News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemkot Yogyakarta Bentuk Tim Khusus untuk Penanganan Kasus Kekerasan di Daycare Little Aresha

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menunjukkan komitmen seriusnya dalam menangani kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha dengan membentuk tim khusus lintas instansi. 
Senin, 27 April 2026 - 09:34 WIB
Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo (peci hitam) seusai bertemu dan mendengarkan keluh kesah para orang tua korban di rumah dinasnya, Minggu (26/4/2026).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta menunjukkan komitmen seriusnya dalam menangani kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha dengan membentuk tim khusus lintas instansi. 

Langkah ini diambil sebagai bentuk respon cepat sekaligus upaya memastikan perlindungan maksimal bagi korban. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Para orang tua korban meminta kasus yang menimpa anaknya harus ditangani dan diberikan keadilan yang seadil-adilnya. 

"Kami diminta untuk bisa membersamai mereka," ucap Hasto Wardoyo, Walikota Yogyakarta seusai bertemu dan mendengarkan keluh kesah para orang tua korban di rumah dinasnya, Minggu (26/4/2026). 

Mantan Bupati Kulon Progo menuturkan, tim khusus dibentuk akan melibatkan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan konsultan hukum. Tim ini bertugas menampung semua laporan yang disampaikan oleh para orang tua korban. 

"Catatan ini nantinya saya kira menjadi bahan masukan untuk proses hukum selanjutnya. Betul-betul riil antara dokumen yang ada dengan data yang ada di lapangan," tutur Hasto. 

Sebab menurut kabar yang beredar, pemilik Daycare Little Aresha merupakan seorang aparat penegak hukum. Meski hingga kini, kabar tersebut belum terkonfirmasi kebenarannya. 

"Saya belum tahu (kebenarannya). Tadi laporan dari orang tua murid saja yang menyebut ini, menyebut itu, tapi saya kira butuh data yang konkret," kata Hasto.

Akan tetapi, ia mengaku sebelumnya telah menjalin komunikasi dengan kepolisian terkait penanganan kasus ini. 

"Kami kemarin sudah komunikasi dengan Pak Kapolres, kalau ada data-data yang ada di kepolisian mungkin yang bisa di-share, kami di-share untuk melihat struktur organisasi yang ada di barang bukti," ujarnya.

"Yang jelas, masyarakat kami, anak-anak kami yang mendapatkan suatu perlakuan tidak pas, saya kira kita harus menegakkan keadilan sebaik-baiknya," imbuh Hasto. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari para orang tua korban, mantan Kepala BKKBN RI ini juga mendapatkan informasi adanya unsur dugaan penipuan yang dilakukan oleh pihak daycare. 

"Tadi, informasi dari orang tua, ada yang menipu informasi, menipu pengumuman publik dan sebagainya. Itu dicatat oleh konsultan hukum untuk menjadi bahan masukan. Mestinya hal-hal yang sifatnya ada unsur penipuan begitu diperhitungkan," tutur Hasto. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hasto menyebut, pihak keluarga korban mengharapkan adanya penerapan pasal berlapis bila terdapat unsur lain dari perkara kekerasan anak di daycare ini. (scp/buz) 

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT