News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nasib Pilu ART Korban Dugaan Penganiayaan Oknum Polisi di Bengkulu, Gaji 6 Bulan Juga Tak Dibayar

Asisten Rumah Tangga berinisial YA (22) melaporkan majikannya karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya hingga mengalami luka cukup serius nyaris di sekujur badan korban. Dari laporan korban ini majikannya merupakan seorang anggota Polisi yang berdinas di Polda Bengkulu, selain mendapatkan penganiayaan dan kekerasan dari sang oknum polisi, korban juga mendapat perlakukan yang sama dari sang istri majikan.
Kamis, 9 Juni 2022 - 16:11 WIB
Korban didampingi kuasa hukum mendatangi Bid Propam Polda Bengkulu
Sumber :
  • Tim tvOne/RG Miko

Bengkulu - Asisten Rumah Tangga berinisial YA (22) melaporkan majikannya karena diduga telah melakukan penganiayaan terhadap dirinya hingga mengalami luka cukup serius nyaris di sekujur badan korban. Dari laporan korban ini majikannya merupakan seorang anggota Polisi yang berdinas di Polda Bengkulu, selain mendapatkan penganiayaan dan kekerasan dari sang oknum polisi, korban juga mendapat perlakukan yang sama dari sang istri majikan.

Diceritakan korban saat akan memberi keterangan di Bid Propam Polda Bengkulu saat mulai bekerja pada bulan Desember lalu dirumah B dan EL telah mulai mengalami penganiayaan, seperti halnya dipukul dan disiram menggunakan air panas, disiram air cabe, bahkan tidak digaji hingga saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Bila saya lama atau telat bekerja, mereka memarahi dan menghina hingga memukul dengan tongkat besi," ceritanya, Kamis (09/06/2022).

Ia juga mengatakan selain tindak kekerasan dan disiram, tubuhnya juga di setrika oleh pelaku, akibatnya tubuhnya mengalami luka bakar terlebih bila dirinya tertidur saat bekerja. 

"Sedikit saja saya lamban bekerja langsung saya di siksa, baik oleh suaminya ataupun istri pelaku," ungkap korban.

Dilanjutkan YA, dirinya tidak ingat lagi berapa kali pernah dipukul atau disiram, karena saat mendapatkan siksaan dilarang berteriak atau mengadu, tentunya dengan ancaman.

"Saya pernah diancam kalau melaporkan atau berteriak akan di gantung menggunakan tali, makanya selama lima bulan lebih saya hanya diam mendapat siksaan dari kedua pelaku, saya minta pelaku dihukum seberat beratnya, tidak ada kata damai," lanjut YA.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Bengkulu, Kombespol. Sudarno tidak menampik adanya laporan dari warga yang mengalami siksaan serta penganiayaan dari anggota polisi. Saat ini oknum polisi yang dilaporkan sudah dilakukan pemeriksaan baik internal maupun dugaan pidana umumnya.

"Iya kita proses, jika memang ada anggota polisi yang melakukan tindakan tersebut akan di proses. Khusus perkara ini sudah di tangani Bid Propam dan Polres Bengkulu si anggota polisinya, kita masih menunggu proses pemeriksaan", ujar Sudarno.

Dikatakan Sudarno, jika memang benar terjadi tindak pidana umum yang dilakukan oleh oknum polisi ini maka hukum harus tetap ditegakkan, kendati anggota polisi sekalipun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tidak ada pengecualian untuk hukum, semua tetap akan di proses sesuai aturan yang ada, terlebih jika oknum ini benar melakukan maka Bid Propam juga melakukan penindakan terhadap anggota ini", pungkasnya.

Sementara pasca dilaporkan di Polres Bengkulu pada Rabu kemaren (8/6/2022), oknum anggota polisi berinisial B ini telah diamankan anggota Paminal Bid Propam Polda Bengkulu, dan untuk di Polres pun polisi telah memanggil lima orang saksi. (Rgo)
 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT