News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polres Sleman Ungkap Tangkapan Sabu Terbesar, Ringkus 2 Kurir

"Kalau selama saya berdinas di sini 10 tahun mungkin kalau untuk narkotika jenis sabu ini yang terbesar," kata Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Irwan saat rilis
Kamis, 28 Juli 2022 - 14:34 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti sabu 10 kg
Sumber :
  • Andri Prasetiyo

Sleman, DIY - Satuan Reserse Narkoba Polres Sleman menangkap dua orang kurir dengan barang bukti 10 kg sabu. Ini merupakan tangkapan sabu terbesar yang pernah dilakukan Polres Sleman.

"Kalau selama saya berdinas di sini 10 tahun mungkin kalau untuk narkotika jenis sabu ini yang terbesar," kata Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Irwan saat rilis kasus di Mapolres Sleman, Kamis (28/7/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dijelaskan Irwan, kedua tersangka yang diamankan adalah DJP (26) warga Lampung, dan EK (24) asal Kalimantan Tengah. Keduanya ditangkap pada Kamis (21/7/2022) di Jalan Lintas Timur KM 180, depan Polsek Simpang Pematang, Mesuji, Lampung.

Pengungkapan ini merupakan hasil pengembangan dari kasus sebelumnya, mulai dari Yogyakarta, Jawa Tengah, hingga ke Lampung. Saat menangkap kedua pelaku, Polres Sleman mendapat bantuan dari Polda Lampung.

Saat itu tersangka DJP sedang naik angkutan umum dari Pekanbaru menuju Lampung untuk menyerahkan sabu kepada tersangka EK. Sabu dibawa menggunakan koper berwarna biru.

"Tersangka DJP kita amankan di dalam bus bersama dengan kopernya. Kemudian kopernya kita geledah, kita dapatkan barang bukti tersebut," terang Irwan.

Dari penggeledahan ini, polisi mendapati 10 paket sabu yang masing-masing beratnya 1 kg. Untuk mengelabui petugas, setiap paket sabu dikemas dengan bungkus teh China. 

Menurut Irwan, sabu tersebut rencananya akan dipecah ke dalam paket-paket kecil untuk diedarkan di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

"Kalau dari hasil penyelidikan kami memang barang ini jalurnya adalah dari Malaysia, masuk ke pulau Sumatera, kemudian ke pulau Jawa," ungkapnya.

Lebih lanjut Irwan menjelaskan, dari setiap sabu yang terkirim tersangka akan mendapat upah yang cukup besar. Namun, antara tersangka DJP dan EK mendapat bayaran yang berbeda.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Untuk tersangka DJP akan dijanjikan oleh seseorang yang masih dalam tahap untuk kita kembangkan lagi sebanyak Rp7 juta untuk 1 kilonya, jadi kalau 10 kilo bisa kita hitung sendiri. Kemudian tersangka EK dijanjikan akan dibayar dengan uang sekitar Rp3 juta per kilogramnya," bebernya.

Irwan menambahkan, sabu sebanyak ini jika dikonversikan nilainya bisa mencapai Rp15 miliar. Serta dapat menyelamatkan sekitar 100.000 generasi bangsa Indonesia dari ancaman bahaya narkoba.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT