News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nyaris Tewas, Ini Cerita Luthfi Korban Leher Terlilit Kabel Menjuntai di Medan

Pria berusia 25 tahun ini nyaris tewas usai lehernya terlilit kabel yang menjuntai di tengah jalan tepatnya di Simpang Universitas Negeri Medan (Unimed) Jalan Wiliam Iskandar, Kecamatan Medan Tembung.
Kamis, 29 Februari 2024 - 10:31 WIB
Korban, Luthfi.
Sumber :
  • Ahmidal Yauzar

Medan, tvOnenews.com - Jumat, 23 Februari 2024 lalu hari nahas bagi pengendara sepeda motor bernama Luthfi Simanjuntak. Pria berusia 25 tahun ini nyaris tewas usai lehernya terlilit kabel yang menjuntai di tengah jalan tepatnya di Simpang Universitas Negeri Medan (Unimed) Jalan Wiliam Iskandar, Kecamatan Medan Tembung.

Dalam keadaan terbaring dengan kondisi leher yang masih diperban, Luthfi menceritakan bagaimana peristiwa yang hampir merenggut nyawanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia bilang, sore itu seperti biasa ia keluar dari rumahnya melintas di seputaran Jalan Wiliam Iskandar menuju Jalan Menggala Kota Medan untuk menjemput istrinya sepulang bekerja.

Sekira Pukul 17.00 WIB, saat melintas tepatnya di simpang Unimed dengan kecepatan rendah, ia sama sekali tidak melihat kabel yang menjuntai di tengah jalan. Sesaat, kabel tersebut menempel lalu melilit bagian leher yang membuatnya tersungkur dari sepeda motor.

“Waktu kejadian saya sama sekali tidak sadar, tidak tau bahwasannya leher saya ini terlilit. Yang saya tahu saya itu terkapar di aspal ditabrak pengendara lain," kata Luthfi terbata-bata saat menceritakan peristiwa itu di kediamannya, Rabu (28/2/2024) sore.

Kepanikan dan kecemasan pun dirasakan Luthfi ketika dirinya mulai tersadar dari peristiwa nahas itu, sejumlah warga yang berada di lokasi berteriak, sesekali menyebutkan jika Lutfhi sudah mati.

“Mati mati, lehernya putus kata warga waktu itu. Mendengar ucapan itu rasanya sekujur tubuh saya ini spontan kebas, lalu saya pegang leher saya, bagian belakang leher juga saya pegang disitu saya menyadari kalau leher saya berdarah, semakin panik lah saya," ucap Lutfi sesekali mengernyit seakan merasa kesakitan di lehernya.

Menyadari luka yang mengelilingi lehernya, Luthfi pun meminta pertolongan ke warga agar segera membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Mirisnya, tak seorang pun di lokasi itu yang membantunya, namun warga malah sibuk merekam kejadian yang menimpanya.

Tidak berselang lama, Lutfhi menjelaskan jika ia dibantu oleh dua orang pemuda. Dengan tubuh melemas ia langsung dievakuasi ke pinggir jalan, disitu ia sempat menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT