News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pra Eksekusi Lahan di Sei Rampah Ricuh, Keluarga Pemohon dan Juru Sita Pengadilan Dianiaya Warga

Pembacaan konstatering atau pra eksekusi Pengadilan Sei Rampah ricuh, tim juru sita pengadilan serta seorang keluarga ahli waris dianiaya warga sekitar, Selasa (7/5/2024).
Selasa, 7 Mei 2024 - 22:15 WIB
Kericuhan Warga.
Sumber :
  • Sukri

Serdang Bedagai, tvOnenews.com - Pembacaan konstatering atau pra eksekusi Pengadilan Sei Rampah ricuh, tim juru sita pengadilan serta seorang keluarga ahli waris dianiaya warga sekitar, Selasa (7/5/2024). Puluhan warga yang mendiami lahan tersebut mencoba mengusir tim juru sita Pengadilan Negeri Sei Rampah yang datang bersama pemohon eksekusi.

Warga memprovokasi petugas juru sita dengan menggeber sepeda motor bebek hingga mengeluarkan asap yang mengepul di sekitar lokasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pergi kalian semua, jangan coba-coba ganggu kami," teriak emak-emak di lokasi kejadian, Selasa (7/5/2024).

Akibat dari peristiwa tersebut, seorang keluarga yang dianiaya warga sekitar mengalami luka pada bagian kepala, dan pelipis mata mengeluarkan darah.

Puluhan warga terlihat menghalang-halangi proses pengukuran pihak Kantor  ATR BPN Sei Rampah. Namun, warga yang diduga orang suruhan ini mulai brutal dengan mendorong pihak PN Sei Rampah bahkan mengejar dan menganiaya keluarga pemohon.

"Tujuan kami datang hanya melalukan pembacaan konstatering atau pemeriksaan dan pencocokan dengan nomor 1/konstatering/ 2024/pn sei rampah/ juncto no.2690.k/pdt/2023 /junto no.25/pdt/2023/pt.medan/ juncto no.8/pdt.g/2022/pn sei rampah/. Tidak ada maksud dan tujuan lain," ujar Rahmat Diansyah, tim juru sita PN Sei Rampah, Selasa (7/5/2024).

Akibat kericuhan ini kuasa hukum dari Tengku Nurhayati selaku pemohon eksekusi lahan tersebut menegaskan bahwa, kericuhan yang terjadi diduga ada aktor intelektual untuk menggagalkan pra eksekusi.

"Kami sangat sesalkan keluarga pemohon menjadi korban tindakan anarkis dari keberutalan warga, padahal tidak ada hubungannya hari ini dengan eksekusi," jelas Dedi Suheri, Kuasa Hukum Pemohon, Selasa (7/5/2024).

Akibatnya, korban pengaiayaan tersebut pun membuat laporan ke Polda Sumut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Sehingga kami putuskan untuk mengadukan kasus penganiayaan yang dilakukan secara bersama-sama ini ke Polda Sumatera Utara. Karena kami percaya pihak Polda Sumatera Utara, dapat bersikap netral dan bersikap adil," harapnya.

Pasca kericuhan ini pihak PN Sei Rampah yang telah selesai membacakan konstatering memutuskan menunda pengukuran lahan, namun pelaksanaan eksekuai atas lahan akan tetap dilaksanakan dalam waktu dekat. (asr/nof)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT