News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Bukan Rubicon, Mahasiswa UGM ini Berangkat Wisuda Naik Kuda

Seorang wisudawan Universitas Gadjah Mada (UGM) punya cara unik merayakan kelulusannya. Saat para wisudawan lain datang mengendarai mobil, ia justru naik kuda
Rabu, 10 Mei 2023 - 20:37 WIB
Hendro Plered menghadiri wisuda pascasarjana UGM dengan naik kuda, Rabu (10/5/2023).
Sumber :
  • Tim tvOne - Andri Prasetiyo

Sleman, tvOnenews.com - Seorang wisudawan Universitas Gadjah Mada (UGM) bernama Endra Harsaya (60) punya cara unik untuk merayakan kelulusannya. Saat para wisudawan lain datang mengendarai mobil, ia justru datang ke UGM dengan menaiki kuda.

Pria yang akrab disapa Hendro Plered itu merupakan satu di antara ratusan mahasiswa yang menjalani wisuda Program Pascasarjana Periode III Tahun Akademik 2022/2023 di Graha Sabha Pramana (GSP) UGM.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hendro datang dengan menunggang kuda berwarna putih. Saat naik kuda, ia juga mengenakan baju toga wisuda dan atribut lengkap, serta kacamata hitam.

"IPK 4,0 kalah dengan yang viral, kalah dengan baik kuda," teriaknya dihadapan para wisudawan lain dan keluarganya yang berada di sekitar GSP UGM seusai wisuda, Rabu (10/5/2023).

Hendro Plered bercerita soal ide awalnya wisuda dengan naik kuda. Pria asal Plered, Bantul itu memang memiliki nazar apabila nantinya lulus S2 dari UGM ingin menunggangi kuda.

Kuda baginya diibaratkan sebagai kendaraan yang merakyat, sekaligus jadul atau jaman dulu.

"Naik kuda ya karena saya gak punya Rubicon, itu kan mobil golongan orang kaya, mobil top," katanya kepada wartawan.

Dipilihnya kuda menurut Hendro juga karena lebih terkesan klasik dan vintage. Sementara warna putih dari kuda betina bernama Bestie itu karena melambangkan kesucian.

"Nanti lanjut naik kuda sampai ke Kepatihan (Kantor Pemda DIY) dan akan dimandikan kembang oleh pak Wakil Gubernur," ujarnya.

Hendro Plered berhasil merampungkan pendidikan S2 dari Prodi Magister Manajemen (MM) Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) UGM. Ia memilih konsentrasi strategi marketing.

Pria yang juga seniman Yogyakarta ini menyelesaikan studi tepat waktu, yakni selama dua tahun.

"Waktunya tepat 2 tahun, tapi nilainya nggak tepat, IPK sekitar 3,3 atau 3,4," ungkapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebelum menempuh S2 di UGM, Hendro kuliah S1 jurusan Seni Teater dari Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Ia pun memiliki alasan tersendiri mengambil jurusan S2 yang tidak linier dengan S1-nya.

"Saya ambil jurusan itu karena bisnis atau dagang itu luar biasa. Bahkan, 9 dari 10 pintu rezeki menurut Rasulullah adalah berdagang. Ya jadi saya berdagang apa saja," bebernya.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

MK Tolak Gugatan Nikah Beda Agama, Ini Alasannya

Mahkamah Konstitusi (MK) secara resmi menolak permohonan pengujian Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, yang bertujuan agar pernikahan beda agama memiliki kepastian hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi Nekat Debt Collector di Jakbar: Cegat Pengendara di Jalan, Berakhir Adu Mulut dengan Pemilik Motor

Aksi percobaan penyitaan paksa kendaraan oleh kelompok debt collector atau penagih utang atau yang akrab disapa "mata elang" kembali meresahkan warga.

Trending

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Azis Samual: Mendukung Pemerintahan yang Kuat dan Efektif Melalui Reshuffle Kabinet

Dinamika politik yang sangat cepat dan tantangan global yang kian kompleks menuntut ritme kerja pemerintahan yang cepat dan efektif.
Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Gebrakan Baru Presiden Prabowo: Dari Gerakan Indonesia ASRI hingga Proyek Gentengisasi Skala Besar

Presiden Prabowo juga menyoroti masalah lingkungan hidup. Pemerintah berkomitmen penuh dalam mengelola masalah sampah secara masif dan terpadu.
Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada Akui Ressa Rizky Anaknya, Kuasa Hukum Tegaskan Pengakuan Belum Cukup Secara Hukum

Meski Denada sudah akui Ressa Rizky Rossano sebagai anak kandungnya, kuasa hukum Ressa, Ronald Armada, sebut pengakuan belum cukup secara hukum.
Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Terungkap Alasan Denada Tidak Merawat Ressa Sejak Bayi, Gugatan Sang Anak Terus Bergulir

Akhirnya Denada mengakui Ressa sebagai anak kandungnya. Meskipun sudah diakui gugatan sang anak tetap bergulir
Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai Hari Ini 2 Februari 2026 Pemilik Sertifikat Tanah Girik, Petok hingga Letter C Tahun 1967-1997 Tidak Berlaku Lagi, Masyarakat Diimbau Segera Perbarui ke Sistem Terbaru

Mulai hari ini 2 Februari 2026 pemilik sertifikat tanah girik, petok hingga letter C tahun 1967-1997 sudah tidak berlaku lagi.
Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Soal Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi, Kejaksaan Kembalikan Berkas Perkara Roy Suryo Cs

Kejaksaan mengembalikan berkas perkara Roy Suryo cs terkait kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke-7 Joko Widodo atau Jokowi.
Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Jangan Salah Amalan di Malam Nisfu Sya'ban, Ini Penjelasan Lengkap Ustaz Adi Hidayat

Ustaz Adi Hidayat jelaskan tentang amalan di malam Nisfu Sya'ban, kenali hadis yang shahih, dhaif, dan waspadai hadis palsu.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT