News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasar Murah Ramadhan Digelar di 36 Titik Kalurahan, Pemkab Sleman Berikan Subsidi Rp 2-5 Ribu

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memulai kegiatan pasar murah selama Ramadhan 1446 Hijriah.
Kamis, 6 Maret 2025 - 14:12 WIB
Masyarakat menyerbu pasar murah di Pandowoharjo yang diselenggarakan Pemkab Sleman, Kamis (6/2/2025).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sleman memulai kegiatan pasar murah selama Ramadhan 1446 Hijriah.

Kegiatan tersebut diselenggarakan ditingkat kalurahan dengan subsidi yang diberikan oleh pemerintah sebesar Rp 2 ribu hingga Rp 5 ribu per item.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tahun ini, pasar murah diadakan ditingkat kalurahan sebanyak 36 titik lokasi di Sleman. Jadi tidak jauh dari tempat tinggalnya sehingga lebih dekat menjangkau masyarakat," kata Susmiarto, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sleman ditemui saat pembukaan pasar murah di Pandowoharjo, Kamis (6/3/2025).

Lebih lanjut, pasar murah menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengendalikan harga kebutuhan pokok yang setiap tahunnya seringkali mengalami gejolak harga selama Puasa dan Idul Fitri 2025.

"Kalau ada gejolak (harga), kita turunkan agar masyarakat yang mayoritas kemampuan ekonominya terbatas bisa belanja dengan harga terjangkau," ucapnya.

Pemkab Sleman menggelontorkan sebagian anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) untuk mensubsidi pedagang agar bisa menjual bapoknya dengan murah kepada pembeli.

"Kita subsidi Rp 2 ribu per item. Kemudian, telur subsidi sekitar Rp Rp 4-5 ribu," ungkap Susmiarto.

Pihaknya juga bekerjasama dengan TPID DIY dan TNI/Polri agar tidak ada praktik penimbunan yang kemudian berimbas pada kelangkaan barang. Masyarakat juga diimbau lebih bijak dalam berbelanja agar harganya tetap stabil. 

Di lokasi yang sama, warga Pandowoharjo, Noverma mengaku sangat terbantu dengan hadirnya pasar murah ini. Perempuan usia 45 tahun tersebut dapat membeli bahan pokok di bawah harga pasaran.

"Tadi saya ambil tiga macam ada gula pasir, minyak goreng dan terigu habis sekitar Rp 62 ribu. Harganya di bawah pasaran, ada selisih Rp 2 sampai 3 ribu," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Senada, Yulika Fitri (43), warga setempat juga membeli cabai dengan harga terjangkau. Di pasar murah ini, dirinya membeli cabai merah keriting seharga Rp 7 ribu per seperempat kg dan cabai rawit Rp 15 rb. 

"Jauh dari harga pasar. Kemarin baru beli cabai rawit Rp 96 ribu per kg kalau disini (pasar murah) cuma Rp 60 ribu per kg, ada perbedaan sekitar Rp 30 ribu per kg. Kalau cabai merah keriting kemarin sekitar Rp 40 ribu per kg," ucapnya. (scp/buz)

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT