News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Aburizal Bakrie Minta Presiden Prabowo Benahi Kepentingan Politik dalam Dunia Usaha

Pendiri Yayasan Dana Darma Pancasila, Aburizal Bakrie meminta Presiden RI, Prabowo Subianto membenahi masalah kepentingan politik dalam dunia usaha.
Selasa, 29 Oktober 2024 - 18:34 WIB
Aburizal Bakrie Minta Presiden Prabowo Benahi Kepentingan Politik dalam Dunia Usaha
Sumber :
  • tvOnenews.com/Adinda Ratna Safira

Jakarta, tvOnenews.com - Pendiri Yayasan Dana Darma Pancasila, Aburizal Bakrie meminta kepada Presiden RI, Prabowo Subianto untuk membenahi soal adanya kepentingan politik dalam dunia usaha.

Hal ini diungkapkan dirinya saat memberikan testimoni dalam HUT Ke-14 Aliansi Kebangsaan yang bertemakan ‘Transformasi Perekonomian Indonesia melalui Ekonomi Pengetahuan Menuju Kemakmuran yang Inklusif’ di Lagoon Garden, The Sultan Hotel Jakarta, pada Selasa (29/10/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Awalnya Aburizal Bakrie mengungkapkan bahwa saat ini dunia usaha banyak terbentuk akibat adanya kepentingan politik. Sehingga hal ini dinilai tidak sehat.

“Saya menyampaikan bahwa di dalam dunia usaha sekarang ini, di samping kekurangan kita akan knowledge based economy tapi juga terlalu banyak kepentingan-kepentingan politik yang membentuk keberhasilan suatu usaha. Ini saya kira tidak sehat,” kata Aburizal.

tvonenews

Kemudian Aburizal mengatakan permasalahan ini perlu diselesaikan dengan cara memberikan pengetahuan dasar kepada pada pelaku usaha ekonomi hingga mencapai keberhasilan.

Sementara itu Aburizal Bakrie meminta agar Presiden Prabowo ikut membenahi permasalahan ini.

“Inilah yang kira-kira dengan satu harapan bahwa pemerintah yang baru bapak, Prabowo, dan Gibran ini benar-benar bisa membenahi masalah-masalah ini,” jelasnya.

Untuk diketahui, Pendiri Yayasan Dana Darma Pancasila, Aburizal Bakrie menyebutkan bahwa kepentingan politik saat ini banyak membentuk dunia usaha.

Menurut Aburizal didalam dunia usaha ini banyaknya pelaku usaha yang kurang akan pengetahuan dasar ekonomi. 

“Saya menyampaikan bahwa di dalam dunia usaha sekarang ini, di samping kekurangan kita akan knowledge based economy tapi juga terlalu banyak kepentingan-kepentingan politik yang membentuk keberhasilan suatu usaha,” kata Aburizal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian pria yang akrab disapa Ical ini akibat kurangnya pengetahuan ekonomi dasar ini, maka banyak suatu usaha yang terbentuk akibat kepentingan politik. Aburizal mengungkapkan bahwa hal ini kurang sehat dan perlu dibenahi.

“Ini saya kira tidak sehat, ini saya kira mesti kita benahi,” jelasnya. (Ars/vsf)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT