Dugaan Kasus Penjegalan di Kongres Askot PSSI Kota Medan Menguap dan Ketum PSSI Diminta Anulir, Ini Kata Panitia
- Yoga Syahputra
Selanjutnya, Pusen menjelaskan, dia mendaftarkan diri menjadi Bakal Calon Ketua Askot PSSI Sumut dengan dengan didukung empat klub. Keempatnya adalah PS Kinantan, POR Darma Putra, Kurnia Medan City, dan Indian Football Club.
“Saat pendaftaran berkas saya diterima. Panitia juga tidak ada menyebutkan kekurangan berkas yang harus dilengkapi,” ungkap Pusen yang merupakan sosok pesepakbola PSMS era tahun 90-an tersebut.
Pusen menegaskan, panitia seharusnya memberikan kesempatan kepada calon untuk melengkapi kekurangan berkas. Bukan langsung memutuskan tidak lolos.
“Kalau memang berkas saya kurang, seharusnya diberi tau. Bukan langsung diputuskan gagal. Sekelas KPU saja memberikan kesempatan kepada Caleg untuk melengkapi berkas. Begitu juga dengan Askot dan Askab daerah lain. Minimal diberikan waktu untuk melengkapi kekurangan berkas. Itulah mekanisme prosedur seharusnya. Bukan seperti panitoa Askot PSSI Medan ini,” tegasnya.
Terakhir Pusen menyebutkan, dirinya ikut mendaftar Calon Ketua Askot PSSI Medan karena kepedulian terhadap sepak bola di Kota Medan. Sepak bola Kota Medan disebutkan mengalami kemunduran dalam beberapa tahun belakangan ini.
“Ini bukan soal menang atau kalah. Saya siap menang atau kalah asal sesuai prosedur ketentuan. Karena di sini ada dugaan penyalahgunaan kewenangam dari panitia dengan indikasi tujuan memenangkan satu sosok. Sementara sosoknya itu sama sekali tidak memiliki pengetahuan atau berasal dari latar belakang dunia sepak bola. Ini kan aneh. Untuk itu saya dan rekan dan senior-senior mantan pemain PSMS berharap Pak Erick Thohir selaku Ketum PSSI mengetahui kejadian ini. Peran beliau diharapkan agar keputusan pemilihan ketua dapat dicermati dan dianulir,” pintanya.
“Kami meminta pemilihan ulang yang jujur sesuai mekanisme dan prosedur yang ada. Demi kemajuan sepak bola dan menghasilkan bibit pemain baru yang profesional, murni memiliki kemampuan skil. Bukan pemain titipan,” tutup Pusen.
Terpisah, Ketua Panitia Kongres Askot PSSI Kota Medan, Robby membantah, Minggu (3/9/2023). Kepada tvOnenews.com ia menjelaskan persoalan tersebut karena ketidaklengkapan berkas.
“Beliau tidak lolos verifikasi karna berkas tidak lengkap. Bukan ada indikasi panitia dgn sengaja jegal untuk Pusen maju,” ungkap Roby.
Load more