News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Nelayan Takabonerate Kepulauan Selayar Mengeluh Sulit Dapatkan BBM Untuk Melaut

Ratusan nelayan yang mendiami pulau-pulau kecil dalam kawasan laut Takabonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dalam sepekan terakhir ini mengalami kesulitan untuk melaut mencari ikan. Mereka kesulitan mendapatkan bahan bakar kebutuhan melaut karena kapal-kapal pembeli ikan dari luar kepulauan Selayar yang biasa membawakan mereka bahan bakar kini enggan lagi masuk ke pulau-pulau karena takut tertangkap petugas keamanan jika membawa bahan bakar lebih untuk nelayan.
Sabtu, 8 Oktober 2022 - 14:53 WIB
Tak Ada Solar Perahu Nelayan Parkir di Pantai Pulau Rajuni Takabonerate Kepulauan Selayar, Sabtu (8/10/2022).
Sumber :
  • Tim Tvone-Arsil Ihsan

Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan – Ratusan nelayan yang mendiami pulau-pulau kecil dalam kawasan laut Takabonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan, dalam sepekan terakhir ini mengalami kesulitan untuk melaut mencari ikan. Mereka kesulitan mendapatkan bahan bakar kebutuhan melaut karena kapal-kapal pembeli ikan dari luar kepulauan Selayar yang biasa membawakan mereka bahan bakar kini enggan lagi masuk ke pulau-pulau karena takut tertangkap petugas keamanan jika membawa bahan bakar lebih untuk nelayan.

“Kebanyakan nelayan mengadalkan pasokan solar dari kapal-kapal pembeli ikan dari Kabupaten Bulukumba dan Kabupaten Sinjai yang datang ke pulau mereka, tapi saat ini enggan lagi datang karena minggu lalu ada kejadian kapal pembeli ikan dapat masalah karena muat bahan bakar nelayan di Pulau Rajuni Lau, ini juga yang bikin takut kapal-kapal pembeli ikan lainnya untuk masuk lagi, padahal hanya mereka yang diandalkan nelayan untuk dapat solar. Kalau mengandalkan penjual solar pasokan dari pusat kabupaten Selayar sangat minim dan harganya juga mahal di atas sepuluh ribu per liter,” jelas Firdaus, Anggota Badan Permusyawaratan Desa di Pulau Rajuni, Sabtu (8/10/2022).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Firdaus, kebutuhan nelayan di Pulau Rajuni per hari tidak kurang dari 1000 (seribu) liter jika aktivitas nelayan melaut lancar dan kalau sudah seperti ini bahan bakar susah dan mahal maka otomatis aktivitas mereka lumpuh, akibatnya kita sendiri, perekonomian juga akan lesu.

Demikian juga yang dirasakan di Pulau Tarupa, Pulau Pasitallu dan Pulau Latondu. Kenaikan dan keberadaan bahan bakar kebutuhan melaut berdampak cukup besar bagi nelayan, bahkan mereka kesulitan melaut karena harga solar tidak terjangkau.

M. Nurdin nelayan asal Pulau Tarupa kepada tvonenews.com mengungkapkan, sejak naiknya harga bahan bakar solar, ongkos pembelian solar ikut naik, tidak berbanding dengan harga ikan yang dijualnya yang masih sangat jauh dari harapan. Akibatnya pembiayaan melaut tinggi sementara hasilnya sangat murah. Iapun sementara menghentikan aktivitas melaut dulu, karena pekerjaannya sebagai nelayan tidak mampu menutupi kebutuhan keluarganya.

“Pembelian solar dengan harga sekarang sudah tidak cukup Pak, selisih pembelian solar saja sudah tidak cukup sedangkan kita melaut harus setiap hari. Kalau tiap hari melaut dan tiap hari tidak dapat uang mendingan istirahat dulu. Memang ada solar murah dari pembeli dari Sinjai dan Bulukumba tapi mereka sudah tidak mau ke sini karena takut ditangkap petugas,” ujar Nurdin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pantauan tvonenews.com di Pulau Rajuni, Pulau Tarupa, Pulau Jinato dan Pulau Pasitallu, harga bahan bakar dijual pedagang bervariasi, antara 11 ribu hingga 14 ribu per liter, sementara untuk bahan bakar pertalite dan pertamax menembus angka 20 ribu per liter.

Para nelayan di Takabonerate berharap agar pemerintah turun membantu aktivitas nelayan dengan menyediakan bahan bakar yang bisa dibeli dengan harga standar dan ketersediaannya aman untuk dibeli serta tidak lagi penangkapan nelayan kecil karena mereka bawa solar kebutuhan mereka melaut, seperti yang terjadi di Pulau Rajuni Lau pada Jumat 30 September 2022 lalu. (ain/ask)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gara-gara Masalah Paspor, Kapten Go Ahead Eagles Blak-blakan Akui Kehilangan Dean James: Kami Menunggu!

Gara-gara Masalah Paspor, Kapten Go Ahead Eagles Blak-blakan Akui Kehilangan Dean James: Kami Menunggu!

Kapten Go Ahead Eagles akui kehilangan Dean James akibat polemik paspor di Belanda. Begini katanya soal nasib pemain Timnas Indonesia itu.
Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Terpopuler: Duet Jay Idzes - Elkan Baggott Dinilai Berbahaya, Media Vietnam Malah Girang, Bung Ropan Desak PSSI Cari Striker

Kabar seputar Timnas Indonesia kembali memanas dan masuk daftar terpopuler. Mulai dari kritik duet lini belakang, media Vietnam girang hingga PSSI cari striker.
Dedi Mulyadi Minta Maaf Sudah Ingkar Janji? Karyawan Kebun Binatang Bandung Malah Terharu, Begini Faktanya

Dedi Mulyadi Minta Maaf Sudah Ingkar Janji? Karyawan Kebun Binatang Bandung Malah Terharu, Begini Faktanya

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi (KDM), memantau langsung pencairan upah bagi para pekerja di Kebun Binatang Bandung oleh Pemerintah Provinsi Jabar. 
Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Aksi Jay Idzes Tetap Jadi Sorotan Tajam Media Italia Meski Sassuolo Menang 2-1 Atas Cagliari

Jay Idzes langsung jadi perhatian dalam laga Sassuolo vs Cagliari di Serie A 2025/2026. Bek Timnas Indonesia itu terlibat momen krusial saat perkuat klubnya.
Khawatir Musuh Atur Siasat, Iran Tolak Mentah-mentah Usulan Gencatan Senjata AS

Khawatir Musuh Atur Siasat, Iran Tolak Mentah-mentah Usulan Gencatan Senjata AS

Pemerintah Iran secara resmi menyatakan penolakannya terhadap tawaran gencatan senjata yang diajukan Amerika Serikat. 
Harga Plastik Melonjak, DPR Desak Kemendag Turun Tangan Lindungi UMKM

Harga Plastik Melonjak, DPR Desak Kemendag Turun Tangan Lindungi UMKM

Lonjakan harga plastik dan bahan kemasan mulai menekan pelaku usaha, terutama UMKM makanan dan minuman. 

Trending

Periksa Pihak Swasta, KPK Telusuri Soal Pemberian Uang ke Bupati Bekasi

Periksa Pihak Swasta, KPK Telusuri Soal Pemberian Uang ke Bupati Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami soal aliran uang kepada Bupati nonaktif Ade Kuswara Kunang (ADK) dari pihak swasta di kasus suap proyek ijon di Kabupaten Bekasi.
Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Bali United sukses menutup pekan ke-26 Super League 2025/2026 dengan hasil gemilang. Serdadu Tridatu pesta gol usai melibas PSBS dengan skor telak 6-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (6/4/2026) malam WIB.
Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Langsung Meroket di Klasemen, Bali United Mengamuk Menang 6-1 Lawan PSBS Biak

Bali United sukses menutup pekan ke-26 Super League 2025/2026 dengan hasil gemilang. Serdadu Tridatu pesta gol usai melibas PSBS dengan skor telak 6-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin (6/4/2026) malam WIB.
Warga Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan 3 Program Besar yang Bisa Bikin Untung UMKM dan MBR

Warga Jawa Barat Siap-siap, Dedi Mulyadi Umumkan 3 Program Besar yang Bisa Bikin Untung UMKM dan MBR

Dedi Mulyadi umumkan 3 program besar di Jawa Barat, dari gentengisasi, renovasi puluhan ribu rumah hingga apartemen subsidi yang menguntungkan UMKM dan MBR.
Upaya Keras Para Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Agar KDM Cabut SK Gubernur, Datangi KPAI, Kemendagri hingga Ombudsman

Upaya Keras Para Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Agar KDM Cabut SK Gubernur, Datangi KPAI, Kemendagri hingga Ombudsman

Berbagai upaya ditempuh para orang tua siswa dan komite sekolah dalam memperjuangkan nasib pendidikan ratusan siswa SMK IDN Bogor. Apa saja ini rangkumannya..
Soal Prabowo Bohongi Publik Terkait Swasembada Pangan, Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?

Soal Prabowo Bohongi Publik Terkait Swasembada Pangan, Pengamat: Feri Amsari Mafia Pangan Indonesia?

Pernyataan Feri Amsari yang menuding Presiden Prabowo Subianto membohongi publik soal swasembada pangan menuai kritik keras. 
Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Dibantai Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya

Jakarta Electric PLN Ungkap Biang Kerok Dibantai Gresik Phonska di Final Four Proliga 2026 Seri Surabaya

Jakarta Electric PLN mengungkapkan alasan dibalik kekalahan telak atas Gresik Phonska Pupuk Plus Indonesia di final four Proliga 2026 Seri Surabaya.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT