News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Stabilkan Keuangan di Usia 30 Tahun, Segini Hitungan Dana Darurat yang Wajib Disiapkan Sesuai Penghasilan

Para ahli menyarankan, dana darurat setidaknya cukup menutupi 3 hingga 6 bulan biaya hidup. Untuk itu, begini cara menghitung dana darurat di usia 30 tahun.
Sabtu, 2 November 2024 - 16:31 WIB
Ilustrasi - Hitung dana darurat yang harus dimiliki di usia 30 tahun.
Sumber :
  • Ist

Jakarta, tvOnenews.com - Memiliki dana darurat di usia 30 tahun bisa jadi langkah penting dalam perencanaan keuangan yang matang.

Dana darurat ini ibarat tabungan 'penyelamat' untuk membantu Anda menghadapi kejadian-kejadian tak terduga yang bisa menguras tabungan, seperti biaya perbaikan kendaraan mendadak, biaya kesehatan yang tak terduga, atau bahkan jika Anda harus kehilangan pekerjaan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dana ini penting karena memberikan rasa aman, sehingga Anda tidak perlu bergantung pada utang saat situasi darurat terjadi.

Menurut panduan dari Nerd Wallet, para ahli keuangan umumnya menyarankan agar dana darurat setidaknya cukup untuk menutupi tiga hingga enam bulan biaya hidup.

Jika target ini terasa terlalu besar, Anda bisa mulai dari jumlah yang lebih kecil, lalu bertahap meningkatkan simpanan sesuai kemampuan.

Cara Menghitung Dana Darurat

Langkah awal untuk menghitung dana darurat adalah memahami berapa pengeluaran bulanan Anda. Misalnya, jika penghasilan Anda sekitar Rp5 juta per bulan dengan pengeluaran rutin sekitar Rp4,5 juta, berikut perhitungan dana darurat yang sebaiknya Anda miliki:

1. Dana Darurat untuk 3 Bulan

Jika pengeluaran bulanan Anda Rp4,5 juta, maka dana darurat minimal yang disarankan adalah Rp4,5 juta x 3, yaitu Rp13,5 juta. Jumlah ini bisa membantu Anda bertahan selama tiga bulan jika sumber pendapatan Anda berhenti.

2. Dana Darurat untuk 6 Bulan

Dengan hitungan yang sama, yaitu Rp4,5 juta x 6 bulan, target dana darurat Anda adalah Rp27 juta. Jumlah ini memberi keamanan ekstra untuk bertahan lebih lama atau ketika situasi darurat membutuhkan waktu pemulihan yang lebih lama.

Jika angka-angka ini terlihat berat, mulailah dengan target yang lebih kecil. Misalnya, Anda bisa menabung Rp500 ribu atau Rp1 juta sebagai dana darurat awal untuk menghadapi situasi tak terduga tanpa harus meminjam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Anda juga bisa mencoba menabung kecil-kecilan, seperti Rp10 ribu per hari atau Rp300 ribu per bulan. Dengan cara ini, Anda bisa mengumpulkan sekitar Rp3,6 juta dalam setahun. Lalu, teruslah meningkatkan dana ini seiring waktu.

Pilihan Tempat Menyimpan Dana Darurat

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT