News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Utang Segera Jatuh Tempo! Emiten Prajogo Pangestu Bakal Bayar Obligasi Rp750 Miliar?  Ini kata Pefindo

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik pengusaha Prajogo Pangestu memiliki utang obligasi senilai Rp750 miliar yang akan segera jatuh tempo dalam waktu dekat.
Sabtu, 9 November 2024 - 19:47 WIB
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik Prajogo Pangestu siap bayar obligasi Rp750 miliar.
Sumber :
  • Dok. Chandra Asri

Jakarta, tvOnenews.com - PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) baru-baru ini mengungkapkan bahwa PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) milik pengusaha Prajogo Pangestu, berencana melunasi obligasi senilai Rp750 miliar yang akan jatuh tempo dalam waktu dekat.

Langkah pembayaran penuh ini akan menggunakan dana internal perusahaan, menggarisbawahi kekuatan likuiditas TPIA di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Obligasi Berkelanjutan II Tahap III Tahun 2020 (Rp750 miliar, peringkat idAA-, jatuh tempo pada 12 Februari 2025)," tulis Pefindo  dalam laporan resminya, dikutip Sabtu (9/11/2024).

Untuk mendukung komitmen tersebut, pada akhir kuartal ketiga tahun ini, TPIA memiliki dana likuid sebesar USD2,03 miliar, yang terdiri dari kas dan setara kas senilai USD1,2 miliar dan surat berharga sebesar USD830,8 juta.

TPIA merupakan perusahaan petrokimia dan infrastruktur terintegrasi yang menyediakan berbagai produk seperti olefin, poliolefin, monomer stirena, butadiena, methyl-tertiary-butyl-ether (MTBE), dan butena-1.

Perusahaan milik Prajogo Pangestu ini juga mengoperasikan satu-satunya pabrik naphtha cracker, monomer stirena, butadiena, MTBE, dan butena-1 di Indonesia.

TPIA juga menjadi satu-satunya penyedia listrik di wilayah industri seluas 2.666 hektar di Cilegon dan memiliki infrastruktur pendukung termasuk pembangkit listrik berkapasitas 120 MW, pengolahan air 5.000 liter per detik, dua dermaga, serta 72 tangki dengan total kapasitas penyimpanan mencapai 130 juta liter.

Produksi TPIA tersebar pada berbagai fasilitas, termasuk naphtha cracker dengan kapasitas 2.138 kilo ton per tahun (KTA), pabrik polietilena sebesar 736 KTA, pabrik monomer stirena berkapasitas 340 KTA, pabrik polipropilena 590 KTA, pabrik butadiena sebesar 137 KTA, pabrik MTBE 128 KTA, serta fasilitas butene-1 berkapasitas 43 KTA.

Perusahaan ini juga memiliki struktur kepemilikan saham yang beragam. Hingga 30 September 2024, pemegang saham utama TPIA adalah PT Barito Pacific Tbk dengan 34,63%, disusul oleh SCG Chemicals Co. Ltd. (30,57%), PT Top Investment Indonesia (15%), Prajogo Pangestu (5,06%), Marigold Resources Pte. Ltd. (3,92%), Erwin Ciputra (0,16%), dan publik (10,66%).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komitmen TPIA untuk melunasi obligasinya menunjukkan ketahanan finansial yang dimiliki perusahaan dalam menghadapi tantangan dan mempertahankan stabilitas operasional.

Dengan struktur keuangan yang kuat, perusahaan ini berpotensi terus berkembang di sektor petrokimia dan infrastruktur dalam negeri. (rpi)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT