Besuk Korban, Kapolres Maros Tegaskan Tindak Anggotanya Aniaya Warga di PTB
Makassar, tvOnenews.com - Kepala Kepolisian Resor Maros Ajun Komisaris Besar Polisi Douglas Mahendrajaya membesuk Muh Akbar, korban penganiayaan diduga dilakukan 13 anggota oknum kepolisian. Akibat penganiayaan tersebut, Muh Akbar dirawat di Private Care Centre (PCC) Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Wahidin Soedirohusodo Makassar.
"Kami datang untuk melihat kondisi saudara Akbar secara langsung. Kami memastikan bahwa yang bersangkutan mendapatkan perawatan medis yang maksimal agar bisa segera pulih," ujarnya melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/1/2025).
Douglas menegaskan bahwa pihaknya sangat menyayangkan kejadian tersebut. Ia memastikan bahwa proses hukum terhadap oknum yang terlibat sedang berjalan sesuai dengan prosedur yang berlaku di internal kepolisian.
"Tidak ada toleransi bagi anggota yang terbukti melanggar maupun melakukan tindakan kekerasan kepada masyarakat," kata dia.
Douglas juga berharap agar kejadian serupa tidak terulang kembali dan hubungan antara polisi dan masyarakat tetap terjaga.
"Mari kita sama-sama mendoakan agar saudara Akbar segera diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas kembali seperti sedia kala. Terkait proses hukum, kami menjamin akan dilakukan secara transparan dan profesional," ucapnya.
Sementara kerabat Akbar, Suhardi membenarkan kondisi korban yang disebut terus memburuk hingga saat ini. Ia menyebut Akbar kini tengah menjalani perawatan medis di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Wahidin Sudirohusodo, Makassar.
“Dirawat ini di IGD Wahidin,” kata Suhardi.
Ia menjelaskan, sebelum dilarikan ke RSUP Wahidin Sudirohusodo, Akbar sempat menjalani pemeriksaan awal di RSUD La Palaloi, Maros. Pemeriksaan tersebut termasuk proses visum untuk kepentingan penyelidikan.
“Hasil visum dari RSUD Palaloi (Maros) sudah keluar dan menyatakan korban mengalami patah tulang bagian hidung serta cedera pada sinus wajah atau bagian pipi. Hingga hari ketiga, korban masih mengalami pendarahan,” jelas Suhardi.
Dalam waktu dekat, Akbar bahkan disebut akan menjalani operasi bedah ortopedi. Suhardi mengaku seluruh biaya penanganan medis tersebut masih ditanggung secara pribadi oleh keluarga.
“Informasinya akan operasi ortopedi. Untuk sementara ini semua ditanggung pribadi karena tidak bisa menggunakan BPJS,” akunya.
Suhardi berharap sepupunya dapat memperoleh keadilan atas peristiwa yang dialaminya. Ia juga meminta agar seluruh oknum polisi yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut diproses sesuai hukum.
Load more