News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pasca Kebakaran Lorong Pabrik Tahu di Ambon, Ratusan Warga Mengungsi di Tenda: Balita dan Lansia Mulai Terserang Penyakit

Kebakaran hebat melanda pemukiman warga dan lapak milik pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Lorong pabrik tahu, Kelurahan Rijali Kecamatan Sirimau Ambon Maluku.
Senin, 12 Desember 2022 - 00:58 WIB
Pengungsi Korban Kebakaran Lorong Pabrik Tahu Ambon 3
Sumber :
  • Christ Belseran

Ambon, MalukuKebakaran hebat melanda pemukiman warga serta lapak milik pedagang kaki lima (PKL) di Kawasan Lorong pabrik tahu, Kelurahan Rijali Kecamatan Sirimau Ambon Maluku. Kebakaran hebat ini mengakibatkan ratusan orang terpaksa mengungsi di tenda-tenda pengungsian yang di sediakan oleh Pemerintah Kota Ambon.

(Korban Kebakaran Lorong Pabrik Tahu, Ambon Mengungsi di Tenda)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari Data Pemerintah Kota Ambon, sedikitnya tiga ratus empat puluh satu (341) Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa delapan ratus empat puluh lima (845) orang mengungsi di tenda pengungsian. 511 orang diantaranya mengungsi di tenda-tenda yang disediakan, dan sisanya tersebar di luar tenda.

Sejumlah warga korban kebakaran di tempatkan pengungsian, berharap ada uluran tangan untuk membantu mereka. Saat ini para korban kebakaran ini membutuhkan selimut dan pakaian serta air bersih.

Beberapa pengungsi mengaku membutuhkan selimut dan pakaian yang layak untuk mereka pakai, apalagi disaat malam hari mereka sangat kedinginan.

(Balita Pengungsi Korban Kebakaran Lorong Pabrik Tahu Ambon)

Selain kedinginan, mereka juga sulit untuk mendapatkan air bersih untuk kebutuhan sehari hari di tenda pengungsian.

Anisa salah satunya pengungsi yang kami temui di tenda pengungsian mengarapkan uluran bantuan dari Pemerintah maupun dermawan untuk melihat nasib mereka saat ini.

“Selimut, pakaian, sabun, dan handuk itu dulu untuk kami pakai setiap hari. Terus air bersih juga, kami kami sulit untuk dapatkan,” kata Anisa.

Ia juga berharap, agar tenda tempat mereka tinggal juga bisa diperhatikan dengan baik selayaknya manusia.

Sementara itu, Pemerintah Kota Ambon saat ini telah membangun sedikitnya sembilan tenda untuk para pengungsi korban kebakaran. Sembilan tenda tersebut terdiri dari tempat tidur dan juga dapur umum.

Sementara di lokasi kebakaran Pemerintah Kota Ambon, sangat kesulitan untuk menambah tenda-tenda pengungsian. Saat ini Pemkot Ambon tengah berupaya untuk membuka lahan bekas kebakaran untuk membangun tenda pengungsian serta menyediakan air bersih ditenda pengungsian.

Bantuan Mengalir

Tiga hari pasca kebakaran hebat yang menghanguskan ratusan bangun rumah warga serta lapak milik Pedagang Kaki Lima di pemukiman padat penduduk di Kelurahan Rijali Kecamatan Sirimau Ambon Maluku. Kebakaran hebat ini hingga mengakibatkan ratusan orang kehilangan tempat tinggal serta harta benda lainnya.

Dari pantauan media ini, terlihat ratusan pengungsi terlihat saling berdesak-desakan untuk mengambil bantuan. Bantuan yang disalurkan berupa pakaian, makanan serta bantuan lainnya dari sejumlah relawan di Ambon Maluku.

Tangis haru terlihat dari Rosma Latuconsina setelah dirinya menerima bantuan. Rosma merupakan satu dari ratusan warga yang rumah terbakar pada jumat dini hari lalu. Ia mengaku tak miliki apapun karena telah hangus terbakar. Ia berharap adanya bantuan ganti rugi dari pemerintah kepada keluarganya.

“Beta suak. Beta seng punya apa-apa lagi sekarang ini yang ada hanya keluarga, beta bersyukur saja”, kata Rosma.

Sementara itu, pasca kebakaran warga yang mengungsi di tenda-tenda pengungsian mulai terserang berbagai penyakit. Dinas Kesehatan Kota Ambon mencatat sedikitnya tujuh puluh pasien yang sudah ditangani oleh tim kesehatan di posko di tenda pengungsian.

Kebanyakan dari pasien yang diperiksa adalah anak-anak di usia tiga sampai lima tahun ini yang terserang penyakit ispa yaitu batuk, pilek, tenggorokan gatal, serta sakit kepala. Selain anak ada juga ada puluhan lansia dan remaja,” kata Ike Kakiay, salah satu petugas Kesehatan Kota Ambon di lokasi tenda pengungsian. 

sebelumnya diberitakan, kebakaran hebat terjadi di Kawasan Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Insiden ini terjadi di di lokasi lorong pabrik tahu, yakni salah satu kawasan padat penduduk di Kota Ambon. Kobaran api terus membesar dan merembet hingga membakar seluruh bangunan rumah warga di kawasan padat yang tidak jauh dari pasar tradisional Mardika Ambon

Si jago merah melahap dan menghanguskan ratusan bangunan rumah warga serta ratusan lapak milik pedagang di pasar Mardika Ambon.

Warga yang mencoba memadamkan api dengan alat seadanya, namun kobaran api terus membesar dan merembet ke sejumlah bangunan lainya.

Dua jam kemudian api baru bisa dijinakkan setelah sejumlah mobil pemadam kebakaran kota ambon dan mobil polisi water canon tiba di lokasi kebakaran.

Untuk memadamkan api di lokasi kebakaran petugas sempat kewalahan lantaran akses jalan cukup sulit untuk keluar masuk mobil pemadam di lokasi kebakaran.

Akibat kebakaran ini, puluhan tempat usaha serta lapak milik pedagang kaki lima hangus terbakar.

Kebakaran ini mengakibatkan satu warga atas nama Efer Masela meninggal dunia. Korban diduga meninggal karena terpangang api. Selain Efer Maela, korban lain yang belum diketahui identitasnya pun harus dilarikan ke Rumah Sakit Bhyangkara Polda Maluku untuk mendapat pertolongan medis akibat luka bakar pada lengganya.

Dalam kejadian ini sebanyak 100 rumah warga dan lapak milik pedagang jadi santapan si jago merah, bahkan perpustakaan Kantor Kelurahan Rijali pun tidak luput dari kobaran api. Selain itu puluhan kendaraan milik pedagang juga hangus terbakar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kebakaran hebat yang menghanguskan kawasan padat penduduk di Kota Ambon, menurut warga bermula dari api yang berasal dari salah satu rumah indi kost di Wilayah Administrasi RT.004 / RW. 002 dan menyebar ke seluruh kawasan RT.002 dan RW.001, Kelurahan Rijali, Sirimau Kota Ambon.

Belum diketahui pasti penyebab utama dari kejadian tersebut, namun diketahui saat kejadian kebakaran jumat dini hari sekitar pukul pukul 03.30 wit. Kobaran api baru bisa dipadamkan pada pukul 08.00 wit. (ris/ade)

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Media Belanda Kaget Lihat El Clasico Indonesia Berakhir Mencekam, Nasib Thom Haye di Persib Jadi Perhatian

Kemenangan Persib atas Persija dalam laga panas bertajuk El Clasico Indonesia justru meninggalkan luka mendalam bagi Thom Haye. Media Belanda sorot tajam.
SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

SBY: Demokrat dan Prabowo Harus Menjadi Bagian dari Solusi

Presiden ke-6 RI sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan bahwa partainya bersama Presiden Prabowo harus menjadi solusi mengentaskan masalah bangsa.
AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Van Basty Sousa Acungkan Jari Tengah ke Bobotoh, Gelandang Persija Itu Kini Dibayang-bayangi Sanksi Berat PSSI

Kali ini, sorotan tajam tertuju pada gelandang asing Persija, Van Basty Sousa. Ia terekam kamera sempat mengacungkan jari tengah ke arah tribun penonton berisikan para Bobotoh.
Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pro-Kontra Pilkada Tak Langsung Lewat DPRD, Pengamat Ingatkan Risiko Politik Elitis

Pengamat Citra Institute menilai sistem Pilkada tak langsung akan menjauhkan rakyat dari proses demokrasi yang seharusnya menjadi hak fundamental warga negara.
Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

Harga Gabah Anjlok di Bawah HPP, DPR Desak Pemerintah dan Bulog Bergerak Cepat

DPR RI menyoroti anjloknya harga gabah di tingkat petani saat musim panen.

Trending

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

AHY Tak Hadiri Acara Demokrat karena Dampingi Prabowo, SBY: Negara yang Utama, Baru Partai

Presiden ke-6 sekaligus Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan alasan Ketua Umum (Ketum) tak hadiri puncak perayaan Natal Nasional Partai Demokrat, Senin (12/1/2026).
Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gebrakan Gubernur Jabar KDM: Siapkan Sanksi Berat Bagi Proyek Berkualitas Buruk di Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM), mengambil langkah tegas terkait pengerjaan proyek infrastruktur di wilayahnya. 
Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Thom Haye Diancam Dibunuh, Kini Giliran Allano Lima Kena Rasis setelah Laga Persib Vs Persija Skor 1-0

Di balik pertandingan Persib Bandung Vs Persija Jakarta skor 1-0, gelandang Timnas Indonesia, Thom Haye dapat ancaman pembunuhan hingga Allano Lima kena rasis.
Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Update Ranking BWF Usai Malaysia Open 2026: Fajar/Fikri Tembus Peringkat 4 Dunia!

Berikut update ranking BWF usai gelaran Malaysia Open 2026.
Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Profil Dino Rossano Hansa, Sosok Adik Kandung Ibu Denada yang Mengasuh Ressa Rizky Rossano Selama 24 Tahun

Berikut profil sosok Dino Rossano Hansa, adik kandung almarhumah Emilia Contessa sekaligus paman Denada Tambunan, yang mengasuh Al Ressa Rizky Rossano (24).
Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan Lebat dan Angin Kencang Landa Jakarta, BMKG Wanti-wanti Cuaca Ekstrem hingga 13 Januari 2026

Hujan lebat dan angin kencang melanda Jakarta sejak Senin 12 Januari 2026. BMKG peringatkan cuaca ekstrem hingga 13 Januari, warga diminta waspada.
Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

Curhat Pilu Denada, Sosok yang Harusnya Jadi Ayah Malah Ikut Gugat Bersama Ressa Rizky

​​​​​​​Denada curhat pilu usai digugat Ressa Rizky. Lebih kecewa karena pamannya ikut menggugat. Kuasa hukum ungkap fakta di balik konflik keluarga ini.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT