News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kabar Buruk! Beban Cicilan Pejuang KPR Bisa Meroket, Perusahaan Pengembang Properti Ini Ungkap Dampak Nyata BI Rate

Kenaikan BI Rate atau suku bunga acuan pada dasarnya akan mempengaruhi besaran tingkat bunga KPR yang ditentukan oleh perbankan dan dibebankan kepada nasabah.
Jumat, 10 Mei 2024 - 16:33 WIB
Ilustrasi perumahan
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Keputusan Bank Indonesia untuk menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) ke level 6,25% beberapa lalu tentunya akan berdampak kepada beban masyarakat, khususnya mereka yang memiliki Kredit Kepemilikan Rumah atau KPR.

Tak hanya suku bunga acuan, Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 23-24 April 2024 lalu juga memutuskan naiknya suku bunga Deposit Facility naik sebesar 25 bps menjadi 5,5%, dan suku bunga Lending Facility 25 bps menjadi 7%.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kenaikan BI Rate pada dasarnya akan mempengaruhi besaran tingkat bunga KPR yang ditentukan oleh perbankan dan dibebankan kepada nasabah, khususnya ketika masuk masa bunga mengambang alias floating rate.

tvonenews

Merespons hal tersebut, perusahaan pengembang properti PT Graha Mitra Asia Tbk (RELF) juga tak membantah bahwa BI Rate memiliki dampak nyata terhadap KPR.

Direktur Utama RELF, Ivan Darmanto, dalam keterangan tertulisnya menyampaikan bahwa secara historis, terdapat korelasi antara pergerakan suku bunga acuan dan pertumbuhan KPR.

Sebagai contoh ketika pemerintah menurunkan suku bunga acuan ke 4% di tahun 2017 silam, rupanya perlahan pertumbuhan pinjaman meningkat di level dua digit.

Peningkatan terlihat sejak pertengahan 2017 hingga pertengahan 2018 di kisaran 10,3% hingga 13,9% sebelum akhirnya kembali mengalami penurunan ketika suku bunga acuan naik.

Pada periode pertengahan 2018-2019, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah dan perang dagang antara China dan AS terjadi.

Selain itu, gejolak politik pada Pilpres 2019 sempat memicu ketidakpastian ekonomi yang membuat investor cenderung wait and see terhadap pasar Indonesia.

"Kejadian tersebut mungkin bisa dikatakan serupa dengan yang terjadi di Q1 2024. Bahwa kalau dilihat secara keseluruhan, memang pertumbuhan properti di Q1 2024 dibandingkan di Q1 2023 mengalami penurunan. Baik secara kuantitas maupun secara transaksi. Jadi memang ada kelemahan," kata Ivan dalam keterangan tertulis yang dikutip Jumat (10/5/2024).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada kuartal I 2024, Ivan mengakui bahwa ada sejumlah kejadian yang mempengaruhi kondisi perseroan. Sebut saja Pilpres, momen Ramadhan dan Lebaran bahkan termasuk juga konflik yang terjadi di timur Tengah yang berdampak pada tren penurunan permintaan properti.

"Kami melihat hampir semua developer mengalami penurunan yang serupa, namun mungkin besaran penurunannya tidak sama. Dengan kondisi adanya kenaikan suku bunga tentu saja akan berdampak pada bisnis perseroan. Terutama dalam hal calon konsumen Perseroan yang memilih fasilitas KPR sebagai media transaksi pembelian rumah kepada kami.”

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT