GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Setelah Pemeriksaan Saksi, Oknum Polisi yang Diduga Aniaya Pemilik Empang Dibebastugaskan

Briptu Fajar, anggota Polsek Mappakasunggu, kini harus menghadapi konsekuensi atas dugaan penganiayaan terhadap seorang warga, Abdul Karim Dg Sau.
Selasa, 4 Februari 2025 - 12:54 WIB
Briptu Fajar, Oknum Polisi yang aniaya warga Takalar dibebastugaskan, proses hukum berlanjut
Sumber :
  • Idris Tajannang

Takalar, tvOnenews.comBriptu Fajar, anggota Polsek Mappakasunggu, kini harus menghadapi konsekuensi atas dugaan penganiayaan terhadap seorang warga, Abdul Karim Dg Sau. Kejadian ini bermula ketika korban menegur Briptu Fajar yang sedang memancing, namun teguran tersebut justru berujung pada tindak kekerasan.

Menanggapi laporan yang masuk, Propam Polres Takalar telah mengamankan Briptu Fajar di Mapolres Takalar. Kedua belah pihak, baik Abdul Karim maupun Briptu Fajar, telah melaporkan kejadian tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Abdul Karim melapor ke SPKT Polres Takalar, sedangkan Briptu Fajar melapor ke SPKT Polsek Mappakasunggu. Namun, laporan Briptu Fajar kemudian diambil alih oleh Polres Takalar untuk ditangani lebih lanjut.  

Menurut Kasi Propam Polres Takalar, AKP Sri Fajar, pihak kepolisian telah melakukan serangkaian pemeriksaan dan interogasi terhadap Briptu Fajar serta saksi-saksi yang terkait sejak kejadian pada Minggu petang. Saat ini, Briptu Fajar telah dibebastugaskan sesuai instruksi Kapolres Takalar dan ditempatkan di Propam Polres Takalar untuk menjalani pemeriksaan lanjutan.  

"Sudah kami sampaikan kepada Kapolsek bahwa sesuai perintah Kapolres, yang bersangkutan telah dibebastugaskan. Jadi, setiap hari ia wajib berada di kantor selama jam kerja," ujar AKP Sri Fajar. Sabtu (1/2/2025)

Meski demikian, belum ada keputusan mengenai penempatan khusus bagi Briptu Fajar. Proses hukum di Sat Reskrim Polres Takalar masih berlangsung, dan pihak kepolisian akan mendahulukan penyelidikan tindak pidana umum sebelum mengambil langkah lebih lanjut.  

"Tahapan ini harus dilalui. Jika dalam gelar perkara di Reskrim terbukti bahwa Briptu Fajar bersalah, maka ia akan ditetapkan sebagai tersangka dengan pasal yang disangkakan. Setelah itu, Propam melalui Paminal akan melakukan audit investigasi, memeriksa ulang kasusnya, dan menggelar perkara untuk menentukan ada tidaknya pelanggaran kode etik," jelas AKP Sri Fajar.  

Namun, jika kasus ini berakhir damai atau melalui mekanisme keadilan restoratif (RJ), maka Propam akan menangani kasusnya sebagai pelanggaran disiplin.

AKP Sri Fajar menegaskan bahwa keputusan akhir terkait sanksi disiplin tetap bergantung pada atasan yang berwenang memberikan hukuman atau Ankum.  

"Semuanya tergantung pada hasil gelar perkara di Reskrim. Jika terbukti bersalah, Briptu Fajar akan menjalani proses hukum pidana dan sidang kode etik di Propam. Namun, jika ada perdamaian, maka kami akan tetap melaksanakan pemeriksaan disiplin terhadap yang bersangkutan," tambahnya.  

Saat ini, Polres Takalar masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari Sat Reskrim untuk menentukan langkah hukum berikutnya terhadap Briptu Fajar.

Teman Briptu Fajar yang Sempat Klaim Dirinya Hampir Ditebas Pemilik Empang, Angkat Bicara

Terkait kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh seorang oknum polisi di Takalar terhadap Abdul Karim Dg Sau di lokasi empang di Desa Soreang, Kecamatan Mappakasunggu, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan, Abdul Salam Dg Ngimba, yang juga berada di lokasi kejadian, akhirnya angkat bicara setelah beberapa hari berusaha dikonfirmasi.  

Abdul Salam menceritakan bahwa saat kejadian, ia berada di lokasi bersama Briptu Fajar dan dua orang temannya.

Awalnya, mereka datang ke empang tersebut untuk memancing. Kebetulan, Abdul Salam singgah di empang milik Abdul Karim Dg Sau, sementara Fajar dan dua temannya memilih memancing di sungai yang berdekatan dengan empang tersebut.  

"Waktu itu saya memancing di empang milik Abdul Karim, tapi memang tidak ada ikan yang makan umpan kami. Jadi, kami juga memancing di sungai karena kebetulan kalau kami berbalik ke belakang, langsung sungai," ujar Abdul Salam Dg Ngimba, Sabtu (1/2/2025).  

Saat itu, ada empat orang yang memancing di lokasi. Menjelang magrib, ketika mereka bersiap pulang, tiba-tiba Abdul Karim datang dari arah timur dan menegur mereka dengan kata-kata kasar.  

"Dia bilang, 'Berhenti memancing, sudah magrib!' Lalu dia langsung menebas Fajar. Untungnya, Fajar spontan menangkis dengan kursi sehingga kursinya patah. Saya melihat langsung saat Fajar ditebas," ungkap Abdul Salam.  

Abdul Salam menegaskan bahwa yang pertama kali ditebas parang oleh Abdul Karim adalah Fajar.  

"Yang ditebas langsung itu Fajar, tapi untungnya bisa ditangkis. Kalau tidak, mungkin saya dan dua orang lainnya juga bisa ikut ditebas," katanya.  

Saat kejadian, jarak antara Abdul Salam, Fajar, dan dua rekannya memang sangat dekat.  

"Seandainya Fajar tidak ada untuk menangkis tebasan parang itu, mungkin kami semua yang ada di situ pasti ikut kena," tegasnya.  

 
Abdul Salam juga membenarkan bahwa ia dan tiga rekannya, termasuk Briptu Fajar, memang sedang memancing di empang milik Abdul Karim. Namun, karena tidak ada ikan yang memakan umpan, mereka akhirnya memilih memancing di sungai yang berada di samping empang tersebut.  

"Kami dapat ikan di sungai, tapi cuma ikan laba-laba seukuran jari telunjuk. Kebetulan juga sudah malam, sekitar pukul 17.40 Wita, jadi kami bersiap pulang. Tiba-tiba pemilik empang datang dengan nada kasar dan langsung mengayunkan parang," jelasnya.  

Saat ditanya apakah mereka sudah meminta izin kepada pemilik empang sebelum memancing, Abdul Salam menjawab bahwa Fajar dan dua temannya lebih dulu menuju sungai, sementara ia sendiri awalnya berada di empang milik Karim. Saat sedang memancing, ia melihat ada pemancing lain di empang tersebut.  

"Saya sempat bertanya ke pemancing lain apakah boleh memancing di empang ini, lalu dia bilang boleh, apalagi umpannya udang," kata Abdul Salam.  

Karena mendapat jawaban tersebut, Abdul Salam pun lanjut memancing. Sekitar lima menit kemudian, Fajar dan dua temannya datang menghampirinya.  

"Fajar bertanya ke saya apakah ikan di sini makan umpan, lalu saya jawab tidak. Kami sempat memancing di empang itu berempat, tapi karena tidak dapat ikan, akhirnya kami pindah menghadap ke sungai yang ada di belakang empang," jelasnya.  

"Di empang itu tidak ada tanda larangan, jadi saya mencoba memancing. Cuma memang tidak ada ikan yang memakan umpan saya," tambahnya.  
 
Abdul Salam menjelaskan bahwa sebelum insiden terjadi, pemancing yang sebelumnya bersamanya di empang sudah lebih dulu pulang. Ia juga mengakui bahwa untuk masuk ke empang milik Abdul Karim, ada pagar yang harus dilewati.  

"Memang ada pagar kayu di pintu masuk empang itu. Jalannya kecil, jadi harus menyamping kalau mau masuk," katanya.  

Abdul Salam juga mengungkapkan bahwa ia, Fajar, dan dua temannya telah diperiksa di Polres Takalar terkait kejadian tersebut.  

"Kami berempat sudah diambil keterangannya di Polres Takalar. Kami diperiksa selama lima jam secara terpisah di ruangan yang berbeda," tuturnya.  

Saat dimintai keterangan oleh penyidik, Abdul Salam menegaskan bahwa yang pertama kali ditebas adalah Fajar.  

"Saat Abdul Karim datang, dia menegur dengan kata kasar lalu langsung menebas Fajar. Untungnya, Fajar menangkis dengan kursi," jelasnya.  

"Saya melihat langsung Fajar ditebas tiga kali. Saat itu, saya langsung kaget dan trauma karena melihat Karim mencabut parang dan langsung menyerang," tambahnya.  

Lebih lanjut, Abdul Salam juga mengungkapkan kepada penyidik bahwa jika bukan karena Fajar, ia dan dua temannya mungkin juga ikut ditebas.  

"Karena jarak antara Fajar dengan kami bertiga hanya sekitar satu meter," terangnya.  

Ia juga mendengar Fajar berteriak meminta maaf kepada Abdul Karim saat ditebas.  

"Setelah itu, Fajar berteriak menyuruh kami bertiga lari, jadi kami langsung kabur meninggalkan lokasi empang," bebernya.  

Di hadapan penyidik, Abdul Salam menyatakan bahwa ia tidak mendengar Fajar mengaku sebagai polisi kepada Abdul Karim.  

"Saya tidak dengar kalau Fajar bilang dirinya polisi. Saya juga tidak melihat Fajar memukul Abdul Karim, karena begitu saya kaget, saya langsung berlari. Saya berlari sampai ke Jembatan Patani, sekitar empat kilometer jauhnya," jelasnya.  

"Waktu ke lokasi untuk memancing, kami berempat datang dengan mobil," tambahnya.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pasca kejadian, Abdul Salam mengaku mengalami trauma berat.  

"Sampai sekarang saya sulit tidur setelah dikejar dengan parang. Saya benar-benar trauma," tutupnya.(itg/frd)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

KPK Ungkap Ada Modus Penggunaan Cukai Rokok Manual di Rokok Mesin

KPK Ungkap Ada Modus Penggunaan Cukai Rokok Manual di Rokok Mesin

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ungkap modus perusahaan rokok mekanik gunakan cukai rokok manual agar lebih murah. Juru bicara KPK, Budi Prasetyo mengungkap
Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan Monopoli Pengadaan hingga Bagi-bagi Cuan Rp19 Miliar

Perusahaan Keluarga Bupati Pekalongan Monopoli Pengadaan hingga Bagi-bagi Cuan Rp19 Miliar

Pada hari Selasa (3/3/2026) menjadi hari apes yang dialami oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq. Pasalnya mantan penyanyi ini terjaring OTT KPK. Fadia diduga
KPK Telusuri Aset Milik Fadia Arafiq yang Dibeli dari Hasil Korupsi di Pemkab Pekalongan

KPK Telusuri Aset Milik Fadia Arafiq yang Dibeli dari Hasil Korupsi di Pemkab Pekalongan

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telusuri sejumlah aset yang dimiliki oleh Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, usai ditetapkan tersangka kasus dugaan korupsi
DPR Soroti ‘Angkutan Umum Zombie’ saat Mudik Lebaran, Minta Pemerintah Tindak Tegas

DPR Soroti ‘Angkutan Umum Zombie’ saat Mudik Lebaran, Minta Pemerintah Tindak Tegas

Wakil Ketua Komisi V DPR RI Saiful Huda menyoroti terkait maraknya angkutan umum ilegal atau angkutan umum zombie saat mudik Lebaran 2026. Huda mengungkapkan
Periode Mudik Bareng Hari Nyepi, Pemerintah Bakal Tutup Sejumlah Pelabuhan

Periode Mudik Bareng Hari Nyepi, Pemerintah Bakal Tutup Sejumlah Pelabuhan

Pemerintah akan melakukan penyesuaian terkait skema lalu lintas mudik Lebaran yang berbarengan pada Hari Raya Nyepi 2026. Direktur Jenderal Perhubungan Darat
Usai Bupati Pekalongan Ditetapkan Tersangka, KPK Akui Dapat Dukungan hingga Karangan Bunga Dari Masyarakat

Usai Bupati Pekalongan Ditetapkan Tersangka, KPK Akui Dapat Dukungan hingga Karangan Bunga Dari Masyarakat

Komisi Pemberantasan Korupsi mengaku mendapatkan banyak dukungan khususnya dari masyarakat Pekalongan usai menangkap dan menetapkan Fadia Arafiq sebagai

Trending

Strategi Benyamin Davnie Bangun SDM Tangsel: Beasiswa hingga Berobat Gratis

Strategi Benyamin Davnie Bangun SDM Tangsel: Beasiswa hingga Berobat Gratis

Pemerintah Kota Pemkot Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) terus menegaskan komitmennya mewujudkan kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan melalui penguatan sektor pendidikan dan kesehatan.
Imbas Petasan dan Ujaran Kebencian di Laga Vs Persib, Persebaya Resmi Tutup Tribun Penonton 

Imbas Petasan dan Ujaran Kebencian di Laga Vs Persib, Persebaya Resmi Tutup Tribun Penonton 

Persebaya Surabaya mengumumkan penutupan Tribun Utara Gelora Bung Tomo sampai akhir musim 2025-2026 melalui akun sosial media klub, Kamis (5/3/2026). 
Detik-detik Warga Jarah Uang dari Pesawat Hercules Bawa Duit Rp1 Triliun Jatuh di Bolivia

Detik-detik Warga Jarah Uang dari Pesawat Hercules Bawa Duit Rp1 Triliun Jatuh di Bolivia

mencuat kabar detik-detik warga jarah uang dari pesawat angkut Hercules C-130 yang bawa duit Rp1 triliun yang jatuh  di Bandara Internasional El Alto, Bolivia
Jadwal Lengkap Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Langsung Main, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Electric PLN Usai Lebaran

Jadwal Lengkap Final Four Proliga 2026: Megawati Hangestri Cs Langsung Main, Jakarta Pertamina Enduro Hadapi Electric PLN Usai Lebaran

Jadwal lengkap final four Proliga 2026, di mana Megawati Hangestri dan kawan-kawan akan unjuk gigi setelah lebaran di laga yang berlangsung di tiga kota berbeda.
Terpopuler: AFC Resmi Umumkan Hasil Sidang Komdis, Skenario Gila Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 hingga John Herdman Full Senyum

Terpopuler: AFC Resmi Umumkan Hasil Sidang Komdis, Skenario Gila Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026 hingga John Herdman Full Senyum

Tiga berita sepak bola paling populer di tvOnenews.com: hasil sidang AFC soal Persib sudah keluar? skenario Timnas Indonesia ke Piala Dunia 2026, hingga kabar gembira untuk John Herdman.
Update Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman di FIFA Series 2026: 6 Nama Hampir Dipastikan, Satu Bintang Berpotensi Menyusul

Update Pemain Timnas Indonesia yang Dicoret John Herdman di FIFA Series 2026: 6 Nama Hampir Dipastikan, Satu Bintang Berpotensi Menyusul

Timnas Indonesia terancam kehilangan banyak pemain jelang FIFA Series 2026. Enam pemain sudah absen karena sanksi dan cedera, Mauro Zijlstra juga berpotensi menyusul.
PBVSI Rencana Datangkan 4 Pemain Naturalisasi dari Brasil untuk Timnas Voli Indonesia, Siapa Saja?

PBVSI Rencana Datangkan 4 Pemain Naturalisasi dari Brasil untuk Timnas Voli Indonesia, Siapa Saja?

Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PBVSI) mengungkapkan rencana naturalisasi empat pemain dari Brasil untuk memperkuat Timnas Voli Indonesia di masa depan.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT