News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Main Hakim Sendiri, Seorang Pemuda Tersandung Hutang Piutang di Dumai Babak Belur Dihajar Pelaku

Wajahnya lebam, bengkak dan hidung berdarah serta mengalami kesakitan di seluruh tubuhnya, inilah yang dirasakan pria bernama Podka Fernando (24). Ia dipukuli oleh seorang pria di dekat rumahnya secara membabi buta.
Senin, 5 September 2022 - 16:28 WIB
Main Hakim Sendiri Seorang Pemuda Tersandung Hutang Piutang Di Dumai Babak Belur Dihajar Pelaku
Sumber :
  • Tim TvOne/Dedi E

Dumai, Riau - Wajahnya lebam, bengkak dan hidung berdarah serta mengalami kesakitan di seluruh tubuhnya, inilah yang dirasakan pria bernama Podka Fernando (24). Ia dipukuli oleh seorang pria di dekat rumahnya secara membabi buta.

Akibatnya, hampir seluruh tubuh Podka Fernando mengalami kesakitan. Ia sampai menjerit tak tahan saat dipukuli pria misterius tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada akhirnya pemuda warga Jalan Sei Siak, Kelurahan Buluh Kasap, Kecamatan Dumai Timur, bersama keluarganya mendatangi Markas Polisi Sektor (Mapolsek) Dumai Timur guna melaporkan kasus penganiayaan.

Berdasarkan laporan keluarga korban ke Polsek Dumai Timur dengan nomor laporan: STTBL/B/51/VIII/2022/Riau/Red Dumai/sek.D-Timur.

Kasus penganiayaan yang dialami Podka terjadi pada hari Rabu (31/8/2022). Saat ini korban bersama keluarganya mengharapkan kasus penganiayaan yang dialami Podka ini cepat terungkap dan pelakunya ditangkap.

Saat ditemui pria yang sehari-hari bekerja sebagai kasir penjual tiket travel tersebut menceritakan, kejadian bermula ketika ia sedang berada di rumahnya tiba-tiba didatangi seorang pria berinisial IKS untuk mengajak keluar.

Karena merasa kenal dengan pria tersebut dan tidak merasa curiga apapun korban pun ikut keluar rumah. Namun kira-kira sekitar 20 meter dari rumah korban, IKS ini langsung memukuli korban hingga babak belur.

Menurut korban, kasus ini bermula dari hutang piutang. Korban pernah meminjam uang pelaku sebesar Rp70 ribu rupiah. “Saya tak menduga kalau dia (pelaku) memukuli saya. Tiba-tiba saja kejadian itu,” kata korban.

Saksi mata Edi, yang juga menjadi saksi dalam laporan tersebut menerangkan, ia melihat kejadian tersebut. “Ya pak, awalnya kami mengira itu temannya korban. Pelaku datang memanggil nama korban. Lalu mereka keluar berdua. Jadi kami tidak menduga pria tersebut memukul Podka. Tiba-tiba kami mendengar ada teriakan korban,” tutur Edi.

Hal senada juga diucapkan oleh saksi lain, Tril. Tril menambahkan, ia melihat dari pintu rumah saat korban dipukuli oleh pelaku. Setelah memukul korban, pelaku ini langsung pergi. “Sebenarnya banyak yang menyaksikan kejadian ini, bukan kami saja,” terang Tril.

Kapolsek Dumai Timur, AKP Rainly L ketika dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim, Iptu Setiawan W, via Whatsapp, membenarkan adanya laporan penganiayaan tersebut.

“Iya, laporannya sudah kita terima. Sekarang kita baru memeriksa dua orang saksi. Pelaku masih dalam pengejaran anggota kita di lapangan. Kalau ada info tentang keberadaan pelaku tolong hubungi kita,” pinta Iptu Setiawan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, keluarga korban ketika ditemui mengaku tidak terima Podka dianiaya. “Ya, kami selain tidak terima anak kami dianiaya. Kalau ada masalah dengan anak kami bisa diselesaikan, jangan main pukul. Negara kita negara hukum. Kami patuh kepada undang-undang yang telah diatur dalam Pasal 108 ayat (1) dan ayat (6) yang mengatur bahwa bagi setiap orang yang melihat tindak kekerasan wajib untuk membuat laporan, apa lagi ini keluarga kita,” ujarnya.

“Selain itu kami sebagai warga yang baik harus melapor kejadian ini sesuai Pasal 1 angka 24 UU No 8 Tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Karena pemukulan merupakan tindak pidana.
Dengan adanya laporan ini kita berharap kejadian ini tidak berlaku kesiapa saja, dan juga kita minta pihak kepolisian segera mengusut tuntas perkara ini, dan si pelaku bisa dihukum setimpal dengan perbuatannya,” tambah keluarga korban. (Dep/Nof)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT