News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hebat, Seorang Anggota Polda DIY ini Dikirim Studi Banding ke Polisi Jepang

Anggota Polda DIY, Kompol Tony Priyanto, terpilih mewakili Indonesia untuk studi banding terkait sistem kepolisian di Jepang. Ia bersama 11 anggota Polri lain.
Jumat, 23 September 2022 - 16:18 WIB
Kompol Tony Priyanto Saat Studi Banding di Jepang (dok Pribadi).
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetiyo

Sleman, DIY - Seorang anggota Polda Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Kompol Tony Priyanto, terpilih untuk mewakili Indonesia dalam rangka studi banding ke Jepang. Bersama 11 polisi lainnya, ia mewakili Polri melakukan studi banding terkait sistem kepolisian di Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA).

"Perwakilan dari Indonesia ada 12 orang (yang ke Jepang), dari Polda DIY hanya saya sendiri," kata Tony kepada tvOnenews.com, Jumat (23/9/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dijelaskan Tony, program studi banding tersebut dilaksanakan mulai 16 September lalu hingga 22 Oktober 2022. Tony berangkat ke Jepang bersama 11 orang lainnya yang mewakili masing-masing Polda.

Di Polda DIY, Tony saat ini menjabat Sekretaris Pribadi Staf Pribadi Pimpinan (Sespri Spripim). Perwira menengah itu sebelumnya pernah bertugas sebagai Kasat Narkoba Polres Sleman, Kapolsek Mlati, Sleman, dan terakhir Wakil Kepala Kepolisian Resort (Wakapolres) Sleman.

Menurut Tony, studi banding sistem kepolisian di Jepang merupakan kerjasama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dengan Kepolisian Jepang. Program ini telah berlangsung sejak 20 tahun yang lalu.

"Setiap tahun Polri selalu mengirimkan perwakilannya, kecuali tahun 2020 dan 2021 karena pandemi Covid-19," ujarnya.

Selama di Jepang, lanjut Tony, mereka akan mempelajari dan membandingkan sistem kepolisian di Jepang dengan Indonesia. Kemudian akan diadopsi atau diadaptasi penerapannya di Indonesia yang disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.

Dipilihnya polisi Jepang sebagai tujuan belajar karena dianggap berhasil dalam menerapkan pemolisian masyarakat (Polmas).

"Kepolisian Jepang merupakan salah satu kepolisian di dunia yang dianggap paling berhasil menerapkan community policing (polmas) sehingga citra dan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap polisinya sangat baik," terang pria berpangkat melati satu di pundaknya itu.

Melalui studi banding ini, Tony berharap Polri bisa mengambil pelajaran dan pengalaman yang baik untuk diterapkan dalam sistem kepolisian di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Khususnya strategi community policing (polmas) agar Polri bisa seperti kepolisian Jepang yang sangat dipercaya dan dicintai oleh masyarakatnya," pungkasnya. (Apo/Dan)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

John Herdman Gigit Jari, 3 Negara Antre Perebutkan Luke Vickery, Batal Bela Timnas Indonesia?

Nama Luke Vickery mendadak menjadi perbincangan hangat. Winger keturunan Australia itu diperebutkan 3 negara, batal dinaturalisasi dan bela Timnas Indonesia?
Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Siap-Siap Kebanjiran Rezeki! 5 Zodiak Paling Berlimpah Cuan pada 4 Februari 2026: Sagitarius Dapat Uang Kaget

Tanggal 4 Februari 2026 diprediksi menjadi hari spesial bagi beberapa zodiak yang secara finansial sedang berada di jalur emas. Apakah zodiakmu salah satunya?
MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT