News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kelezatan Galamai Perkampungan Adat: Kuliner Khas Sijunjung, 100% Alami dari Beras Pulut yang Ditumbuk Manual

Perkampungan Adat Sijunjung, Sumatera Barat, terkenal dengan kuliner khas galamai yang unik dan menggunakan bahan-bahan alami, menarik minat kuliner wisatawan.
Sabtu, 17 Juni 2023 - 13:20 WIB
Galamai Perkampungan Adat, Nagari Sijunjung.
Sumber :
  • Istimewa

Sijunjung, tvOnenews.com - Perkampungan Adat yang terletak di Nagari Sijunjung, Kecamatan Sijunjung, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat (Sumbar) memiliki keunikan kuliner berupa galamai.

Berbeda dengan galamai di daerah lain, masyarakat Perkampungan Adat masih mengolah bahan-bahannya secara manual dengan sentuhan tradisional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Yanti, seorang pembuat galamai di Perkampungan Adat Sijunjung, mengungkapkan bahwa bahan dasar galamai terbuat dari beras pulut, sari pati santan, dan gula merah.

"Kami tidak menggunakan tepung beras pulut yang sudah dikemas, melainkan kami menumbuk beras pulut tersebut hingga halus sendiri," ungkapnya kepada tvonenews.com, Sabtu (17/06/2023).

Yanti menjelaskan bahwa alasan di balik penggunaan beras pulut yang ditumbuk sendiri adalah untuk menjaga keaslian bahan dalam proses pembuatan galamai.

Dalam memasak galamai, Yanti masih menggunakan tungku kayu tradisional.

"Sebelum dimasukkan ke dalam kuali, bahan-bahan yang sudah disiapkan sebelumnya dicampur hingga merata," tutur Yanti.

Selanjutnya, bahan yang telah tercampur dimasukkan ke dalam kuali dengan api yang telah dinyalakan.

Ia menambahkan bahwa jika bahan tidak dicampur terlebih dahulu, proses pembuatan akan memakan waktu lebih lama.

"Setelah dimasukkan ke dalam kuali, adonan galamai harus terus diaduk hingga mengental dan siap untuk dikemas," imbuhnya.

Yanti menyatakan bahwa satu adonan galamai yang dibuatnya memerlukan waktu sekitar 3 sampai 4 jam.

Selain itu, ciri khas lain dari galamai tersebut terletak pada kemasannya yang alami, menggunakan anyaman daun pandan kering.

"Kemasannya kami sebut kambuik, yang terbuat dari daun pandan yang sudah kering," ucap Yanti.

Penggunaan kambuik, menurut Yanti, bertujuan untuk mengurangi kandungan minyak pada galamai.

Dikarenakan kambuik memiliki celah dalam anyamannya, minyak dari galamai akan keluar melalui celah tersebut, sehingga galamai dapat bertahan lebih lama.

Kambuik memiliki dua bentuk, yaitu bentuk pertama yang berupa tabung lonjong dan yang kedua berbentuk mangkuk persegi.

"Kambuik yang berbentuk tabung lonjong berisi 250 gram hingga 300 gram galamai, dengan harga Rp20 ribu untuk 250 gram dan Rp25 ribu untuk 300 gram," jelasnya.

Sementara itu, kambuik yang berbentuk mangkuk, galamai dipecah menjadi bagian kecil-kecil dengan plastik sebanyak 20 buah dengan harga Rp10 ribu.

Yanti juga menyatakan bahwa galamai Perkampungan Adat sangat diminati oleh para wisatawan yang berkunjung.

"Para wisatawan yang datang dari luar daerah, seperti tamu-tamu pemerintah daerah, ketika berkunjung ke perkampungan adat tidak lupa untuk membeli galamai," terangnya.

Yanti berharap agar galamai Perkampungan Adat Sijunjung dapat lebih dikenal dan dipasarkan di luar daerah dengan lebih luas, sehingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan demikian, galamai Perkampungan Adat Sijunjung dapat lebih optimal dan menarik perhatian wisatawan serta pecinta kuliner.

(bra/fna)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi Tegur Keras Kontraktor, Gedung Proyek Memakan Jalan Provinsi dan Belum Miliki IMB: Bapak Pelit

Dedi Mulyadi tegur kontraktor yang bangun gedung memakan jalan provinsi tanpa IMB. Proyek harus dibongkar, ia sebut kontraktor ‘Bapak Pelit'. Simak beritanya!
Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

Ramalan Keuangan Zodiak Besok, 10 April 2026: Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak besok, 10 April 2026, untuk Libra, Scorpio, Sagitarius, Capricorn, Aquarius, dan Pisces. Panduan strategi finansial harian.
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.

Trending

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

Ramalan Keuangan Zodiak 10 April 2026: Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo

​​​​​​​Ramalan keuangan zodiak 10 April 2026 untuk Aries, Taurus, Gemini, Cancer, Leo, dan Virgo. Panduan harian agar keputusan uang lebih bijak dan strategis.
Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Penjelasan Dedi Mulyadi Soal Nonaktifkan Sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta Terkait KTP Pajak

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menindak tegas jajarannya yang dinilai hambat pelayanan publik. Kepala Samsat Soekarno-Hatta resmi dinonaktifkan sementara.
WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

WFH Jumat ASN Surabaya Disorot DPRD, Dinilai Rawan Hari Kejepit

Kebijakan work from home (WFH) bagi ASN di lingkungan Pemkot Surabaya yang diterapkan setiap Jumat menuai sorotan dari Komisi A DPRD Kota Surabaya.
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Gagal Lolos ke Piala Dunia 2026, Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Dilarang Main di Liga Belanda

Seorang pemain timnas memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi. Hal ini seiring dengan larangan bermain di Liga Belanda.
Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Dedi Mulyadi Nonaktifkan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Buntut Cuek Aturan Pajak Kendaraan Tanpa KTP

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menonaktifkan sementara Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung imbas temuan dugaan abaikan aturan pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) tanpa KTP pemilik pertama.
Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Pemain Timnas Putuskan Jadi Warga Negara Belanda Lagi usai Gagal ke Piala Dunia 2026, Bakal Dilarang Main di FIFA Matchday?

Seorang pemain timnas telah memutuskan untuk menjadi warga negara Belanda lagi usai kegagalan lolos ke Piala Dunia 2026. Hal ini bisa berimplikasi kepada ketersediaannya di FIFA Matchday.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT