Medan, tvonenews.com - Sebanyak 140 siswa di SMKN 10 Medan terancam tidak bisa mendaftar ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dengan jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP). Hal ini dipicu karena lalainya pihak sekolah dalam menyelesaikan finalisasi Pangkalan Data Sekolah dan Siswa (PDSS).
Menyikapi permasalahan itu, ratusan siswa-siswi dan orang tua murid berunjuk rasa menuntut pertanggungjawaban pihak sekolah dengan membentangkan spanduk protes di sejumlah area gedung SMKN 10 Medan.
"Sistem buruk. Penipu, penjahat paling busuk adalah penjahat merusak masa depan bangsa. Kami gak layak eligible? Situ layak jadi guru? Tanggung jawab," tulis siswa di spanduk kritikannya.
Oktavia Situmorang, perwakilan orang tua murid sebelumnya sudah datang menemui pihak sekolah SMKN 10 Medan untuk mempertanyakan finalisasi PDSS agar anaknya tetap bisa mendaftar jalur SNBP, namun sampai perpanjangan waktu PDSS belum juga selesai.
"Saya sempat bertemu dengan operator sekolah, ibu Indah menyatakan bahwa nilai semester 5 tidak terupdate di sistem. Mereka menggunakan e-rapot tapi tidak terbaca di sistem, sementara kita tahu lewat e-rapot lebih praktis dan langsung masuk," kata Oktavia Situmorang saat diwawancarai di SMKN 10 Medan Jalan Cik Ditiro, Kota Medan, Kamis (6/2/2025).
Ia menyayangkan kinerja pihak sekolah SMKN 10 Medan yang lambat. Jika ditemukan masalah saat penginputan, Oktavia menjelaskan harusnya pihak sekolah bisa mencarikan solusi.
"Dan kalau permasalahannya seperti itu pihak sekolah menyurati atau minta ke Dinas Provinsi menanyakan supaya permasalahan di sistem ini dapat selesai," cetusnya.
Load more