News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Ada Kursi, Pelajar SD Negeri Pangkalan Musi Rawas Belajar di Lantai

Miris, inilah kata yang tepat untuk menggambarkan nasib seratusan pelajar Sekolah Dasar Negeri Pangkalan, Desa Sukaraya Baru, Kecamatan STL Ulu Terawas, Muba.
Kamis, 26 Januari 2023 - 14:26 WIB
Siswa belajar tanpa kursi dan meja di SD Negeri Pangkalan Desa Sukaraya Baru.
Sumber :
  • Tim Tvone/ Arwin

Musi Rawas, Sumatera Selatan - Miris, inilah kata yang tepat untuk menggambarkan nasib seratusan pelajar Sekolah Dasar Negeri Pangkalan, Desa Sukaraya Baru, Kecamatan STL Ulu Terawas, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan. Pasalnya siswa-siswi di SD tersebut harus belajar dengan beralaskan matras seadanya bahkan ada yang harus lesehan di lantai.

Walau pun sarana yang dimiliki sekolah ini dalam kondisi memperihatinkan dan penuh keterbatasan, namun hal itu tidak menyurutkan semangat para pelajar dalam menuntut ilmu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Iya, seperti inilah keadaan SD Negeri Pangkalan, Desa Sukaraya Baru, jauh dari kata layak dan kami, guru di sini hanya bisa mengajar dan tidak bisa berbuat banyak mengenai kondisi ini,” ungkap Masrum, salah seorang guru di sekolah tersebut.

Menurut Masrum, total murid sekolah ini berjumlah sekitar 200 orang, sementara kursi yang tersedia dan layak pakai sekitar dua kelas saja. Alhasil, sebagian besar siswa terpaksa belajar beralaskan tikar atau matras, bahkan sebagian lagi siswa lainnya hanya duduk lesehan di lantai tanpa menggunakan alas apapun.

“Kalau setiap hari kegiatan belajar mengajar terus seperti ini, bagaimana mana murid kami bisa mengejar prestasi dan pintar, pak,” keluh Masrum sedih.

Sementara itu, guru yang lainya pun bercerita dan minta namanya tidak disebut, selain sarana sekolah memprihatinkan, Kepala Sekolah SD Negeri Pangkalan juga jarang masuk kantor. “Kepala sekolah di sini jarang ngantor pak dan kami di sini seperti ayam kehilangan induk, jadi dengan siapa kami mau mengadu,”  ucap seorang guru.

Dari pantauan tvOnenews.com, sebagian siswa belajar di ruang kelas lengkap dengan meja dan kursi, namun sebagian lagi harus belajar dengan cara lesehan di depan kelas maupun di ruang perpustakaan. Hal itu terjadi karena sebagian besar plafon pada ruang kelas rusak dan dikhawatirkan akan ambruk menimpa siswa yang sedang belajar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain ruang kelas minim fasilitas, tempat buang air alias WC bagi siswa juga rusak parah. Mirisnya, bila siswa maupun guru akan buang air, maka terpaksa pergi ke sungai. Atas kondisi ini, para guru berharap agar Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan supaya secepatnya bisa memberikan bantuan perbaikan sarana dan prasarana yang layak untuk kelancaran belajar mengajar di SD Negeri Pangkalan.(aza/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT