News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Solidaritas Untuk Warga Desa Wadas, Ratusan Orang Unjuk Rasa di Mapolda DIY

Ratusan orang menggelar unjuk rasa di depan Mapolda DIY, Rabu (9/2/2022), sebagai solidaritas terkait konflik lahan di Desa Wadas, Purworejo, Jawa Tengah.
Rabu, 9 Februari 2022 - 13:17 WIB
Massa aksi menggelar unjuk rasa di depan Mapolda DIY, Rabu (9/2/2022)
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetyo

Sleman, DIY - Ratusan orang dari berbagai elemen mendatangi Mapolda DIY di Jalan Lingkar Utara, Sleman, Rabu (9/2/2022). Mereka menggelar unjuk rasa sebagai aksi solidaritas terkait konflik lahan di Desa Wadas, Kecamatan Bener, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah kemarin.

Dari pantauan di lokasi, nampak ratusan massa datang dengan berjalan kaki sekitar pukul 12.00 WIB. Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk bertuliskan tuntutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perwakilan pengunjukrasa juga melakukan orasi di depan Mapolda DIY menuntut penghentian tindakan represif aparat kepolisian di Desa Wadas, Purworejo.

"Ini merupakan aksi solidaritas yang mengimbau kepada kepolisian untuk menghentikan ataupun tidak lagi melakukan segala cara-cara yang represif terhadap warga negara," ujar Era Hareva, aktivis dari LBH Yogyakarta.

Dijelaskan Era, meskipun lokasi konflik berada di wilayah Jawa Tengah, tapi mereka perlu datang ke Mapolda DIY. Hal ini sebagai bentuk aksi simbolik kepada institusi kepolisian yang disebut melakukan tindakan represif di Desa Wadas.

"Ini hanya sebagai aksi simbolik yang kita lakukan bahwa selama institusi kepolisian saya pikir bisa saling memberikan dukungan sehingga aksi kami di Polda DIY ini menjadi sesuatu yang penting untuk mengingatkan kembali kepada aparat kepolisian untuk tidak melakukan tindakan yang represif," terangnya.

Selain di Mapolda DIY, massa aksi rencananya juga akan menuju ke Kantor Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Serayu Opak di kawasan Janti, Sleman. BBWS Serayu Opak sendiri merupakan perwakilan pemerintah yang akan melakukan pembangunan bendungan di Desa Wadas, Bener, Purworejo, Jawa Tengah.

"Tuntutannya adalah meminta BBWS menghentikan proses pematokan lahan di Desa Wadas," tegasnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Terkait konflik di Desa Wadas kemarin, Era menyebut hingga siang ini masih ada puluhan warga yang ditahan di Mapolres Purworejo, Jawa Tengah. Era belum tahu kapan mereka akan dibebaskan oleh polisi.

"Sampai siang hari ini sudah ada 60an lebih orang yang masih berada di Polres Purworejo dan sampai saat ini belum ada kepastian kapan kawan-kawan kami yang sampai saat ini masih di kantor polisi akan dikeluarkan," ungkapnya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT