News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

RI Butuh Investasi hingga Rp400 Triliun untuk Kembangkan Energi Terbarukan Hidrogen tahun 2030-2060, BKPM: Kita Kejar Sektor Swasta

Pengembangan energi terbarukan hidrogen atau green hydrogen Indonesia butuh investasi hingga mencapai 25,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp400 triliun.
Kamis, 15 Agustus 2024 - 20:57 WIB
Butuh anggaran cukup besar untuk kembangkan energi terbarukan, khususnya green hydrogen.
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyampaikan bahwa pengembangan energi terbarukan hidrogen atau green hydrogen, diperlukan investasi hingga mencapai 25,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp400 triliun.

Anggaran sebesar itu diharapkan dapat mencukupi kebutuhan pengembangan energi hijau tersebut selama periode 2031 hingga 2060. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebutuhan dana yang begitu besar ini tidak hanya akan menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga akan melibatkan investasi dari sektor swasta.

Menurut Direktur Deregulasi Penanaman Modal BKPM, Dendy Apriandi, target pemerintah pada 2030 adalah mengurangi emisi karbon sebesar 43%.

Untuk mewujudkan target tersebut, maka dibutuhkan dukungan dari pihak swasta, terutama dalam bentuk investasi minimal sebesar 25,2 miliar dolar AS.

"Kita memiliki target 2030 itu 43 persen pengurangan karbon, sehingga target ini juga memerlukan investasi dari sektor swasta minimal 25,2 miliar dolar AS, dan ini yang kita kejar," kata Dendy di Jakarta, Kamis (15/8/2024).

Salah satu perusahaan yang sudah berkomitmen dalam proyek ini adalah Pertamina, yang berencana menginvestasikan 11 miliar dolar AS untuk mendukung pengembangan energi hijau.

Selain itu, beberapa perusahaan asing juga mulai menunjukkan minatnya, seperti The Global Green Growth Institute (GGGI) yang bekerja sama dengan Samsung dan Hyundai dalam proyek senilai 1,2 miliar dolar AS di Blok Sarulla, Sumatera Utara, untuk produksi hidrogen hijau.

Dendy juga menekankan bahwa potensi bisnis dari green hydrogen jauh lebih besar dibandingkan hidrogen konvensional yang berbasis gas alam, atau yang dikenal sebagai grey hydrogen.

Namun, tantangan yang masih dihadapi saat ini adalah tingginya biaya produksi green hydrogen Meski begitu, ia optimis bahwa biaya ini bisa terus ditekan.

Saat ini, biaya produksi hidrogen hijau masih sekitar 6,4 dolar AS per kilogram, tetapi Dendy ada peluang besar untuk menurunkannya hingga di bawah 2 dolar AS per kilogram.

Sebelumnya, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) juga menyatakan bahwa pengembangan hidrogen bisa menjadi solusi dalam mencegah krisis energi di sektor industri.

Tak hanya itu, Kemenperin juga mendukung penurunan emisi karbon dioksida (CO2) sesuai dengan target Enhanced-Nationally Determined Contribution (E-NDC) sebanyak 912 juta ton pada tahun 2030.

Reni Yanita selaku Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil (IKFT) Kemenperin, menambahkan bahwa hidrogen merupakan alternatif bahan bakar yang ramah lingkungan serta media penyimpan energi yang ideal.

"Hidrogen menjadi kunci dalam rantai energi berkelanjutan yang bebas emisi dari awal hingga akhir," kata Reni dalam forum diskusi di Jakarta. (ant/rpi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

tvonenews

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia Dinilai Berpeluang Hilangkan Ketergantungan dengan AS Imbas Kekacauan Geopolitik dan Geoekonomi Global

Indonesia disebut memiliki peluang untuk dapat memperkuat posisi sebagai negara yang mandiri di tengah tak menentunya geoekonomi dan geopolitik global dalam kurun waktu belakangan ini.
Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Trending: Volimania Tinggalkan Red Sparks Usai Coret Megawati, Jay Idzes Jadi Transfer Termahal Sassuolo, Profil Reno Munz

Jagat olahraga kembali diramaikan sejumlah kabar panas yang langsung menyita perhatian publik. Mulai dari soal Megawati Hangestri di voli hingga isu sepak bola.
Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Komentar 'Pedas' Dugaan Malapraktik di RS Muhammadiyah Medan, DPR RI: Karena Sikap Arogansi Dokter

Kasus dugaan malapraktik di RS Muhammadiyah Medan yang menyasar seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Mimi Maisyarah turut menyita perhatian publik.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.

Trending

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan Lakukan Transfer Cerdas, Amankan Manuel Akanji dari Man City dengan Harga Masuk Akal

Inter Milan kian dekat meresmikan status permanen Manuel Akanji dari Manchester City. Proses transfer bek Swiss tersebut hanya tinggal tahap administratif.
Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Navigasi Produk dan Kenyamanan Jadi Fokus Pengembangan Toko Modern

Perkembangan pola konsumsi keluarga, khususnya bagi ibu dan anak, mendorong hadirnya konsep ritel yang tidak hanya berfokus pada penjualan produk, tetapi juga pengalaman berbelanja. 
Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Kabar Baik Datang dari Dedi Mulyadi, Warga Miskin Jabar Kini Dapat Bersekolah Gratis di Sekolah Unggulan Industri

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi terus membuat terobosan kebijakan dalam menopang kesetaraan ekonomi bagi warganya.
Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Jemaah Haji Wajib Tahu, Ini Cara Aman Menyimpan Obat di Tengah Suhu Panas agar Tidak Rusak

Cuaca panas ekstrem saat ibadah haji bisa merusak obat. Simak cara aman menyimpan obat agar tetap efektif dan tidak berisiko bagi kesehatan jemaah.
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT