News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Terkuak, Motif Paman Bunuh Siswa SD di Medan, Pelaku Ada Dendam Keluarga

Akhirnya, terkuak juga motif paman bunuh seroang siswa SD Yayasan Baiti Jannati, yang merupakan keponakannya sendiri, di Medan.
Sabtu, 13 Agustus 2022 - 17:16 WIB
Konfrensi Pers di Polsek Medan Sunggal Soal Paman Bunuh Anak SD
Sumber :
  • tim tvone/Yoga Syaputra

Medan, Sumatera Utara - Akhirnya, terkuak juga motif paman bunuh seroang siswa SD Yayasan Baiti Jannati, yang merupakan keponakannya sendiri, di Medan.

Kapolsek Sunggal, Kompol Chandra Yudha Pranata katakan, dari penyelidikan polisi terungkap dugaan motif dan skenario rencana pembunuhan Siswa SD Yayasan Baiti Jannati. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pembunuhan siswa kelas 6 yang terjadi pada hari Selasa pagi lalu, sekitar pukul 08.00 WIB di sekolah Yayasan Baiti Jannati. kasus ini dilakukan paska penangkapan tersangka, Rahmad yang merupakan paman korban SRB," pungkas Kompol Chandra Yudha Pranata kepada awak media, Sabtu (13/8/2022).

Ia sebutkan, dari hasil penyelidikan dan penyidikan, terungkap hal dan fakta yang sangat mengejutkan serta licinya pelaku dalam pelarian selama empat hari. 

"Bahwa pengungkapan kasus ini segera dilimpahkan ke unjt PPA Polrestabes Medan. Sebab korban adalah anak di bawah umur," tuturnya.

Yudha juga jelaskan bahwa pelaku adalah tunggal dikenakan pasal 338, 340, KUHpidana. Untuk kemudian kasus ini ditindak lanjuti unit PPA.

"Pelaku tunggal dan ia empat hari melarikan diri ke lahan perladangan dan kebun kebun warga" kata Yudha.

Dari barang bukti, ia katakan, berupa pisau dapur tampak masih melekat faktur harga. Menurut Yudha pisau itu dibeli dan dibawa oleh tersangka Rahmad. 

Bahkan sebelum menikam keponakannya hingga tewas, tersangka Rahmad kerap mendatangi sekolah korban hingga mengetahui pasti alur keluar masuk ke dalam sekolah.

"Baik itu jalan masuk dari pintu utama yang ditutup pagar saat mulai belajar mengajar siswa sampai pintu masuk arah belakang pasca adanya renovasi pembangunan di sekolah," tuturnya.

"Sepeda motor ini dibawa pelaku untuk beraksi dan juga melarikan diri. Hingga kondisi kendaraan ini mogok dan habis minyak, ditinggal oleh tersangka di rumah ibadah. Sementara tersangka melarikan diri ke lahan ladang dan perkebunan warga," sambungnya menjelaskan.  

Untuk selanjutnya disebutkan, semua rencana aksi tersangka sendiri yang mengaturnya. 

"Dan surat keterangan adanya ganggun jiwa ini akan kita tindak lanjuti ke medis yang berkompeten sebagai pendampingan di balik semua kejadian yang dilakukan tersangka. Penyidikan kasus ini pun kini ditarik Porestabes Medan," ungkap Yudha. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Semenatara itu, pelaku Rahmad mengaku dendam internal kepada keluarga korban dan menyasar ke korban. Tapi keterangannya seolah-olah tidak nyambung dan terkesan mulai berakting seperti orang dengan ganguan jiwa (ODGJ).

"Saya dendam dibawa bawa dalam keributan keluarga. Saya disuruh melakukan hal ini oleh orang dan menggugurkan  kandungan" celoteh Rahmad yang awalnya normal mengakui motif dendamnya tersebut hingga berbuat keji kepadawa awak media. (Ysa/Aag)
 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Kasus Importasi Bea Cukai, KPK Ungap Motif 'Kongkalkong' Terkait Masuknya Barang Ilegal

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyebut barang kawe atau ilegal bisa masuk ke Indonesia karena adanya 'kongkalikong' antara PT Blueray dengan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu).
Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Jam Tangan Mewah Hingga Logam Mulia 5,3 Kilogram Jadi Barang Bukti Kasus Importasi Bea Cukai

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan sejumlah barang bukti senilai Rp 40,5 miliar di kasus dugaan korupsi terkait importasi barang di Direktorat Jenderal Bea Cukai (DJBC).
Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Rumah Tangga di Ujung Tanduk, Inara Rusli Siap Relakan Insanul Fahmi Kembali ke Wardatina Mawa

Pernikahan siri Inara Rusli dan Insanul Fahmi dikabarkan di ujung tanduk. Inara mengaku siap berpisah jika suaminya kembali ke istri sahnya, Wardatina Mawa.
Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Perpolitikan Indonesia Diprediksi Stabil di 2026, Pakar Ingatkan Tantangan Ekonomi yang Menantang

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai kondisi perpolitikan Indonesia di tahun 2026 masih dalam kategori stabil.

Trending

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Mustajab Kabulkan Doa, Kata Syekh Ali Jaber Coba Sedekah pada Waktu ini

Sedekah menjadi amalan sunnah yang sang dianjurkan oleh para ulama. Syekh Ali Jaber pun pernah menjelaskan hal tersebut.
Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Jawaban Menohok Pandji Pragiwaksono Soal Mens Rea Disebut Nistakan Agama

Komika Pandji Pragiwaksono menegaskan dirinya tidak melakukan penistaan agama dalam materi stand up comedy bertajuk Mens Rea.
Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Sosok John Field Bos Blueray Cargo yang Kabur Saat OTT KPK, Diduga Setor Rp7 Miliar per Bulan ke Oknum Bea Cukai

Ia ditetapkan sebagai salah satu tersangka utama kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait importasi barang kualitas rendah (KW) yang masuk ke Indonesia tanpa pemeriksaan fisik.
Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Profil Blueray Cargo, Perusahaan Jasa Impor yang Terseret OTT KPK, Bosnya Kini Buron Usai Diduga Setor 'Jatah' Rp7 M ke Bea Cukai

Kasus ini bermula ketika PT Blueray Cargo yang dipimpin John Field diduga berupaya agar barang impornya masuk melalui jalur hijau, yakni jalur pengeluaran barang tanpa pemeriksaan fisik.
Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Bos Blueray Cargo John Field Jadi Buron KPK, Bisnisnya Disorot usai Aset Puluhan Miliar Disita

Ia kini menjadi buron, dicekal ke luar negeri, dan diminta segera menyerahkan diri kepada penyidik KPK.
Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Fantastis! Harta Kekayaan Eks Direktur Bea Cukai Rizal Jadi Sorotan Usai OTT KPK, Terseret Kasus Suap Impor Bareng Bos Blueray Cargo John Field

Rizal menjabat sebagai Direktur di Bea Cukai pada 2024 hingga Januari 2026. Sebelumnya, dia menduduki posisi sebagai Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Batam.
Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Saktinya Barang Impor KW dari PT Blueray Lolos dari Pemeriksaan Fisik Setelah Berkomplot dengan Oknum Bea Cukai

Kasus dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan bermula dari PT Blueray Cargo (BR) menginginkan barang impor KW (tiruan) ilegal tidak dicek saat masuk ke Indonesia.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT