News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Air Sebuk Kawo: Minuman Khas Kerinci yang Berkhasiat untuk Kesehatan

Air Sebuk Kawo, minuman khas Kerinci, yang memiliki manfaat kesehatan dan sejarah panjang. Minuman ini terbuat dari daun kopi, disajikan dalam tempurung kelapa.
Sabtu, 2 September 2023 - 15:55 WIB
Sebuk Kawo, minuman khas Kerinci.
Sumber :
  • Tim TvOne/ Arizal

Kerinci, tvonenews.com - Provinsi Jambi, selain terkenal dengan pesona alam yang luar biasa, juga menyimpan harta kuliner khas yang menggoda lidah. Salah satu di antaranya adalah minuman khas dari Kabupaten Kerinci yang dikenal dengan sebutan Air Sebuk Kawo. Minuman khas ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya dan sejarah daerah Sumatra, yang melegenda dari generasi ke generasi. Bagi masyarakat Kerinci, Air Sebuk Kawo tak hanya sekadar minuman biasa, melainkan sebuah warisan budaya yang memiliki tempat istimewa di hati mereka, bahkan tak kalah pentingnya dari air putih.

Konon, minuman khas Kerinci ini sudah ada sejak masa penjajahan Belanda. Pada saat itu, warga setempat mengonsumsinya sebagai cara untuk menghangatkan diri di tengah cuaca yang dingin serta memulihkan stamina yang terkuras.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Minuman khas Kerinci, yang terbuat dari daun kopi, membedakan dirinya dengan minuman kopi pada umumnya. Bukan biji kopi yang digunakan, melainkan daun kopi atau yang dikenal sebagai "kawo" atau "kawa" di daerah Sumatra. Sedangkan, di Kerinci, Jambi, daun kopi ini dikenal dengan sebutan "kawo." Minuman ini biasanya disajikan dalam wadah yang unik, yakni tempurung kelapa. Pastinya, tempurung tersebut telah dibersihkan dengan baik, dan bukan barang baru.

Air Sebuk Kawo ini ternyata memiliki banyak manfaat kesehatan. Jika Anda masih meragukan khasiatnya, Anda dapat mencoba membuatnya sendiri di rumah. Minuman ini sangat mudah dibuat karena bahan-bahannya mudah ditemukan, karena terbuat dari daun kopi. Anda bisa menemukan tanaman kopi di perkebunan kopi terdekat di daerah Anda, sehingga tidak perlu khawatir untuk menikmati minuman khas ini.

Untuk membuatnya, Anda dapat mengikuti resep sederhana berikut ini. Prosesnya cukup simpel dan tidak memerlukan banyak tenaga, sehingga sangat cocok disajikan saat musim dingin atau malam hari yang dingin.

Cara Membuat Air Sebuk Kawo / Daun Kopi

  1. Ambil tunas atau daun muda sebanyak yang diperlukan dari pohon kopi, baik dari berbagai jenis kopi, tetapi yang umum digunakan adalah kopi robusta.

  2. Gunakan bilah bambu untuk menjepit tunas-tunas kopi tersebut.

  3. Setelah dijepit, letakkan tunas-tunas tersebut di tempat yang hangat, namun tidak langsung terkena sinar matahari, biasanya diletakkan di loteng atau ruangan yang teduh.

  4. Tunggu hingga tunas-tunas tersebut mengering, biasanya membutuhkan waktu sekitar satu minggu di loteng.

  5. Setelah kering, panaskan jepitan tunas muda kopi di atas api secara perlahan hingga merata.

  6. Biarkan jepitan tersebut dingin sejenak. Setelah agak dingin namun masih mampu menahan panas yang tersisa, buka jepitan tersebut dan remas-remas hingga berukuran kecil seukuran kuku ibu jari.

  7. Selanjutnya, masukkan air mendidih ke dalam teko atau ceret, lalu tambahkan serbuk kawo yang sudah di remas tadi ke dalam teko. Tutup teko dan biarkan selama 5 hingga 10 menit. Kopi daun atau serbuk kawo siap untuk dinikmati.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam Sebut Pemain Timnas Indonesia Ini Jadi Biang Kerok Potensi Kekacauan di Liga Belanda, Kok Bisa?

Media Vietnam menyoroti polemik yang melibatkan Dean James, yang disebut berpotensi memicu kekacauan di Eredivisie akibat sengketa status kelayakan bermain.
Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Hanya Andalkan Marselino Ferdinan? Media Vietnam Ragukan Kekuatan Timnas Indonesia

Media Vietnam menyoroti skuad Timnas Indonesia jelang Piala ASEAN 2026, dengan perhatian utama tertuju pada Marselino Ferdinan sebagai satu-satunya pemain yang.
Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri Bongkar Gudang Praktik Penyuntikan LPG Subsidi di Klaten

Bareskrim Polri membongkar kasus penyalahgunaan gas LPG subsidi di wilayah Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Sabtu (2/5/2026). Dalam hal ini, dua orang pelaku berhasil diamankan.
Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Imigrasi Soetta Cegah Keberangkatan 42 Jemaah Ilegal Sejak Awal Musim Haji 2026

Kantor Imigrasi Bandara Soekarno Hatta (Soetta) mencatat sebanyak 42 calon jemaah haji non prosedural telah dicegah keberangkatannya ke Tanah Suci sejak awal masa haji 2026.
Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Kasus Anak Diduga Dicekoki Miras Hingga Dilecehkan di Tangerang, Pelaku Utama Masih Buron

Polres Metro Tangerang Kota meningkatkan kasus anak wanita yang diduga dicekoki miras hingga dilecehkan oleh gerombolan pria, di wilayah Cipondoh, Kota Tangerang, dari penyelidikan ke penyidikan.
Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT