News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kurang Pasokan dari Jawa, Harga Cabai di Padang ‘Makin Pedas’

Harga cabai merah di Padang, Sumatera Barat, hingga hari ini masih belum stabil. Diperkirakan akan terus naik menjelang Hari Raya Idul Adha, di mana kebutuhan akan cabai merah makin tinggi. Terutama untuk masyarakat Sumatera Barat yang menjadikan cabai merah sebagai bahan utama masakan sehari-hari, termasuk rumah makan.
Senin, 20 Juni 2022 - 11:14 WIB
Hari ini, Senin (20/06/2022) harga cabe di Pasar Raya Padang masih ‘sangat pedas’ di harga Rp. 80 ribu perkilogram. Sementara untuk cabe hijau di harga Rp. 45 ribu perkilogram.
Sumber :
  • Tim TvOne/Wahyudi Agus

Padang, Sumbar - Harga cabai merah di Padang, Sumatera Barat, hingga hari ini masih belum stabil. Diperkirakan akan terus naik menjelang Hari Raya Idul Adha, di mana kebutuhan akan cabai merah makin tinggi. Terutama untuk masyarakat Sumatera Barat yang menjadikan cabai merah sebagai bahan utama masakan sehari-hari, termasuk rumah makan.
 
“Harga cabai merah saat ini naiknya luar biasa, kami pemilik rumah makan kecil merasakan sekali dampaknya, namun tidak bisa juga mengurangi konsumsi cabe merah lantaran tanpa cabe rumah makan kami pasti tidak dikunjungi orang,” ujar Yulinawati (50), salah seorang pemilik warung makan di Pasar Alai Padang.
 
Menurut Yuli, mau tak mau disaat harga cabai saat ini makin pedas, terpaksa rela pendapatannya sehari-hari berkurang. Karena jika pemakaian cabai dikurangi sudah sangat jelas mempengaruhi rasa dari masakannya, terutama rasa rumah makan Padang yang memang mesti pedas sebagai ciri khas.
 
Pekan kemarin, harga cabai merah lokal maupun dari Jawa di Pasar Raya Padang, mencapai Rp95 ribu per kilogram. Hari ini, Senin (20/6/2022) turun menjadi Rp80 ribu per kilogram. Sementara untuk cabai hijau dihargai Rp45 ribu per kilogram. Untuk saat ini, hanya cabai merah saja yang mengalami kenaikan tajam.
 
“Hari ini cabai Rp80 ribu per kilogram, belum tentu besok harganya berapa, karena kami tidak menerima pasokan yang sesuai dengan pesanan,” ujar Irwan, pedagang cabai merah di Pasar Raya Padang. Kata Irwan, naiknya harga cabai merah lantaran cuaca yang tidak baik sebulan terakhir.
 
“Ditambah lagi mendekati Idul Adha, kebutuhan akan cabai merah makin tinggi namun tidak sebanding dengan stok atau pasokan yang datang dari pulau Jawa,” tambahnya. Biasanya, irwan mendapatkan 100 karung per hari, namun sebulan terakhir, paling banyak pedagang cabai dan hasil bumi lainnya ini hanya memperoleh 16 karung saja.
 
Meski terus naik dan belum stabil, namun kebutuhan akan cabai merah di Padang tetap sama ketika cabai merah masih stabil pada harga 30 hingga 40 ribu rupiah per kilogram. Lantaran cabai merah merupakan komoditi yang wajib ada setiap mengolah makanan Padang. (Yud/Nof)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT