News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Suporter Sepak Bola Bentrok di Gejayan Yogyakarta, 3 Orang Terluka, Tak Ada Korban Jiwa

Sebanyak tiga orang menjadi korban dalam bentrokan antara kelompok suporter dari Solo dengan warga di Jalan Affandi, Gejayan, Sleman, Senin (25/7/2022) siang.
Senin, 25 Juli 2022 - 22:27 WIB
Suasana pasca bentrokan suporter bola asal Solo dan warga di Gejayan, Sleman.
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetiyo

Sleman, DIY - Sebanyak tiga orang menjadi korban dalam bentrokan antara kelompok suporter dari Solo dengan warga di Jalan Affandi, Gejayan, Sleman, Senin (25/7/2022) siang. Ketiganya sempat mendapat perawatan medis di Puskesmas Depok III.

"Terdapat tiga korban yang saat itu langsung kami bawa ke Puskesmas Depok III untuk ditangani secara medis dan saat ini ketiga korban itu rawat jalan," kata Kapolsek Depok Barat, Sleman, AKP Mega Tetuko.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari informasi yang dihimpun, ketiga korban masing-masing berinisial R (22), A (23), dan S (22). R mengalami luka sobek sebanyak 5 tempat namun tidak bersedia dijahit dan menjalani rawat jalan.

Kemudian A menderita luka robek di pelipis sebelah kanan dan kiri. Namun ia juga tidak bersedia dijahit lukanya dan hanya menjalani rawat jalan.

Sementara S mengalami luka sobek di kepala, luka memar di jidat, luka lecet bagian pipi sebelah kiri dan dada merasa sesak. Korban juga tidak bersedia di jahit pada bagian yang luka sobek dan menjalani rawat jalan.

"Dari identitas korban itu semua berasal dari wilayah Jawa Tengah," ujar Mega.

Sementara itu Kabid Humas Polda DIY Kombes Pol Yuliyanto memastikan tidak ada korban meninggal dunia dalam bentrokan antara suporter bola dengan warga di sejumlah titik di Yogyakarta. Yuli juga memastikan tidak ada suporter yang meninggal dunia akibat peristiwa tersebut.

"Bahwa tadi ada keributan yang terjadi di beberapa tempat di wilayah DIY. Ada di Jalan Gejayan, kemudian di Jombor, dan kemudian beredar informasi bahwa ada suporter yang meninggal ini bisa kami pastikan bahwa informasi itu tidak benar," terang Yuli.

Sebelumnya beredar kabar melalui WhatsApp grup jika terdapat dua orang suporter bola yang meninggal dunia akibat bentrokan dengan warga. Dalam unggahan melalui pesan suara (voice note) itu, keduanya disebutkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Sardjito, Yogyakarta.

Pasca beredarnya informasi tersebut, polisi langsung mengecek kebenarannya dengan bertanya langsung kepada beberapa pihak rumah sakit. Hasilnya, kabar tersebut dipastikan hoaks.

"Saya sendiri sudah mengecek ke beberapa rumah sakit dan dari humas rumah sakit yang saya cek itu menyatakan tidak ada korban atau tidak ada yang meninggal dunia karena peristiwa tadi siang," bebernya.

"Demikian mudah-mudahan ini bisa disampaikan kepada yang lain bahwa tidak ada yang meninggal dunia," sambungnya.

Yuli meminta semua pihak untuk menahan diri dan tidak mudah menyebarluaskan informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. 

"Kami mengimbau kepada suporter bola baik itu yang dari Solo maupun yang ada di Jogja untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang bisa merusak fasilitas umum, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang melanggar dari aturan hukum. Jadi mari kita sama-sama menjaga situasi supaya pertandingan bola di manapun pertandingannya bisa dinikmati, bisa disaksikan dengan nyaman, jadi tidak perlu membuat keributan," harapnya.

Diberitakan sebelumnya, bentrokan antara suporter bola dengan warga pecah di sejumlah titik di Daerah Istimewa Yogyakarta. Seperti di Jalan Affandi, Gejayan, kemudian di kawasan Jombor, Sleman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Suporter bola dari Solo tersebut awalnya hendak menuju Magelang, Jawa Tengah, untuk menyaksikan pertandingan Liga 1 antara Persis Solo melawan Dewa United. Ratusan suporter itu berkonvoi dengan melintasi Tugu Yogyakarta, lalu ke wilayah Sleman, dan berakhir di Magelang. (Apo/Buz).

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT