News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Fapet UGM Turun Tangan Hadapi Darurat Sampah, Menuju Pengelolaan Berbasis Ekonomi Sirkular di Yogyakarta

Persoalan sampah yang terus menumpuk di Yogyakarta membuat Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) mengambil langkah konkret.
Kamis, 11 Desember 2025 - 21:25 WIB
Timbulan sampah di depo RRI Kotabaru, Kota Yogyakarta, Kamis (13/11/2025) lalu.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Persoalan sampah yang terus menumpuk di Yogyakarta membuat Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (Fapet UGM) mengambil langkah konkret.

Fakultas ini turun tangan membantu pengelolaan Tempat Penampungan Sementara (TPS) dengan pendekatan ekonomi sirkular, dimana sampah tidak hanya dibuang, tetapi diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program ini menekankan pemilahan sampah organik dan anorganik, pengolahan kompos, serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomis.

Dengan demikian, TPS tidak hanya menjadi tempat penampungan, tetapi juga pusat pengolahan yang mendukung keberlanjutan lingkungan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dekan Fakultas Peternakan UGM, Budi Guntoro menyampaikan bahwa pengolahan sampah mandiri melalui pendekatan ekonomi sirkular sejalan dengan tujuan Health Promoting University (HPU) UGM.

"Kami prihatin melihat ada data sampah di Yogyakarta ini yang bisa diolah dan dikelola kembali hanya sekitar 40 persen saja," kata Budi dalam Workshop Pengolahan Sampah bertajuk 'Community-Driven Waste Management and Circular Economy in Yogyakarta', Kamis (11/12/2025).

Workshop ini diikuti oleh masyarakat kalurahan, pengelola TPS, mahasiswa maupun dosen dan dilakukan secara berseri.

Budi kemudian membeberkan pengolahan sampah yang dilakukan oleh Fakultas Peternakan UGM.

Sekarang ini, fakultasnya sudah mulai merancang bangun kaitannya dengan pengolahan sampah di limbah peternakan menjadi produk komersil berupa pupuk. 

"Ini masih mencoba alat yang kita pesan dari Jawa Timur. Mungkin (kapasitas kelola) kira-kira bisa mencapai kalau dalam satu hari terus-terusan bisa 1 ton," ucap Budi.

Sedangkan, pengelolaan sampah rumah tangga bisa mencontoh keberhasilan dari Kalurahan Triharjo.

Lurah Triharjo, Sleman, Irawan memperkenalkan, model pengolahan sampah komunal melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di wilayahnya. Model ini sudah dimulai sejak 2012, namun baru dijadikan BUMDes pada 2015.

Adapun, sampah yang dihasilkan di Kalurahan Triharjo selain rumah tangga, juga berasal dari katering, sekolah dan kantor.

Dalam perkembangannya, Irawan menyebut, ada 3 unit TPS untuk pengelolaan sampah yang diberi nama Atras (Agawe Triharjo Resik lan Asri) dengan kapasitas yang berbeda di masing-masing Atras.

"Kapasitas Atras satu, dua, dan tiga itu tidak sama. Paling besar di atras dua, hanggarnya paling besar, tenaga kerjanya juga paling banyak. Di Atras dua Sucen itu rata-rata setiap hari masuk 1,5 ton. Atras 1 dan 2 hampir sama sekitar 1 ton bisa," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di setiap Atrasnya, kata Irawan, dilengkapi dengan teknologi insenerator. Salah satunya di Morangan, Sleman yang dirancang untuk mengolah sampah menjadi minyak.

Irawan pun mengungkap, pengolahan sampah di Atras berbeda dengan yang dikelola oleh bank sampah ditingkat pemuda karang taruna. Buangan sampah seperti plastik yang masih bagus diolah menjadi kerajinan. Sedangkan, yang sudah rusak dijual. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT