News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Komplotan Curanmor Diringkus Polres Gunungkidul, 16 Motor Curian Diamankan

Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil meringkus tiga orang pelaku yang terlibat aksi pencurian sepeda motor. 
Selasa, 11 Oktober 2022 - 11:12 WIB
Polisi gelar rilis pengungkapan kasus curanmor di wilayah DIY.
Sumber :
  • Tim tvOne - Lucas Didit

Gunungkidul, DIY - Jajaran Satreskrim Polres Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) berhasil meringkus tiga orang pelaku yang terlibat aksi pencurian sepeda motor. 

Kapolres Gunungkidul, AKBP Edy Bagus Sumantri, mengatakan, ketiga pelaku ini beraksi di 4 kabupaten wilayah DIY.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di Gunungkidul sendiri ada 4 tkp, Bantul 5 tkp, 2 tkp di Sleman, dan 3 tkp di Kulonprogo," kata Edy, Selasa (07/10/2022).

Para pelaku tersebut, lanjut Edy, masing-masing berinisial DS (45) asal Cimahi, Jawa Barat, IA (28) asal Kebumen, Jawa Tengah, yang keduanya berperan sebagai pemetik atau eksekutor pencurian motor.

Motor hasil curian tersebut kemudian dijual kepada ES (40), warga Karangmojo, Gunungkidul, dimana ia perperan sebagai penadah.

"ES kita tangkap di Wonosari, sedangkan DS dan IA tangkap di Gading, Playen, Gunungkidul," lanjutnya. 

Selain menangkap pelaku, polisi juga menyita sebanyak 16 unit sepeda motor hasil curian di rumah penadah, dan sebagian lagi di sejumlah tempat dimana motor tersebut dijual

Pengungkapan ini, menurut Edy, merupakan hasil kerja sama tim gabungan dari Polres Gunungkidul dan Polda DIY.

Selain menyita 16 motor hasil curian, petugas juga mengamankan peralatan yang digunakan untuk mencuri motor, yaitu 9 unit mata kunci T, 1 kunci pas, helm, berikut ponsel milik pelaku.

Para pelaku dijerat dengan pasal berbeda. DA dan IA dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian, sedangkan ES dikenakan Pasal 480 KUHP tentang kejahatan penadahan.

"DS dan IA terancam hukuman penjara maksimal 7 tahun, dan ES maksimal 4 tahun," terang Edy.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Kasatreskrim Polres Gunungkidul, AKP Mahardian Dewo Negoro, mengatakan, meski para pelaku merupakan pemain baru, namun seluruh aksinya sudah dilakukan sejak 2021 hingga 2022.

"Motornya dijual dalam kondisi utuh dengan harga kisaran Rp. 2 juta. Hasil penjualan motor tersebut digunakan untuk kebutuhan sehari-hari," ungkap Mahardian.  (Ldhp/Buz) 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT