News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terdampak Proyek Jalan Tol Yogya-Bawen, Warga Sleman Minta Kejelasan Relokasi Makam Si Jambu

Warga di Dusun Bantulan, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman menuntut kepastian atas relokasi Makam Si Jambu yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen.
Selasa, 20 Agustus 2024 - 17:33 WIB
Makam Si Jambu yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Yogyakarta-Bawen, Selasa (20/8/2024).
Sumber :
  • Tim tvOne - Sri Cahyani Putri

Sleman, tvOnenews.com - Warga di Dusun Bantulan, Kalurahan Margokaton, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman menuntut kepastian atas relokasi Makam Si Jambu yang terdampak proyek pembangunan jalan tol Yogya-Bawen.

Tuntutan juga disampaikan warga melalui spanduk yang terpasang di jalan menuju pemakaman leluhur tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Satu di antara ahli waris, Tukimin mengaku belum adanya kejelasan mengenai proses pemindahan makam yang terdampak proyek jalan bebas hambatan itu menimbulkan keresahan bagi warga, utamanya mereka yang punya sanak-saudara di makam tersebut.

"Ya intinya, warga menuntut relokasi makam para leluhur segera dilakukan. Karena bikin resah warga kita, khususnya bagi yang punya leluhur," kata Tukimin (82) ditemui di lokasi, Selasa (20/8/2024).

Selain itu, warga juga khawatir adanya timbunan tanah dari aktivitas penggalian proyek jalan tol akan berdampak pada makam leluhurnya ketika musim penghujan datang.

"Karena sudah ada timbunan, kalau sudah hujan bisa longsor malah (makam) tertimbun," ucapnya.

Disebutkannya, Makam Si Jambu berdiri di atas tanah Sultan Ground (SG) seluas kurang lebih 1.500 meter dengan total 374 makam. Namun dari jumlah tersebut, pihak peninjau hanya menyetujui 273 makam yang direlokasi. Sisanya, menunggu proses lagi.

Di lokasi yang sama, Satrio selaku ahli waris lainnya berharap kepada pihak terkait segera merelokasi makam leluhurnya yang terdampak proyek strategis nasional (PSN) ini. Terlebih, Makam Si Jambu masih aktif untuk pemakaman warga setempat yang meninggal hingga saat ini.

Pria usia 36 tahun itu juga menyampaikan bahwa Panitikismo Keraton Ngayogyakarta sebelumnya telah menunjuk sebuah lahan SG yang tidak jauh dari Makam Si Jambu sebagai tempat relokasi. Namun hingga saat ini juga tak kunjung ada kejelasan.  

Tak hanya itu, warga disebutnya mengharapkan segera ada komunikasi dengan pemangku kepentingan mengenai hal ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena dari awal tidak ada dialog, tiba-tiba ada penimbunan, tidak ada sosialisasi di masyarakat dulu," kata Satrio.

Berdasarkan informasi yang diterima warga, pihak tol pernah memberikan informasi bahwa untuk setiap makam akan mendapat kompensasi sebesar Rp 5 juta untuk proses pemindahan. Namun untuk pemindahannya akan dilakukan oleh siapa, warga juga belum mengetahui. 

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT