GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Naluri Berdagang Menyelamatkan Pesmi Ermi dari Stres Pascabencana

Hampir tiga bulan lamanya bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Tanah Minangkabau. Duka dan kenangan kelam itu masih menyelimuti masyarakat, ter
Rabu, 18 Februari 2026 - 16:30 WIB
Pesmi Ermi penghuni huntara SD Negeri Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan duduk menunggu pembeli di depan huntara sekaligus warung sederhana miliknya di Kabupaten Agam, Rabu (18/2/2026).
Sumber :
  • tim tvOne/Antara

Kabupaten Agam, tvOnenews.com - Hampir tiga bulan lamanya bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda Tanah Minangkabau. Duka dan kenangan kelam itu masih menyelimuti masyarakat, terutama mereka yang ditinggal pergi untuk selamanya oleh sanak saudara yang menjadi korban.

Secara perlahan masyarakat memang sudah mulai bangkit dari keterpurukan yang menimpa kampung halaman mereka. Bayang-bayang dan memori dahsyatnya sapuan banjir, terus terekam dalam ingatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Begitu juga yang dialami Pesmi Ermi, warga hunian sementara (huntara) SD Negeri 05 Kayu Pasak, Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Ibu empat anak yang sudah menginjak usia senja ini berusaha bangkit dari bayang-bayang yang kerap melintas di benaknya.

Kehilangan harta benda atau mata pencarian bukanlah penyebab hingga kini ia masih kerap bermurung diri. Kegundahan hatinya tak lain karena harus menerima kenyataan pahit Ramadhan tahun ini, ia tidak lagi bisa menyantap makan sahur dan berbuka bersama dengan anak perempuannya akibat disapu banjir bandang di akhir November 2025.

Jika dikenang, kata dia, perasaan sangat sedih. Anak kedua dari empat bersaudara itu baru saja menikah tiga bulan, sebelum bencana terjadi. Kesedihannya makin mendalam mengingat kepergian anak perempuannya disertai oleh calon cucu yang baru berusia tiga bulan dalam kandungan ibunya.

Perempuan yang bersuamikan laki-laki Madura ini menyadari, bersedih, apalagi meratapi keadaan, bukanlah sesuatu yang baik, meskipun sangat berat untuk berpura-pura bahagia di tengah situasi pascabencana.

"Di awal-masuk huntara, saya sering bermenung dan tiba-tiba menangis karena ingat anak perempuan saya yang sedang hamil tiga bulan disapu banjir bandang," kenang dia.

Menjelang masuknya bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah, Pesmi yang juga seorang guru mengaji di taman pendidikan Al Quran di Nagari Salareh Aia, perlahan mencoba bangkit. Ia sadar apa yang selama ini dialaminya merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan.

Ia tak ingin terus berlarut-larut dalam kesedihan dan mencoba mencari kesibukan untuk mengusir memori-memori masa lampau yang kerap melintas di pikirannya. Di suatu ketika, ia terpikirkan untuk berjualan di huntara yang ditempati, saat ini.

Berdagang bukanlah sesuatu yang baru bagi Pesmi dan suaminya yang bernama Suparmanto. Pasangan suami istri ini sudah berdagang sejak bertahun-tahun. Kini, aktivitas itu kembali ia mulai dari nol, dengan menjual berbagai kebutuhan harian, seperti makanan ringan, gas elpiji, umbi-umbian, lele asap, minuman kaleng, kacang-kacangan, dan lain sebagainya.

"Sebenarnya, awal berdagang di huntara untuk menghilangkan stres, tapi saya sadar, ini juga demi membiayai pendidikan anak," ujarnya.

Untuk modal awal, Pesmi memanfaatkan tabungan dan sejumlah uang yang dikirimkan oleh kerabatnya dari Tanah Jawa. Meski jual belinya tidak sebesar sebelum dilanda bencana, namun pundi-pundi rupiah itu sudah menjadi penyemangat untuk berani bangkit.

Di awal-awal berdagang, ia bersama suami pergi ke daerah Bawan, Kecamatan Ampek Nagari, untuk membeli mesin kukur kelapa. Hal ini mengingat belum ada satupun warga yang menjual kelapa parut untuk kebutuhan selama di huntara.

Selain untuk mengisi kesibukan harian, berdagang juga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sekaligus membiayai anaknya yang kini masih duduk di bangku sekolah menengah pertama, dan kuliah di salah satu perguruan tinggi negeri di Kota Padang.

Pesmi paham betul, jika hanya mengharapkan bantuan dari orang lain atau pemerintah saja, maka cita-citanya menjadikan anaknya orang yang sukses tidak akan pernah terwujud.

Tak hanya bersemangat berdagang, perempuan berdarah Minangkabau ini juga antusias menyambut datangnya bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah. Bahkan, ia bersama suami menyempatkan diri menonton Sidang Isbat yang digelar Kementerian Agama pada Selasa (18/2) malam lewat televisi.

Ia merasa gembira menyambut Ramadhan, meskipun sama sekali tidak pernah menyangka akan melaksanakan puasa 2026 di huntara, sekaligus tanpa anak perempuannya yang turut menjadi korban banjir bandang.

"Mungkin ini ujian dari Allah, kami harus sabar dan kuat menghadapinya," ujar dia.

Senada dengan Pesmi, Evi, pedagang, sekaligus penghuni huntara 05 SD Negeri Kayu Pasak, mengaku sudah berjualan sejak 10 hari terakhir. Ia bersama suaminya memberanikan diri membuka tabungan Rp6 juta hingga Rp7 juta, sebagai modal awal berdagang.

"Dulu, sebelum bencana, kami memang sudah berjualan barang kebutuhan harian. Kini, sejak tinggal di huntara, usaha berdagang kembali kami lanjutkan, demi kebutuhan sehari-hari," ujarnya.

Bagi Evi, pasrah dengan keadaan bukanlah pilihan bijak. Meski masih diselimuti rasa trauma akibat bencana di akhir tahun 2025, namun kehidupan tetap berlanjut dan harus diperjuangkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perjuangan Pesmi dan Evi yang berdagang di huntara tidak hanya mengajarkan tentang semangat atau perjuangan. Lebih jauh dari itu, apa yang mereka lakukan semakin menegaskan jiwa berdagang orang Minangkabau tidak pernah padam, meski di tengah situasi sedih, sekalipun.

Sebagai tambahan informasi, huntara SD Negeri 05 Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, baru saja diresmikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia (PMK) dan Kebudayaan Pratikno bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada 24 Januari 2026. Di kawasan ini, pemerintah membangun 117 huntara sebagai respons percepatan pemulihan dampak bencana. (Ant/wna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Mauro Zijlstra Mengaku Kaget dengan Gaya Main Liga Indonesia

Penyerang Timnas Indonesia Mauro Zijlstra mengaku terkejut usai menjalani debut bersama Persija Jakarta di ajang Super League 2025/2026. Ia menilai gaya bermain
[Berita Foto] Perayaan Imlek Partai Demokrat, AHY: Perjuangkan Seluruh Rakyat Tanpa Memandang Latar Belakang

[Berita Foto] Perayaan Imlek Partai Demokrat, AHY: Perjuangkan Seluruh Rakyat Tanpa Memandang Latar Belakang

Partai Demokrat menggelar perayaan Tahun Baru Imlek 2557 Kongzili Tahun 2026 secara meriah di Djakarta Theater, Jakarta, pada Rabu (18/2/2026). 
Setyo Budiyanto Soal Isu Pengembalian UU KPK ke Versi Lama: Kami Tak Mau Terjebak dengan Urusan Perubahan

Setyo Budiyanto Soal Isu Pengembalian UU KPK ke Versi Lama: Kami Tak Mau Terjebak dengan Urusan Perubahan

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Setyo Budiyanto menegaskan bahwa tidak ingin terjebak terkait dengan urusan perubahan Undang-Undang.
Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Terjual Rp6,5 Miliar, Uang Hasil Lelang Lukisan SBY "Kuda Api" Disumbangkan untuk Bantuan Kemanusiaan

Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyebut uang hasil lelang lukisan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akan disumbangkan.
Pusat Jual Takjil hingga Jelang Buka Puasa Jadi Jam Rawan Macet Selama Ramadhan, Polisi Lakukan Ini

Pusat Jual Takjil hingga Jelang Buka Puasa Jadi Jam Rawan Macet Selama Ramadhan, Polisi Lakukan Ini

Tim Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya telah memetakan jam rawan kepadatan lalu lintas saat bulan Ramadhan 2026 di wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Pengakuan Dosa Shayne Pattynama, Aksi Emosionalnya di Laga Timnas Indonesia vs Irak

Pengakuan Dosa Shayne Pattynama, Aksi Emosionalnya di Laga Timnas Indonesia vs Irak

Bek Timnas Indonesia Shayne Pattynama akhirnya mengungkap kalimat serta gestur yang membuat wasit asal China Ma Ning, mengganjarnya kartu merah dalam laga vs -

Trending

Detik-detik Kebakaran Terjadi di Ruang CCTV Masjid Istiqlal Saat Tarawih Perdana, 9 Unit Damkar Dikerahkan

Detik-detik Kebakaran Terjadi di Ruang CCTV Masjid Istiqlal Saat Tarawih Perdana, 9 Unit Damkar Dikerahkan

Kebakaran terjadi di ruang CCTV Masjid Istiqlal, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Rabu (18/2/2026) malam. Kebakaran terjadi saat shalat tarawih berlangsung.
Lautaro Cs di Ujung Tanduk, Kartu Kuning Bisa Jadi Petaka Inter Milan di Kandang Bodo/Glimt

Lautaro Cs di Ujung Tanduk, Kartu Kuning Bisa Jadi Petaka Inter Milan di Kandang Bodo/Glimt

Inter Milan bakal menghadapi tantangan berat saat bertandang ke markas Bodo/Glimt pada leg pertama play-off Liga Champions, yang digelar dalam kondisi cuaca dingin ekstrem di Norwegia, Kamis (19/2/2026) dini hari WIB.
Insiden Panas Liga Champions, Vinicius Junior Vs Prestianni Jadi Sorotan Mengejutkan

Insiden Panas Liga Champions, Vinicius Junior Vs Prestianni Jadi Sorotan Mengejutkan

Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, membantah tuduhan melakukan penghinaan rasial terhadap penyerang Real Madrid, Vinicius Junior, pada laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/2026 di Stadion Da Luz.
Media Belanda Pastikan Persib Selangkah Lagi Dapat Ronald Koeman Jr.

Media Belanda Pastikan Persib Selangkah Lagi Dapat Ronald Koeman Jr.

Kiper SC Telstar Ronald Koeman Jr. dikabarkan tengah menjalani proses negosiasi dengan Persib Bandung jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Persib disebut
Setan Dikurung Saat Bulan Ramadhan, Kenapa Manusia Masih Berbuat Dosa? Simak Penjelasannya

Setan Dikurung Saat Bulan Ramadhan, Kenapa Manusia Masih Berbuat Dosa? Simak Penjelasannya

Sebagian umat Islam percaya bahwa saat bulan Ramadhan tiba, setan-setan dibelenggu. Namun, masih banyak orang yang tetap melakukan perbuatan dosa. Kok Bisa?
Profil Wasit Persib Bandung Vs Ratchaburi FC Majed Mohammed Alshamrani, Pengandil yang Gagalkan Timnas Indonesia ke Olimpiade

Profil Wasit Persib Bandung Vs Ratchaburi FC Majed Mohammed Alshamrani, Pengandil yang Gagalkan Timnas Indonesia ke Olimpiade

Majed Mohammed Al-Shamrani akan menjadi pengandil di laga penentu Persib melawan Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Kota Bandung, Rabu (18/2/2026). 
Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 Jelang Seri Bogor: Megawati Hangestri Cs Tak Tersentuh, Persaingan Tim Putri Makin Panas!

Klasemen Proliga 2026 jelang Seri Bogor, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan berhasil membawa Jakarta Pertamina Enduro tak tersentuh di puncak dan persaingan tim putri makin ketat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT