News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Polisi Tangkap 2 Tersangka Pembunuhan Pelajar di Aceh Tenggara

Polisi berhasil menangkap 2 orang tersangka pembunuhan pelajar Yuki Adli Putra (16) di Aceh Tenggara. Motifnya terkait gadaikan handphone dan rampok korban.
Kamis, 24 Agustus 2023 - 11:37 WIB
Polisi bekuk dua tersangka pembunuhan pelajar di Aceh Tenggara.
Sumber :
  • Tim TvOne/ Lantra

ACEH TENGGARA, tvonenews.com - Polisi berhasil menangkap dua tersangka terkait pembunuhan Yuki Adli Putra (16), seorang pelajar SMK Negeri 2 Kutacane, yang ditemukan tewas dengan luka mengenaskan di Desa Lawe Bekung, Kecamatan Badar. Kedua tersangka ditangkap di Desa Lawe Rutung, Kecamatan Lawe Bulan, pada Rabu (23/8/2023) sekitar pukul 19.00 WIB.

"Kedua tersangka berinisial S alias AM (40) yang merupakan warga Bacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan, dan RAK (17) warga Telaga Mekar Kecamatan Lawe Bulan," ungkap Iptu Bagus Pribadi, Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara, kepada tvonenews.com, pada Kamis (24/8/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada awalnya, warga dihebohkan dengan penemuan mayat laki-laki berlumuran darah di pinggir jalan Desa Lawe Bekung, Kecamatan Badar, Aceh Tenggara pada Rabu (23/8/2023) pagi. Korban, yang dikenali sebagai Yuki Adli Putra (16), mengenakan baju merah dan celana kain hitam.

Awalnya, polisi mengalami kesulitan dalam mengidentifikasi korban. Identitas Yuki akhirnya terungkap setelah pihak keluarga mengunjungi RSUD Haji Sahudin Kutacane.

Menurut Kepala Desa Penosan, Antoni Sihombing, Yuki Adli Putra adalah warga desa dan pelajar di SMK Negeri 2 Kutacane. Dia sempat hilang setelah berangkat ke sekolah dengan sepeda motor, yang kemudian menjadi perhatian keluarga.

Iptu Bagus menjelaskan bahwa polisi berhasil melacak kedua pelaku ketika mencoba menjual sepeda motor milik korban, Honda Beat BL 5644 HO, dengan harga Rp5,5 juta.

"Setelah mengetahui hal tersebut, petugas segera menuju rumah kedua pelaku dan berhasil menemukan mereka bersama dengan sepeda motor sebagai barang bukti," kata Iptu Bagus.

Kasus pembunuhan ini bermula ketika korban menggadaikan handphone Redmi 9C miliknya kepada tersangka RAK seharga Rp500 ribu pada Senin (21/8). Yuki kemudian berusaha menebus handphone tersebut dan bertemu dengan RAK pada Selasa (22/8) sekitar pukul 24.00 WIB di Desa Bacang Lade, Kecamatan Lawe Bulan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Saat itu, menurut Iptu Bagus, Yuki dan RAK sempat berboncengan dengan sepeda motor. Namun, mereka dihentikan oleh tersangka S alias A di jembatan Desa Lawe Rutung.

"Ini adalah hasil rencana pelaku untuk merampok korban sejak awal," kata Iptu Bagus.

Halaman Selanjutnya :
Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung
Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Fantastis, Segini Barang Bukti Hasil OTT KPK di Kantor Pajak Banjarmasin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita uang senilai Rp 1 miliar dari operasi tangkap tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT