News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rencana Relokasi PKL Stasiun Wates Dikeluhkan Pedagang

Kulon Progo, DIY - Pedagang kaki lima (PKL) yang sudah puluhan tahun berjualan di wilayah Stasiun Wates, Kulon Progo, DIY, resah dengan rencana relokasi PKL.
Jumat, 25 Februari 2022 - 12:44 WIB
Suasana lapak pedagang kaki lima (PKL) di stasiun Wates, Kulon Progo, DIY
Sumber :
  • Tim tvOne - Ari Wibowo

Kulon Progo, DIY - Pedagang kaki lima (PKL) yang sudah puluhan tahun berjualan di wilayah Stasiun Wates resah dengan rencana pemindahan atau relokasi PKL ke dua lokasi yang ditawarkan pemerintah setempat. Para PKL resah karena lokasi relokasi yang ditawarkan jauh dari keramaian.

Perwakilan PKL Stasiun Wates Utami Budi Wiharti mengatakan, kedua lokasi yang ditawarkan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo adalah Pasar Sentolo Baru dan lantai dua Pasar Bendungan. Namun untuk dua lokasi tersebut dirasa belum optimal bagi para pedagang lantaran masih sepi pembeli.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami sejatinya setuju mau ditata seperti apa, tetapi kami meminta  waktu dan tempat yang strategis. Karena berdagang merupakan penghasilan utama kami. Harapannya kami masih diberi tempat di sekitar Stasiun Wates,” ujar Utami saat ditemui, Kamis (24/2/2022).

Kondisi tersebut, lanjutnya, tentu akan mempengaruhi penghasilan sebanyak 13 pedagang yang selama ini mengandalkan para pembeli di area Stasiun Wates. Para PKL menuntut PT. Kereta Api Indonesia (KAI) selaku pemilik lahan dan Pemkab Kulon Progo sebagai pemangku kebijakan memberikan solusi yang baik bagi para pedagang.

Menurut pedagang, relokasi PKL Stasiun Wates tidak terjadi kali ini saja. Sejak beberapa tahun lalu terhitung sudah empat kali para pedagang dipindah-pindah. Mulai dari digusur dari dalam area stasiun hingga dipindahkan keluar, sampai sekarang ditawarkan pindah ke dua pasar di Kulon Progo.

Sementara itu Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta Supriyanto menyampaikan, relokasi para pedagang tersebut dilakukan sebagai upaya dari pihaknya untuk mempercantik area Stasiun Wates. Sebab menurutnya, stasiun di kabupaten Kulon Progo itu kini mulai ramai penumpang. Apalagi semenjak berjalanya KA Bandara YIA yang mendongkrak jumlah penumpang hingga 1.090 orang per hari

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pendataanya total ada 13 pedagang yang selama ini menempati area depan Stasiun Wates.  Ia pun mengaku pihaknya  sudah memberikan biaya pembongkaran kepada para pedagang. Serta membantu para PKL untuk mengangkut bekas bongkaran.

“Kegiatan sosialisasi (terkait dengan relokasi pedagang) sudah dilaksanakan semenjak bulan Januari 2022, termasuk koordinasi dengan beberapa pihak di Kulon Progo untuk penataan lingkungan stasiun Wates, ujar Supriyanto.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT