News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Lepas Rindu dalam Jeruji Besi, Warga Binaan Lapas Kelas Dua B Buka Puasa Bersama Keluarga 

Pemandangan berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pariaman pada sore hari di bulan Ramadan kali ini. Kawat berduri yang biasanya tampak
Kamis, 12 Maret 2026 - 14:18 WIB
KPLP Lapas Kelas II B Pariaman, Yosua S Sagala bersama keluarga warga binaan saat buka puasa.
Sumber :
  • tim tvOne/Andri Saputra

Pariaman, tvOnnews.com – Pemandangan berbeda terlihat di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Pariaman pada sore hari di bulan Ramadan kali ini. Kawat berduri yang biasanya tampak mengancam seolah kehilangan ketajamannya di bawah langit senja. Tawa renyah anak-anak menyeruak di antara percakapan hangat keluarga yang memenuhi ruangan terbatas tersebut.

Ratusan pria berseragam warga binaan duduk bersimpuh. Mereka tidak sedang menghadap jeruji besi, melainkan bersandar pada bahu dan wajah-wajah yang paling mereka rindukan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Momentum Ramadan senantiasa disambut sukacita oleh umat Muslim di seluruh dunia. Kebersamaan yang dibalut ketaatan ibadah mewarnai bulan penuh ampunan (maghfirah) ini. Namun, nuansa emosional yang jauh lebih dalam dirasakan oleh para warga binaan yang harus mendekam di balik jeruji sebagai bentuk pertanggungjawaban pidana.

Luka di Kampung Sendiri

Hal itulah yang dirasakan oleh Dikiman (49). Kasus penembakan kambing tetangga yang masuk ke ladangnya memaksa pria ini merasakan sepi dari kehangatan keluarga. Vonis hakim mengharuskannya mendekam selama lima bulan di Lapas Kelas IIB Pariaman.

Bagi Dikiman, berpisah dengan keluarga sebenarnya bukan hal baru. Sebagai mantan pelaut yang bekerja di kapal tuna sejak 1997 hingga 2006, ia sudah terbiasa hidup sendiri dan jarang pulang.

"Kalau soal dipenjara, bagi saya tidaklah begitu menyakitkan karena saya sudah terbiasa sebagai pelaut yang pulang setahun sekali," ujarnya tegar.

Namun, realitas kali ini berbeda. Kesendirian di kampung halaman sendiri, yang dibatasi oleh aturan dan jeruji, membuatnya tak mampu menahan nestapa. Ia terpaksa berpisah dengan buah hatinya yang baru berusia dua tahun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Momen kali ini begitu pahit. Ketika saya sudah memutuskan berhenti berlayar dan memilih berladang agar bisa berkumpul bersama keluarga, sekarang saya justru harus mendekam di penjara hanya karena kasus pembunuhan ternak yang memakan tanaman di ladang saya," tuturnya kepada tvOnenews.com saat acara buka bersama keluarga, Kamis (5/3/2026).

Bagi pria yang telah menjalani dua bulan masa hukuman ini, kasusnya terasa sangat memukul batin. "Saya banyak merenung di sini, mencoba bersabar dan ikhlas. Bagi saya, orang yang buta hukum dan tidak memiliki relasi kuat, akhirnya harus berakhir di balik jeruji," lirihnya.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

KPK Catat 96,24 Persen Pejabat Negara Telah Setor Laporan Harta Kekayaan 2025

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis data terbaru mengenai kepatuhan para penyelenggara negara dalam melaporkan harta kekayaannya. 
Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Periode Pasca Peak Season Ramadan dan Lebaran Jadi Penentu Keberlanjutan Bisnis Digital

Setelah periode Ramadan dan Idul Fitri yang menjadi puncak aktivitas e-commerce pada kuartal pertama
Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR Kunker ke BPS Sulteng, Fokus Sensus Ekonomi 2026

Komisi X DPR RI melaksanakan kunjungan kerja (Kunker) ke Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada Rabu (1/4/2026). Kegiatan yang
Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Dukung Transisi Energi, SPKLU Terbesar di Indonesia Ada di Bekasi, Isi Daya Hanya 20 Menit

Seiring dengan pesatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia, kebutuhan akan infrastruktur pengisian daya yang mumpuni menjadi hal yang krusial. 
Ihwal Kasus Amsal Sitepu, Lola Nelria: Aparat Hukum Harus Jaga Amanah Publik

Ihwal Kasus Amsal Sitepu, Lola Nelria: Aparat Hukum Harus Jaga Amanah Publik

Anggota Komisi III DPR RI Fraksi NasDem, Lola Nelria Oktavia, menegaskan pentingnya menjaga amanah publik dalam pelaksanaan tugas aparat penegak hukum saat RDPU

Trending

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah Jamin Produktivitas ASN Tetap Terjaga di Tengah Kebijakan WFH Taktis

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan WFH bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) sebanyak satu hari dalam seminggu merupakan strategi jangka pendek yang terukur. 
KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

KNVB Resmi Larang 3 Pemain Timnas Indonesia Main di Liga Belanda, Maarten Paes Terbebas

Federasi Sepak Bola Belanda, KNVB, melalui seorang juru bicara, melarang para pemain Timnas Indonesia yang berkarier di Liga Belanda untuk bermain. Namun, Maarten Paes tidak termasuk dalam daftar tersebut.
Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

Warga Bekasi dan Sekitar Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan Apartemen Meikarta Akan Bisa Dicicil Mulai Rp1 Jutaan

​​​​​​​Dedi Mulyadi umumkan Apartemen Meikarta bisa dicicil mulai Rp1 jutaan. Warga Bekasi berpenghasilan UMK kini punya peluang miliki hunian yang layak.
Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Ucapan Jay Idzes Jadi Sorotan Media Bulgaria usai Timnas Indonesia Gagal Juara FIFA Series 2026

Pernyataan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, menjadi sorotan besar media Bulgaria usai kekalahan tipis skuad Garuda di final FIFA Series 2026. Seperti apa?
Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Gara-gara Emil Audero, Timnas Indonesia Jadi Sorotan Media Italia usai Gagal Lawan Bulgaria di FIFA Series

Media Italia ikut menyoroti kekalahan tipis Timnas Indonesia dari Bulgaria di ajang FIFA Series 2026. Sebut Emil Audero jadi penyebab gagalnya skuad Garuda?
Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Media Vietnam Heran dengan Bulgaria, Padahal Sudah Kalahkan Timnas Indonesia tapi Tetap Puji Garuda Setinggi Langit

Kekalahan tipis Timnas Indonesia di final FIFA Series ternyata tidak menghapus kesan positif di mata dunia. Media Vietnam heran dengan pujian pelatih Bulgaria.
Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi Ngambek Saat Sidak, Kucurkan Rp20 Juta untuk Perbaikan Atap SMA Negeri di Subang

Dedi Mulyadi sidak SMA Negeri di Subang, temukan kondisi kotor dan atap rusak. Ia langsung kucurkan Rp20 juta dan beri nasihat tegas soal kreativitas.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT