News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Massa Unjuk Rasa Laksanakan Salat Gaib di Depan Polda DIY untuk Korban Kekerasan Aparat

Di tengah aksi unjuk rasa di markas Polda DI Yogyakarta, sebagian massa menggelar salat gaib bagi korban kekerasan aparat, pada Selasa (24/2/2026) malam.
Selasa, 24 Februari 2026 - 21:44 WIB
Aksi unjuk rasa di Mapolda DI Yogyakarta, sebagian massa menggelar salat gaib bagi korban kekerasan aparat, Selasa (24/2/2026) malam.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Di tengah aksi unjuk rasa di markas Polda DI Yogyakarta, sebagian massa menggelar salat gaib bagi korban kekerasan aparat, pada Selasa (24/2/2026) malam.

Sebelumnya, massa sempat mencorat-coret pagar depan Polda DI Yogyakarta dengan beragam tulisan bernada protes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Aksi unjuk rasa kemudian memanas, massa mulai mendobrak pagar sisi timur Polda DI Yogyakarta hingga jebol. Juga terdengar dua kali ledakan. 

Sekitar pukul 18.50 WIB, arus lalu lintas di kawasan Ringroad Utara terpantau tersendat. Arus dari arah barat dialihkan dan diminta berputar untuk menghindari titik kerumunan massa. Sementara, kendaraan dari arah timur menuju barat masih terpantau lancar.

Salah seorang perwakilan aksi, Yazi mengatakan, salat gaib yang dilaksanakan di ruas jalan Ringroad Utara atau depan Polda DI Yogyakarta untuk memanjatkan doa bagi para korban tewas akibat kejahatan aparat kepolisian.

Mulai dari Affan Kurniawan, pengemudi ojek online (ojol) yang tewas terlindas kendaraan taktis (rantis) Brimob saat aksi unjuk rasa pada akhir Agustus 2025 lalu. Kemudian, mahasiswa Amikom Yogyakarta, Rheza Sendy Pratama. Pun, pelajar MTs yang dianiaya oleh Bripda MS, anggota Brimob di Kota Tual, Maluku belum lama ini.

Serta, para korban yang menjadi korban represi dan ditangkap oleh polisi tanpa adanya kejelasan. Satu di antaranya Perdana Arie Putra Veriasa, mahasiswa UNY yang ditangkap saat ricuh di Polda DI Yogyakarta pada Agustus 2025 lalu.

Perdana Arie kemudian menjadi terdakwa perusakan tenda milik Polda dan baru dibebaskan oleh majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sleman dalam sidang vonis, Senin (23/2/2025) kemarin.

"Ini sebagai bentuk mendoakan mereka, semoga mereka tenang di alam sana dan semoga para polisi bisa sadar bahwa hal yang mereka lakukan adalah hal yang salah. Kita sebagai masyarakat berharap akan adanya reformasi polisi," kata Yazi ditemui disela aksi, Selasa (24/2/2026).

Dalam aksinya ini, massa juga berharap setidaknya aparat kepolisian bisa sadar bahwa mereka tidak bisa semena-mena terhadap rakyatnya. Menurutnya, polisi justru harus hadir sebagai garda pelindung bagi masyarakat. 

"Tidak boleh ada lagi korban yang timbul dari rakyat, tidak boleh ada lagi korban dari demo seperti Agustus tahun lalu yang bisa dibilang menelan korban," ucap Yazi.

Pihaknya mengutuk keras tindakan represif aparat tersebut.

"Kami mengutuk kekerasan polisi. Kami adalah bagian dari masyarakat yang resah dengan kelakuan para polisi, yang muak dengan kelakuan para oknum polisi. Jadi kami berharap dan juga meminta masyarakat yang lain sadar," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sekitar pukul 19.50 WIB, massa dipukul mundur oleh aparat, namun belum membuahkan hasil. Massa kemudian melempari batu ke arah polisi.

Alhasil, massa aksi berhasil dibubarkan oleh aparat dibantu warga sekitar pukul 20.18 WIB. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

RS Islam Jakarta Sukapura Soroti Keselamatan Pasien di Tengah Pengembangan Layanan

RS Islam Jakarta Sukapura Soroti Keselamatan Pasien di Tengah Pengembangan Layanan

Rumah sakit memperkenalkan layanan stem cell dan secretome yang dikembangkan.
Testing Embed Social Media

Testing Embed Social Media

Testing Embed Social MediaTesting Embed Social MediaTesting Embed Social Media
Dedi Mulyadi Tiba-tiba Berhenti Berkuda saat Lihat Ibu Korban Tabrak Lari, Langsung Beri Bantuan Rp10 Juta

Dedi Mulyadi Tiba-tiba Berhenti Berkuda saat Lihat Ibu Korban Tabrak Lari, Langsung Beri Bantuan Rp10 Juta

​​​​​​​Dedi Mulyadi berhenti berkuda saat melihat ibu korban tabrak lari di Sumedang, langsung beri bantuan Rp10 juta dan lanjutkan agenda kirab budaya.
Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT