Jakarta, tvOnenews.com - Popularitas DeepSeek yang meningkat pesat telah menimbulkan kekhawatiran di berbagai negara terkait keamanan, privasi, dan etika. Salah satu alasan utama adalah kebijakan chatbot ini yang menolak menjawab pertanyaan sensitif mengenai Partai Komunis Tiongkok.
Angkatan Laut AS dan NASA telah melarang penggunaan DeepSeek, baik untuk keperluan pekerjaan maupun pribadi.
Texas menjadi negara bagian pertama yang melarang DeepSeek di perangkat pemerintah, dengan alasan potensi ancaman terhadap infrastruktur kritis.
Gubernur Texas, Greg Abbott, menegaskan bahwa larangan ini bertujuan melindungi negara bagian dari kemungkinan infiltrasi Partai Komunis Tiongkok melalui aplikasi AI yang mengumpulkan data.
Negara bagian lain di AS sedang mempertimbangkan kebijakan serupa.
Selain AS, Australia juga telah melarang DeepSeek dari seluruh perangkat dan sistem pemerintah. Pemerintah Australia menegaskan bahwa keputusan ini bukan semata-mata karena aplikasi ini berasal dari Tiongkok, tetapi karena adanya "risiko yang tidak dapat diterima" terhadap keamanan nasional.
Sebuah Rancangan Undang-Undang (RUU) baru yang diajukan oleh Senator Josh Hawley berupaya melarang warga AS membantu pengembangan AI di Tiongkok dan membatasi impor teknologi dari negara tersebut.
Jika disahkan, RUU ini akan:
Melarang impor teknologi atau kekayaan intelektual dari Tiongkok.
Menjatuhkan hukuman hingga 20 tahun penjara bagi pelanggar.
Memberikan denda hingga $1 juta untuk individu dan $100 juta untuk perusahaan yang melanggar aturan.
Load more