News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Meriahkan HUT ke-80 RI, Lebih dari 100 Orang di Yogyakarta Ikuti Lomba Melamun, Mikir Jodoh Hingga Kehidupan

Lebih dari 100 orang berpartisipasi untuk mengikuti lomba melamun yang berlangsung di Kotagede, Kota Yogyakarta, Senin (18/8/2025) sore.
Senin, 18 Agustus 2025 - 22:47 WIB
Lomba melamun diselenggarakan dalam rangka turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung di Kotagede, Kota Yogyakarta, Senin (18/8/2025) sore.
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Yogyakarta, tvOnenews.com - Lebih dari 100 orang berpartisipasi untuk mengikuti lomba melamun yang berlangsung di Kotagede, Kota Yogyakarta, Senin (18/8/2025) sore.

Perlombaan unik ini diselenggarakan dalam rangka turut memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam perlombaan ini, para peserta hanya duduk di atas matras dan beralasakan tikar yang telah disediakan oleh panitia selama kurang lebih 90 menit. Rupanya, ajang ini cukup memantik masyarakat baik dari Yogyakarta maupun luar daerah.

Satu di antaranya Intan (31) warga asal Sleman. Perempuan yang berprofesi sebagai karyawan swasta mengaku, awalnya mengikuti lomba melamun karena penasaran. 

Menurutnya, lomba melamun ini menjadi wadah bagi orang-orang yang seringkali merasakan berpikir secara berlebihan atau overthingking. Mengingat selama ini, juga belum ada ajang perlombaan melamun.

"Saya terimakasih sama penyelenggaranya yang sekreativitas ini sampai kepikiran melamun dijadikan lomba. Tadi yang dilamunin masalah hidup ada a sampai z," kata Intan.

Hanya saja, menurutnya, waktu yang disediakan untuk lomba melamun cukup lama.

"Ke depan, kalau dijadikan lomba 17 Agustusan, waktunya terlalu lama bisa 1 jam 45 menit," ucapnya.

Namun demikian, ia berharap peserta lomba melamun semakin banyak jika ajang ini kembali diselenggarakan pada HUT Kemerdekaan RI di tahun mendatang.

Peserta lomba melamun lainnya, Fitri menyebut, lomba melamun menjadi wadah untuk memikirkan beratnya kehidupan yang sedang dialaminya.

"Kebetulan lagi putus sama mantan. Juga lagi banyak kegiatan koas disini (Yogyakarta)," ucap Intan.

"Cocok untuk bengongin masa depan, kita mau jadi apa. Setelahnya langkah apa yang harus aku ambil setelah selesai pendidikan. Juga mikirin jodoh karena kehidupan gak ada yang tahu," tambahnya.

Mahasiswi asal Bukitinggi, Sumatera Barat berharap perlombaan unik ini bisa kembali diselenggarakan di tahun-tahun berikutnya. Karena ia melihat antusiasme peserta untuk mengikuti lomba lumayan tinggi.

"Saran saja, lokasinya kalau bisa di tempat yang lebih teduh. Juga ditambah tenant jajanan, booth yang menarik seperti photo booth," kata Fitri.

Sementara itu, Primas Trijati selaku perwakilan Tamasya Karsa menyampaikan bahwa lomba melamun ini digelar atas inisiatif dari para komunitas lokal yang ada di Kotagede seperti Lokanusa, Tamasya Karsa dan Life at Kotagede.

Selain itu, lomba melamun ini sebenarnya bukan kali pertama digelar. Lomba serupa sudah pernah diadakan di daerah lain yang ada di Indonesia. Namun demikian, pihaknya lebih terinspirasi dari Jepang. Karena disana, mereka punya acara dengan alat ukur detak jantung. 

"Jadi lebih kayak secara biologis terukur. Kita mencoba mengadopsi itu dengan lebih manual. Ternyata antusiasme orang-orang cukup baik. Di era sekarang ini yang dituntut serba cepat, kebut-kebutan, mungkin jeda sejenak menjadi wadah melamban," tutur Primas.

Hanya dengan membayar Rp 20.000, para peserta akan mendapatkan sejumlah fasilitas mulai dari bantal lesehan, nomor dada, sharing teh poci, es teh rempah dan snack, dokumentasi lusyu dan free cetak KTP.

"Mereka akan memperebutkan kategori yakni si paling ekspresionis dan si paling bertahan lama," ucapnya.

Mulanya, panitia tidak memiliki ekspetasi lebih jika perlombaan ini memantik perhatian banyak orang untuk mengikutinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Awalnya, (peserta) kita pengin 20 orang. Namun faktanya yang ikut sekitar 110-120 an orang. Ada yang dari luar daerah seperti Jakarta, Magelang, Malang," kata dia.

Lewat lomba melamun ini, panitia juga kepengin mengeksplor cagar budaya bernama Benteng Cempuri yang merupakan sejarah Kota Gede. (scp/buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT