News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Heboh Ponpes Al Kafiyah Wanita Jadi Imam Salat dan Boleh Zina Asal Bayar Mahar, Ternyata Cuma Konten YouTube

Viralnya video pendek yang berisi sekelompok orang yang diduga melaksanakan salat dan diimami oleh seorang wanita di media sosial membuat jagad dunia Maya menjadi heboh. Apalagi didalam video tersebut ditulis asal pondok pesantren berasal dari Hinai Kiri Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat.
Sabtu, 1 Juli 2023 - 06:29 WIB
video klarifikasi di youtube dan saat mediasi dengan pihak kepolisian
Sumber :
  • Tim tvOne/Taufik Hidayat

Langkat, tvOnenews.com - Viralnya video pendek yang berisi sekelompok orang yang diduga melaksanakan salat dan diimami oleh seorang wanita di media sosial membuat jagad dunia Maya menjadi heboh. Apalagi didalam video tersebut ditulis asal pondok pesantren berasal dari Hinai Kiri Kecamatan Secanggang Kabupaten Langkat.

Tentu saja ini membuat MUI Kecamatan Secanggang dan pihak kepolisian langsung bertindak cepat dan mendatangi Padepokan Sendang Sejagad yang dipimpin Sunaryo atau Mas Karyo,  Jumat (30/6/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari pertemuan tersebut,  pimpinan padepokan Mas Karyopun langsung membuat video klarifikasi yang di posting melalui akun Gubes Mamaz Karyo yang berjudul Klarifikasi Ponpes Al-Khafiyah. 

Dalam video berdurasi 4.16 detik tersebut Mamaz Karyo menjelaskan bahwa video yang viral tersebut merupakan potongan dari film pendek atau sinetron berseri yang diposting oleh akun yang tidak bertanggung jawab tanpa menampilkan link video lengkapnya. 

"Video itu merupakan potongan video yang kami buat untuk konten YouTube yang disebarkan oleh akun yang tidak bertanggung jawab tanpa menampilkan link video lengkapnya," ucap Mamaz Karyo didalam video klarifikasinya. 

Mamaz Karyo juga menjelaskan bahwa di dalam cerita film pendek tersebut dibuat hanya sebagai hiburan semata dan memberikan pembelajaran kepada warga agar jangan mudah terpancing dengan aliran sesat yang bertopengkan agama. 

"Konten kami itu konten hiburan dengan akun Gubes Mamaz Karyo, namun netizen bisa mengambil pembelajaran agar lebih waspada terhadap aliran sesat yang bertopengkan agama," jelas Mamaz Karyo. 

Dalam video juga dijelaskan bahwa pembuatan video klarifikasi ini disaksikan langsung pihak kepolisian dari Polsek Secanggang dan MUI Kecamatan Secanggang. 

Berikut isi video klarifikasi pimpinan padepokan Sedang Sejagad, Mamaz Karyo:

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh

Di kesempatan kali ini saya juga disaksikan dari pihak - pihak terkait yaitu dari Polsek, Camat dan ada juga dari Ketua MUI.  Didepan mereka saya membuat klarifikasi terkait video yang viral, yang mana mereka memotong-motong video yang telah kami buat. Yang mana aslinya itu ada di channel kami dan sengaja itu kami buat itu untuk perfilman ataupun dalam arti kata sinetron berseri. Nah apa yang kami buat itu adalah sebagai contoh yang mana kita umat Islam Jangan Mudah terpengaruh dengan yang berkategorikan Pesantren ataupun kata-kata Islami ataupun memakai ayat-ayat Allah. Tapi banyak sekarang manipulasi, makanya itu saya buat untuk memberikan edukasi dan pelajaran. Adapun perfilman itu dibuat khusus untuk kami yaitu untuk YouTube, itu hiburan ya karena kategori yang paling kuat adalah hiburan dan bisa diambil edukasi dan pelajarannya dan sangat saya sayangkan terhadap dunia media sosial yang sudah memotong-motong video kami hingga diciptakannya sebuah kata-kata yang nyeleneh. Ada pengalihan isu atau yang lainnya. Jujur Saya merasa sedikit beban karena mereka mengambil video memotong tapi tidak memberikan link aslinya. 

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Ada Aksi May Day Internasional 2026 di Monas, Polisi Minta Masyarakat Tak Ikuti Arahan Jukir Liar

Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin meminta kepada para massa aksi May Day Internasional 2026, untuk tidak mengikuti arahan juru parkir liar.
DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR Nilai Rencana Pemerintah Tutup Prodi Kurang Relevan: Sangat Berisiko Salah Sasaran

DPR menyoroti rencana pemerintah menutup sejumlah program studi (prodi) di perguruan tinggi.
alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

alalal alalal alalla alalal alala lalala lalala lalala lalal

LalalalalalalalalalLalalalalalalalalalLalalalalalalalalal
Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Dapat Kabar Sausan Jadi Korban Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga Sempat Tidak Percaya dan Mengira Telepon Penipuan

Keluarga Sausan Sarifah awalnya tidak percaya bahwa Sausan turut menjadi korban tabrakan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur.
Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Selamat dari Kecelakaan Maut Tabrakan Kereta Bekasi, Keluarga: Anaknya Religius, Dia Lagi Puasa Hari Itu

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek vs KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT