News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siswa SMP di Lampung Timur Alami Gangguan Pendengaran Akibat Ditampar Kepala Sekolah

Korban, seorang remaja berusia 15 tahun dengan inisial RD, mengalami serangkaian tamparan yang menyakitkan setelah kedapatan memakai topi sekolah dengan posisi terbalik.
Rabu, 12 Juni 2024 - 14:02 WIB
Kuasa hukum menunjukkan laporan polisi Siswa SMP di Lampung Timur ditampar kepala sekolah.
Sumber :
  • Pujiansyah

Lampung Timur, tvOnenews.com - Seorang siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Lampung Timur, Lampung, dilaporkan mengalami gangguan pendengaran parah setelah ditampar oleh kepala sekolahnya.

Peristiwa tragis ini terjadi di SMPN 1 Raman Utara, Kabupaten Lampung Timur, dan telah menggegerkan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Korban, seorang remaja berusia 15 tahun dengan inisial RD, mengalami serangkaian tamparan yang menyakitkan setelah kedapatan memakai topi sekolah dengan posisi terbalik. Insiden itu terjadi pada Sabtu (1/6/2024) ketika RD hendak mengambil nomor ujian di ruang Tata Usaha sekolah.

Sang kepala sekolah, berinisial EP, tanpa berkata banyak langsung menampar RD sebanyak delapan kali, meninggalkan telinganya berdengung dan mengalami gangguan pendengaran yang serius.

Kondisi RD yang semakin memburuk setelah insiden itu membuatnya akhirnya menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya. Ibunya, Sulis Mariyati, dengan berat hati melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Raman Utara pada Minggu (2/6/2024).

“Sampai sekarang telinga anak saya berdengung dan pendengaran berkurang," ujar Sulis, ibu RD, saat diwawancarai di rumahnya.

Namun, keluhan Sulis tidak berhenti di situ. Dia juga mengungkapkan bahwa setelah melaporkan peristiwa itu, dia mengalami intimidasi dari oknum koordinator wilayah (korwil) Pendidikan Raman Utara.

Tanggapan atas kejadian ini pun mulai bermunculan. Kepala Dinas Pendidikan Lampung Timur, Marsan, menyatakan akan melakukan pemanggilan terhadap kepala SMPN 1 Raman Utara untuk klarifikasi lebih lanjut.

"Nanti akan kami lakukan pemanggilan dan dilaksanakan klarifikasi seperti apa terjadinya hal tersebut," ucap Marsan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain dilakukan pemanggilan, pihaknya juga akan menurunkan tim untuk memastikan seperti apa kejadian tersebut. "Kalau memang itu terjadi benar-benar seperti itu, kita secara kedinasan sangat menyayangkan hal tersebut," ucap Marsan.

Hingga Selasa siang belum ada keterangan dari pihak Polsek Raman Utara terkait laporan peristiwa penamparan yang dialami oleh RD. (puj/nof)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT