News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

PKBI Dorong Pemerintah Perkuat Kolaborasi Pemerintah dalam Penanggulangan HIV/AIDS

Pemerintah bekerja sama langsung dengan OMS tanpa melalui proses tender, sehingga program bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Selasa, 5 Agustus 2025 - 15:41 WIB
Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI)
Sumber :
  • ist
Makassar, tvOnenews.com - Penyebaran HIV/AIDS masih menjadi tantangan kesehatan global dan nasional. Di Indonesia, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah, tetapi masih ada kesulitan dalam menjangkau populasi kunci dan mempertahankan program yang berkelanjutan. Untuk mengatasi masalah ini, kolaborasi antara pemerintah dan pihak lain sangat diperlukan, termasuk dengan Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) yang selama ini menjadi mitra penting.
 
Salah satu cara untuk memperkuat kolaborasi ini adalah melalui Swakelola Tipe III. Direktur Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), Andi Iskandar Harun, mengatakan mekanisme ini adalah peluang besar untuk meningkatkan kerja sama antara OMS dan pemerintah dalam program penanggulangan HIV/AIDS.
 
"Para pihak perlu memiliki pemahaman dan perspektif yang sama bahwa mekanisme ini adalah bentuk kolaborasi yang menjanjikan untuk masa depan," ujar Andi Iskandar, dalam sebuah diskusi lintas sektor di Makassar. Selasa,05 Agustus.
 
Swakelola Tipe III memungkinkan pemerintah bekerja sama langsung dengan OMS tanpa melalui proses tender, sehingga program bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Iskandar menjelaskan bahwa kerja sama ini berfokus pada isu HIV/AIDS, bukan program umum. OMS memiliki keunggulan strategis karena dapat menjangkau populasi kunci seperti pekerja seks, pengguna narkoba suntik, dan kelompok lelaki seks dengan lelaki (LSL).
 
Selain itu, OMS lebih fleksibel dan sensitif terhadap kebutuhan lokal, serta memiliki pengalaman dalam advokasi dan mobilisasi sosial.
 
“OMS juga lebih fleksibel dalam pendekatan komunitas, lebih sensitif terhadap kebutuhan lokal, serta memiliki pengalaman dalam advokasi dan mobilisasi sosial yang sangat relevan dalam konteks epidemi HIV,” ujarnya.
 
Perwakilan dari Dinas Kesehatan Kota Makassar, Yanti, mengakui bahwa meskipun dinasnya telah menjalankan berbagai program edukasi dan pelayanan, kolaborasi dengan OMS tetap diperlukan untuk memperluas cakupan dan efektivitas. Dengan Swakelola Tipe III, kerja sama dapat menjadi lebih terstruktur dan berkelanjutan, karena OMS memiliki keahlian teknis, jaringan komunitas, dan kepercayaan dari masyarakat.
 
“Dengan swakelola tipe III, kerja sama bisa lebih terstruktur dan berkelanjutan,” jelasnya.
 
Namun, implementasi Swakelola Tipe III tidak bisa sembarangan. Menurut Iskandar, ada beberapa aspek penting yang harus diperhatikan, yaitu kejelasan regulasi, transparansi pengadaan, dan kapasitas manajeriadekade
 
Penting untuk memiliki sistem monitoring dan evaluasi yang partisipatif untuk menjaga kualitas program. Selain itu, dukungan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Makassar juga sangat dibutuhkan. Penguatan kapasitas OMS menjadi isu krusial agar mereka bisa menjalankan mandatnya dalam skema swakelola.
 
OMS perlu dilatih dalam manajemen keuangan, pelaporan, dan audit. Tanpa kapasitas ini, kolaborasi berpotensi terhambat oleh masalah administratif.
 
Tujuan utama dari upaya ini adalah membangun kontrak sosial yang kuat antara pemerintah dan OMS dengan satu visi, yaitu mengakhiri epidemi AIDS di Indonesia. Keberhasilan kolaborasi ini sangat bergantung pada sinergi semua pihak.
 
"Harus ada sistem monitoring dan evaluasi yang partisipatif agar kualitas pelaksanaan program tetap terjaga,” tambahnya.
 
Dengan komitmen jangka panjang, langkah ini bisa menjadi titik balik dalam perang melawan epidemi yang telah berlangsung lebih dari empat dekade. (frd)
 
 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Pemkot Jakarta Barat Musnahkan 234 Kilogram Ikan Sapu-Sapu dengan Cara Dikubur

Upaya menjaga ekosistem perairan dan kesehatan masyarakat terus dilakukan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat melalui pembersihan ikan sapu-sapu secara masif. 
Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Detik-Detik Tabrakan Kereta Bekasi, Sausan Terpental ke Rak Bagasi: Aku Masih Hidup?

Sausan Sarifah, menjadi salah satu korban selamat dalam tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4) malam.
Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Gara-gara Ego NAC Breda Kalah dari Dean James Tersenggol, KNVB Ngeri Efek Domino Skandal Paspoortgate

Perseteruan panas antara NAC Breda dan KNVB kian memanas setelah kedua pihak saling berhadapan di Pengadilan Utrecht, Selasa (28/4/2026) waktu Belanda.
Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Datangi Rumah Duka di Bekasi, Dedi Mulyadi Beri Santunan Rp50 Juta dan Janji Haru untuk Keluarga Korban Tragedi Tabrakan Kereta

Rasa duka menyelimuti kediaman almarhumah Nurlaela di Kampung Ceger, Cikarang Timur, saat Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi datang berkunjung, Selasa (28/4). 
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 

Trending

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya Ungkap 7 Orang Masih Terjepit Dampak Kecelakaan Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur

Kapolda Metro Jaya, Irjen Asep Edi Suheri meninjau langsung lokasi kejadian kecelakaan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).
Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Tren Wedding 2026: Gen Z Tinggalkan Konsep Template, Pernikahan Elegan Jadi Pilihan Favorit?

Apakah tren wedding 2026 masih didominasi konsep mewah yang megah, atau justru bergeser ke arah yang lebih sederhana namun elegan? Perubahan ini tidak lepas dari cara pandang
Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

Update Kereta Tabrak KRL di Bekasi Timur: 4 Meninggal Dunia dan 38 Dibawa ke RS

PT KAI (Persero) memastikan 240 penumpang Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek berhasil dievakusi dalam kondisi selamat.
Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Dilirik Klub Polandia, Dony Tri Pamungkas Fokus Bawa Persija Juara

Kabar tersebut bahkan keluar jelang selesainya musim kompetisi 2025-2026, di mana menjadi salah satu musim terbaik Dony Tri Pamungkas bersama Persija Jakarta. 
Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

Kondisi RSUD Kota Bekasi Membludak, IGD Padat dan Puluhan Korban Kecelakaan KRL dan KA Jarak Jauh Terus Berdatangan

​​​​​​​RSUD Kota Bekasi membludak usai tabrakan KRL dan KA Jarak Jauh di Stasiun Bekasi Timur. IGD padat, puluhan korban luka terus berdatangan dan dirawat intensif.
Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Pantas Beckham Putra Tak Dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia, Bung Ropan Ungkit Kejadian di FIFA Series

Bung Ropan bahas soal alasan Beckham Putra tak dipanggil John Herdman ke TC Timnas Indonesia. Ternyata ada alasan khusus mengapa John Herdman panggil pemain.
Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Bak Ditampar, Dedi Mulyadi Ucapkan Terima Kasih kepada Bobotoh, Jaga Profesionalisme Sepak Bola Tanpa Cawe-cawe Politik

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merespons spanduk Bobotoh "Shut Up KDM" di Tribun Utara Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) saat laga Persib vs Arema FC.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT