan investasi semakin menjamur antara lain:

  • Kurangnya Edukasi Keuangan – Banyak masyarakat tidak memahami cara kerja investasi yang legal.

  • Keserakahan & FOMO (Fear of Missing Out) – Keinginan untuk cepat kaya membuat orang mudah tergiur.

  • Pemanfaatan Digital & Media Sosial – Penipu menggunakan aplikasi chatting, influencer, dan iklan online untuk menarik korban.

  • Minimnya Pengawasan & Cepatnya Modus Berganti – Meski OJK dan Satgas Waspada Investasi terus menindak, pelaku kerap berganti nama dan strategi.

Kasus Investasi Bodong yang Terjadi Baru-Baru Ini

Beberapa kasus investasi ilegal yang sempat menghebohkan:

  1. Robot Trading Net89

    • Kerugian: Rp1 triliun

    • Perkembangan Kasus: Bareskrim Polri menetapkan 15 tersangka dan menyita aset senilai Rp1,5 triliun yang diduga berasal dari hasil kejahatan.

  2. Kasus Penipuan Investasi yang Menjerat Artis Bunga Zainal

    • Kerugian: Rp6,2 miliar

    • Perkembangan Kasus: Polisi menetapkan dua tersangka yang kini dalam proses hukum.

  3. Investasi Fiktif PT Taspen

    • Perkembangan Kasus: KPK menyita uang Rp2,4 miliar dan menetapkan beberapa tersangka, termasuk mantan Direktur Utama PT Taspen.

  4. Investasi & Arisan Bodong

    • Perkembangan Kasus: Pada Januari 2025, ratusan warga menjadi korban. Satgas OJK telah memblokir 796 entitas ilegal yang terlibat.

Cara Mendeteksi Investasi Bodong

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Agar tidak terjebak dalam skema penipuan, perhatikan beberapa tanda berikut:

  1. Menjanjikan Keuntungan Tidak Masuk Akal

    • Return tinggi tanpa risiko (misalnya 20%-50% per bulan).

    • Tidak ada transparansi terkait bagaimana keuntungan diperoleh.

  2. Tidak Memiliki Izin Resmi

    • Cek apakah perusahaan terdaftar di OJK, Bappebti, atau lembaga keuangan lainnya.

    • Jika tidak memiliki izin, sebaiknya hindari.

  3. Menggunakan Skema Ponzi atau Piramida

    • Keuntungan investor lama berasal dari dana anggota baru.

    • Investor diminta mencari anggota lain untuk mempertahankan skema.

  4. Tidak Ada Produk atau Kegiatan Bisnis yang Jelas

    • Perusahaan tidak bisa menjelaskan bagaimana investasi bekerja.

    • Tidak memiliki laporan keuangan yang transparan.

  5. Sulit Mencairkan Dana

    • Proses penarikan dana dipersulit dengan berbagai alasan.

    • Investor diminta merekrut anggota baru agar bisa mencairkan uangnya.

  6. Banyak Testimoni Palsu & Teknik Manipulatif

    • Menggunakan figur publik atau influencer untuk menarik perhatian.

    • Testimoni yang terlalu sempurna dan mencurigakan.

  7. Tidak Diawasi oleh Lembaga Keuangan yang Kredibel

    • Cek daftar investasi ilegal yang diperbarui oleh OJK di situs resminya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan Ton Sampah 3 Daerah di Sulsel Diubah Jadi Energi Listrik

Ratusan ton sampah dari tiga daerah di Provinsi Sulawesi Selatan yakni Kota Makassar, Kabupaten Gowa, dan Kabupaten Maros akan diolah menjadi tenaga listrik
Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Final Four Proliga 2026: Nizar Zulfikar Beberkan Kunci Kemenangan Bhayangkara Presisi atas Garuda Jaya

Kapten Jakarta Bhayangkara Presisi, Nizar Zulfikar, menilai performa timnya saat mengalahkan Jakarta Garuda Jaya berjalan cukup optimal.
Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri Kirim 148 Personel Gabungan ke Papua Tengah: Penguatan Keamanan dan Harkamtibmas

Mabes Polri mengirim 148 personel gabungan ke Provinsi Papua Tengah dalam rangka penguatan pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). 
Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung Kaget, Benda Bercahaya Bak Roket Melintas di Langit Malam Hari

Warga Lampung kaget dengan adanya penampakan benda bercahaya misterius bak roket melintasi di atas langit saat malam hari di Provinsi Lampung. 
Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Pembangunan IKN Dongkrak Permintaan Rumah di Balikpapan

Bank Indonesia (BI) memperkirakan permintaan rumah di Balikpapan, Kalimantan Timur, berpotensi meningkat pada 2026, seiring dengan kelanjutan pembangunan
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 

Trending

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Dampak Konflik Timur Tengah, Harga BBM Naik, Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Selama Sebulan

Pakistan pada hari Jumat menggratiskan transportasi umum di ibu kotanya, Islamabad, selama satu bulan, sebagai langkah pemerintah untuk meringankan beban kenaik
aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

aespa Challenge Kata Bahasa Indonesia, Niat Beli Nasi Padang dan Martabak Usai Konser

Girl band bersutan SM Entertainment ini bahkan melakukan tantangan alias challenge untuk menyebutkan beberapa kata dalam Bahasa Indonesia di tengah konser mereka, 2025-26 aespa LIVE TOUR SYNK: aeXIS LINE in Jakarta. 
Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Timnas Indonesia Terpopuler: Lama-lama Proyek Naturalisasi Gagal, Media Vietnam Heran dengan PSSI, hingga Jadwal Garuda 2026

Rangkuman 3 berita Timnas Indonesia terpopuler: ancaman proyek naturalisasi, sorotan media Vietnam soal Paspoorgate, hingga jadwal lengkap Garuda tahun 2026.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Belum Lama Sampai di Inggris, Menit Bermain Elkan Baggott Bersama Timnas Indonesia Disorot Ipswich Town

Baru beberapa hari kembali ke Inggris, Ipswich Town justru soroti menit bermain yang diberikan pelatih John Herdman untuk Elkan Baggott bersama Timnas Indonesia
Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan Mulai Curiga dengan PSSI, Jangan-jangan Timnas Indonesia akan Lawan Negara Ini di FIFA Matchday Juni

Bung Ropan memberikan prediksinya soal lawan yang akan dihadapi Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday yang berlangsung di bulan Juni. Kira-kira siapakah lawannya
Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

Erick Thohir Isyaratkan Timnas Indonesia akan Main di FIFA Matchday Juni 2026, 4 Negara Ini Jadi Kandidat Kuat Lawan Pasukan John Herdman?

PSSI tengah berburu lawan ideal untuk Timnas Indonesia di FIFA Matchday 1-9 Juni 2026. Ada Italia, Serbia, hingga tim Asia Tenggara yang siap uji mental Garuda.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT