News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Massa Aksi Kamisan Kirim Surat ke Enam Instansi, Singgung Soal Tindakan Represif Polisi saat Kerusuhan Agustus 2025 Lalu

Massa Aksi Kamis menggelar demonstrasi di Tugu Pal Putih Yogyakarta, Kamis (2/10/2025) sore.
Kamis, 2 Oktober 2025 - 20:28 WIB
Massa Aksi Kamisan membawa spanduk bertuliskan 'Bebaskan Kawan Kami' di Tugu Pal Putih Yogyakarta, Kamis (2/10/2025) sore.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Massa Aksi Kamis menggelar demonstrasi di Tugu Pal Putih Yogyakarta, Kamis (2/10/2025) sore.

Mereka turut mengirimkan surat kepada enam instansi terkait meliputi Komnas Hak Asasi Manusia (HAM), Komnas Perempuan, DPR RI, Kemenkopolhukam, Ombudsman dan Sekretaris Kabinet. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di dalam surat itu menyinggung soal tindakan represif polisi saat menangani kerusuhan di depan Mapolda DIY pada akhir Agustus 2025 lalu.

"Misalkan dalam membubarkan massa menggunakan petasan baik yang ditembak maupun dilempar. Bagaimana polisi salah prosedur ketika melakukan penangkapan (aktivis) hingga ketidakterbukaan informasi publik mengenai korban jiwa," kata Dany, Juru Bicara Aliansi Jogja Memanggil disela aksi.

Dany mengungkap, imbas tembakan petasan dalam aksi unjuk rasa saat itu terdapat empat orang warga Yogyakarta yang tangannya terpaksa diamputasi. Pun, bagaimana polisi menembakkan gas air mata ke perkampungan warga di sekitaran Polda DI.Yogyakarta yang akhirnya membuat lansia dan anak-anak mengalami sesak napas.

Berkaitan dengan penangkapan, polisi disebut tidak menyertakan surat pemanggilan dan sebagainya. Sedangkan, soal ketidakterbukaan informasi publik, terkait sulitnya mengakses data jumlah korban baik ke Polda DI Yogyakarta maupun rumah sakit 

"Kita butuh angka itu, seberapa banyaknya. Agar tim independen, media bisa melakukan investigasi secara independen," ucap Dany.

Melalui aksi kamisan ini, Aliansi Jogja Memanggil juga mengupayakan sejumlah rekan aktivis baik di Yogyakarta, Jakarta, Bandung, Surabaya, Makassar, dan lainnya yang ditahan bisa segera dibebaskan seiring adanya isu reformasi Polri.

Pun, mendesak tiga institusi seperti Komnas HAM, Perempuan dan DPR kembali mengangkat isu tragedi Kanjuruhan yang selama tiga tahun ini belum ada satu orang yang bertanggung jawab. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sampai sekarang, belum ada tindak-lanjut untuk memproses hukumnya. Polisi yang menembakkan gas air mata pembubar nyawa sebenarnya, bukan pembubar masa," ungkapnya. (scp/buz)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT