News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Motif Pembunuhan di Lengayang Pessel, Tersangka Mambacok karena Dendam

Polisi terus melakukan pengembangan penyidikan terhadap pelaku pembacokan seorang warga bernama Agusman (65) di Kampung Pasir Laweh, Nagari Kambang Utara,
Sabtu, 6 Mei 2023 - 17:27 WIB
Kapolsek Lengayang, Pesisir Selatan Iptu Gusmanto.
Sumber :
  • Tim tvOne/Wahyudi Agus

Pesisir Selatan, tvOnenews.com – Polisi terus melakukan pengembangan penyidikan terhadap pelaku pembacokan seorang warga bernama Agusman (65) di Kampung Pasir Laweh, Nagari Kambang Utara, Kecamatan Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan yang terjadi Selasa lalu (2/5/2023) sekitar pukul 07.00 WIB.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan, secara psikis pelaku memperlihatkan kondisi normal lantaran dapat menjawab semua pertanyaan dengan meyakinkan. Eman (41) mengaku sakit hati karena merasa dibully. Katanya kepada polisi, korban termasuk salah seorang yang menyuruh mengikat tersangka setiap kali sikap tempramentalnya kambuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat hal tersebut, dendam Eman pun muncul ke warga sekitar yang juga ikut menyarankan pada keluarganya agar dia diikat atau dipasung saja di rumah, dengan alasan prilaku tempramentalnya mengganggu kenyamanan warga setempat.

“Dia memang sering mengalami emosi yang tak terkendali yang datang tiba-tiba, ketika kondisi jiwanya labil dan dikuasi emosi, siapa saja bisa menjadi lawannya,” ujar Iptu Gusmanto, Kapolsek Lengayang, Kabupaten Pesisir Selatan kepada tvOnenews.com, Jumat (5/5/2023).

Saat kejadian, korban yang baru saja keluar dari rumahnya tidak mengetahui bakal diserang tersangka yang rumah mereka hanya berjarak dua rumah. Tiba-tiba dari arah belakang korban, sebilah parang bersarang di kepala bagian belakang dekat telinga. Pada serangan kedua korban sempat menangkis yang berakibat sikunya luka robek.

Agusman pun dilarikan warga ke Puskesmas terdekat dalam kondisi bersimbah darah. Namun malang, tetangga pelaku itu pun menghembuskan napas yang terakhir.

“Saat korban tersungkur, itulah pelaku kabur dan sempat dilihat warga lain, namun tak berani mengejar lantaran pelaku masih memegang parang. Dia kabur ke hutan perbukitan di Pasir Laweh dan semalam ditangkap warga setelah tiga hari bersembunyi,” papar Gusmanto lagi.

Terkait dengan tersangka memiliki kelainan kejiwaan, polisi akan terus mendalami. Apalagi menurut Kapolsek Lengayang tersangka hingga saat sebelum membacok rutin minum obat untuk menenangkan pikiran.

“Secara utuh memang tersangka belum pernah dirawat, namun sebagai seseorang yang memiliki kelainan kejiwaan atau emosional yang sering tidak stabil dia selalu mengkonsumsi obat terkait penyakitnya tersebut,” jelas Iptu Gusmanto lagi.

Berita sebelumnya, tiga hari diburu, akhirnya Jumat dini hari tadi (5/5/2023) pukul 00.30 WIB, pelaku berhasil ditangkap polisi dan warga termasuk para pemuda yang berjumlah lebih dari 100 orang yang ikut mengepung pelaku.

“Penangkapan berawal dari informasi masyarakat sekitar bahwa terlihat seseorang yang dicurigai melintas di kawasan Kampung Bukik Kaciak, Nagari Ampiang Parak Timur, Kecamatan Surantih, berselebahan dengan Kecamatan Lengayang,” ujar Iptu Gusmanto.

Setelah berkoordinasi dengan kepala kampung, tokoh masyarakat dan pemuda setempat, rombongan warga dan polisi langsung menyisiri lokasi terakhir pelaku yang terlihat sekitar pukul 23.00 WIB, Kamis (4/4/2023).

Perburuan membuahkan hasil, sekitar pukul 00.00 WIB pelaku ditemukan namun langsung melarikan diri. Karena banyaknya warga dan pemuda serta polisi yang mengepung, 30 menit kemudian pelaku akhirnya tak berkutik. Untung saja saat ditangkap, parang yang dia bawa sudah tidak ada lagi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pelaku langsung dibawa ke Mapolsek Lengayang untuk dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya melakukan penganiayaan berat hinga hilangnya nyawa seseorang sesuai Pasal 338 junto 351 ayat 3 KUHP dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. (yud/wna)

 

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

DPR RI Desak Komdigi Takedown Berita Viral

Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Anton Sukartono Suratto, mendorong penguatan regulasi agar Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memiliki kewenangan lebih tegas dalam menangani konten hoaks di ruang digital.
Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kondisi Terkini Emil Audero setelah Dilempar Petasan oleh Fans Inter Milan

Kiper Cremonese yang juga penjaga gawang Timnas Indonesia Emil Audero menyampaikan pesan mengenai kondisinya setelah menjadi korban ledakan flare atau petasan -
Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Ratusan Pelaku Tawuran Diciduk Saat Operasi Pekat Jaya 2026

Polda Metro Jaya mengamankan sebanyak 105 pelaku tawuran di wilayah hukumnya, dalam rangka Operasi Pekat Jaya 2026, yang dimulai sejak tanggal 28 Januari sampai dengan 11 Februari Tahun 2026.
Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Hukuman Keras untuk Suporter Inter Milan setelah Lempar Petasan ke Emil Audero

Suporter Inter Milan resmi dijatuhi sanksi larangan menghadiri tiga laga tandang usai insiden pelemparan suar ke arah kiper Cremonese Emil Audero dalam laga ...
PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

PKB Sebut Langkah Tepat Prabowo Bawa Indonesia Gabung Board of Peace

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menegaskan dukungan penuh terhadap langkah diplomasi Presiden RI Prabowo Subianto, termasuk keputusan Indonesia terlibat aktif dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian.
Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Futsal Indonesia vs Jepang

Timnas futsal Indonesia akan menghadapi tantangan berat saat berjumpa Jepang pada babak semifinal Piala Asia Futsal 2026. Laga tersebut dijadwalkan berlangsung

Trending

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Viral! Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Temui Jay Idzes di Markas Sassuolo

Klub Liga Italia Sassuolo memberikan sambutan hangat kepada pelatih timnas Indonesia John Herdman. John Herdman diketahui menemui kapten timnas Indonesia Jay Idzes dalam sesi latihan Neroverdi.
Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Selain Alat Tulis, Polisi Bongkar Masalah Utama yang Membuat Anak SD di NTT Bunuh Diri

Seorang anak SD berusia 10 tahun berinisial YBR di Kecamatan Jerebuu, Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri.
Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Miris Tapi Nyata, Ibunda Denada Pernah Desak Sang Anak Nikah Lagi karena Baru Punya Satu Cucu

Pernyataan lawas Emilia Contessa kembali viral usai kemunculan Ressa. Saat itu ia meminta Denada menikah lagi karena baru punya satu anak.
Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Ramai soal Surat Tanah Girik sampai Letter C Tidak Berlaku Lagi, Begini Pandangan Islam soal Hak Kepemilikan Tanah

Pemerintah mengajak masyarakat Indonesia untuk memperbarui Surat Tanah yang lama, seperti Girik dan lainnya. Berikut manfaatnya.
Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Siswa SD di NTT Bunuh Diri Usai Tak Sanggup Beli Buku, Selly Gantina: Potret Nyata Kemiskinan Struktural

Tragedi kemanusiaan mengguncang tanah air berupa aksi bunuh diri seorang siswa SD di Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT) berinisial YBR (10) akibat tak mampu membeli buku dan pena.
Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-Fakta Anak SD di NTT Bunuh Diri Karena Tak Mampu Beli Buku dan Pena Seharga Rp10 Ribu, Akhiri Hidup di Pohon Cengkeh hingga Gambar Dirinya Menangis

Fakta-fakta memilukan kelas IV anak SD di Nusa Tenggara Timur (NTT) bunuh diri karena tak mampu membeli buku dan pena seharga Rp10 ribu akhirnya terungkap. Dia mengakhiri hidup di pohon cengkeh.
Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Bukan Bukti Hak! Ini 10 Surat Tanah yang Sudah Tidak Berlaku Sejak 2 Februari 2026

Berikut ini adalah 10 surat tanah yang sudah tidak berlaku lagi sejak 2 Februari 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT