News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pemulung di Gowa Tiba-tiba Lumpuh, Hendak Berobat Tapi Tidak Punya Biaya

Seorang pemulung di Kabupaten Gowa mengalami pembengkakan di kedua kaki dan tangan hingga lumpuh, ingin berobat ke rumah sakit tapi tidak memiliki biaya.
Kamis, 14 September 2023 - 14:41 WIB
Dg Nia dan suaminya saat ditemui UPZ Pemprov Sulsel di kediamannya.
Sumber :
  • idris tajannang

Gowa, tvOnenews.com - Dg Nia (60) seorang pemulung warga Jl. Samsudding Tunru, Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Sombaopu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, sudah seminggu tidak bisa jalan namun tidak bisa ke rumah sakit karena keterbatasan biaya.

"Awalnya panas ji kurasa, setelah itu mulai membengkak kedua kaki dan tangan saya," jelas Dg Nia, Saat di temui di rumahnya yang berada tanggul dekat di bantaran sungai Jeneberang. Rabu (13/9/2023).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibat pembengkakan dikedua kakinya itu, Nia mengaku sudah tidak bisa lagi menggerakkan kedua kakinya.

 "Tidak bisami saya gerakkan kakiku, sepertinya sudah lumpuh. Kalau kedua tangan saya masih bisa saya gerakkan," ungkapnya.

Dijelaskannya, pembengkakan dikedua kaki dan tangannya itu baru dialaminya sekitar satu Minggu lalu.

"Pembengkakan dikedua kaki dan tangan saya, baru seminggu ini. Saya tidak bisa berjalan, hanya duduk saja di rumah. Kalaupun mau bergerak, saya dibantu sama suami," terangnya.

Ia juga tidak mengetahui penyakit apa yang menimpa dirinya, sehingga tiba-tiba kedua kaki dan tangannya membengkak.

"Saya tidak tau ini penyakit apa, karena tiba-tiba ji saya begini," curhatnya.

Nia bercerita jika ia sangat ingin berobat kerumah sakit, namun apalah daya, ia tidak memiliki biaya untuk bertobat.

"Mau sekalika berobat ke ruma sakit, supaya bisaka sembuh dan kembali bisa berjalan."Harapnya.

Nia membeberkan jika ia dan suaminya bernama Daeng Pudding bekerja sebagai pemulung.

"Sudah 10 tahun saya dan suami bekerja sebagai pemulung."Sebutnya.

Untuk bisa makan, kata Nia, ia harus menjual kaleng atau gelas plastik, agar membeli beras satu liter.

"Perhari biasa dapat 50 ribu kalau banyak kaleng atau gelas plastik yang kami dapatkan, tapi kadang 30 atau 20 ribu perhari," sebutnya.

"Pernah juga tidak dapat uang karena hasil mulung belum cukup untuk di jual," sambungnya.

Nia yang kesehariannya menjadi pemulung juga mengungkap jika selama 10 tahun tinggal di tanggul bantaran sungai Jeneberang, ia tidak pernah merasakan yang namanya bantuan pemerintah.

"Tidak pernahka rasakan yang namanya bantua pemerintah," tutupnya.

Sementara itu, ketua RT 02 / RW 02 Kelurahan Sungguminasa, Kecamatan Sombaopu Kabupaten Gowa, Irwan Astur (59) mengatakan jika Dg Nia hidup dibawah garis kemiskinan.

"Kondisinya memang sangat memprihatikan, mau berobat tidak punya biaya," kata Irwan, Ketua RT 02 Kelurahan Sungguminasa.

Karena prihatin, ia kemudian berinisiatif menjalankan donasi ke tetangga dan warga sekitar untuk membantu daeng Nia agar bisa berobat.

"Alhamdulillah, sudah ada uang yang saya pegang hasil donasi dari warga dan tentang. Semoga bisa membantu pengobatan Dg Nia."Harapnya.

Terkait bantuan pemerintah, Ketua RT 02 Kelurahan Sungguminasa mengaku jika Dg. Nia tidak tercatat sebagai warga Kabupaten Gowa meskipun sudah 10 tahun tinggal di Kabupaten Gowa. 

"Dg Nia ini asalnya dari Kabupaten Jeneponto, namun ia berdomisili di Jembatan merah, Kecamatan Tamalate, Makassar. Setelah pindah ke Gowa, Dg Nia tidak mengurus perpindahan. Makanya tidak tercatat sebagai warga Kabupaten Gowa," terangnya.

Selain menyerahkan bantuan uang, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Pemprov Sulsel Akan membantu pengobatan Dg. Nia di rumah sakit

UPZ Pemprov Sulsel menyambangi rumah Dg. Nia yang rumahnya hanya berukuran 3X6 meter, beralaskan tanah dilapisi baliho.

Selain menyerahkan bantuan uang, UPZ Pemprov Sulsel juga menawarkan ke Dg Nia bantuan untuk pengobatan gratis.

"Kami menawarkan ke Dg Nia untuk dibawa ke rumah sakit agar bisa berobat. Karena kalau kita melihat kondisinya, pembengkakan dikedua kaki dan tangannya itu sudah tidak wajar. Biarkan nanti rumah sakit yang menangani penyakitnya," jelas Andi Aryani, Kordinator UPZ Pemprov Sulsel.

Andi Aryani meminta agar pihak keluarga menerima bantuan itu, agar Dg Nia bisa segera dibawa ke ruma sakit untuk berobat.

"Kami menawarkan bantuan agar Dg Nia bisa dibawa ke rumah sakit untuk berobat."harapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tawaran ini kemudian disambut baik oleh suami Dg Nia. Daeng Pudding mengaku sangat senang jika istrinya bisa dirawat di rumah sakit dengan harapan bisa sembuh.

"Alhamdulillah, kalau memang bisa di rawat di rumah sakit, kami sangat senang. Karena kalau kami yang bawa, kendalanya ada di biaya sama kelengkapan administrasi," sebutnya. (Itg/frd)    

Komentar

Berita Terkait

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Curi Satu Poin dari Gresik Phonska Plus, Yolla Yuliana Tetap Bangga dengan Performa Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026

Curi Satu Poin dari Gresik Phonska Plus, Yolla Yuliana Tetap Bangga dengan Performa Jakarta Livin Mandiri di Proliga 2026

Yolla Yuliana mengaku tidak terlalu kecewa dengan kekalahan Jakarta Livin Mandiri dari Gresik Phonska Plus pada laga terakhirnya di putaran pertama Proliga 2026
Tambang Emas Martabe Beralih ke Perminas, Danantara Siapkan Langkah Besar

Tambang Emas Martabe Beralih ke Perminas, Danantara Siapkan Langkah Besar

Pemerintah mulai membuka arah pengelolaan sumber daya strategis nasional menyusul pencabutan izin 28 perusahaan pascabencana di Sumatera.
Usut Dugaan Praktik Kecurangan Gagal Bayar PT DSI, Dittipideksus Bareskrim Polri Periksa 46 Saksi

Usut Dugaan Praktik Kecurangan Gagal Bayar PT DSI, Dittipideksus Bareskrim Polri Periksa 46 Saksi

Tim penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri memeriksa sejumlah saksi untuk mengusut kasus dugaan praktik kecurangan kasus gagal bayar PT Dana Syariah Indonesia (DSI). Sebelumnya sebanyak 28 saksi telah dilakukan pemeriksaan, kini bertambah menjadi 46 saksi.
Valentino Rossi Jajal Sirkuit Mandalika, Legenda MotoGP Akui Terpukau dengan Trek Kebanggaan Indonesia

Valentino Rossi Jajal Sirkuit Mandalika, Legenda MotoGP Akui Terpukau dengan Trek Kebanggaan Indonesia

Legenda MotoGP Valentino Rossi menjajal Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dalam rangkaian kegiatan Pertamina Enduro VR46 Riders Academy yang berlangsung pada 29 Januari 2026.
Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Inter Milan mulai menatap masa depan lini tengah mereka dengan lebih serius, dan nama Aleksandar Stankovic kembali mengemuka dalam perencanaan klub.
Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, membeberkan kunci kebangkitan skuad Garuda saat menghadapi Kirgistan pada laga kedua Grup A Piala Asia Futsal 2026.

Trending

Valentino Rossi Jajal Sirkuit Mandalika, Legenda MotoGP Akui Terpukau dengan Trek Kebanggaan Indonesia

Valentino Rossi Jajal Sirkuit Mandalika, Legenda MotoGP Akui Terpukau dengan Trek Kebanggaan Indonesia

Legenda MotoGP Valentino Rossi menjajal Sirkuit Pertamina Mandalika, Nusa Tenggara Barat, dalam rangkaian kegiatan Pertamina Enduro VR46 Riders Academy yang berlangsung pada 29 Januari 2026.
BI Tegaskan Rupiah Perlahan Stabil dan Inflasi Rendah

BI Tegaskan Rupiah Perlahan Stabil dan Inflasi Rendah

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menegaskan ruang penurunan suku bunga acuan atau BI 7 Days Reverse Repo Rate masih terbuka lebar seiring inflasi yang tetap terjaga dan nilai tukar rupiah yang mulai menunjukkan penguatan.
Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Moncer di Klub Belgia, Inter Milan Bakal Bawa Pulang Putra Legenda Nerazzurri sebagai Penerus Mkhitaryan Musim Depan

Inter Milan mulai menatap masa depan lini tengah mereka dengan lebih serius, dan nama Aleksandar Stankovic kembali mengemuka dalam perencanaan klub.
Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Sempat Dibuat Kesulitan Kirgistan, Hector Souto Bongkar Kunci Kebangkitan Timnas Futsal Indonesia

Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, membeberkan kunci kebangkitan skuad Garuda saat menghadapi Kirgistan pada laga kedua Grup A Piala Asia Futsal 2026.
Pertahanan Real Madrid Dibobol Kiper Benfica, Negara Paling Bontot di Ranking FIFA San Marino Kasih Sindiran: Level Kita Mirip

Pertahanan Real Madrid Dibobol Kiper Benfica, Negara Paling Bontot di Ranking FIFA San Marino Kasih Sindiran: Level Kita Mirip

Negara paling bawah di ranking FIFA yaitu San Marino kembali meledek Real Madrid yang harus kebobolan oleh kiper Benfica Anatoliy Trubin di Liga Champions.
Meski Menang di Kandang Dortmund, Inter Milan Justru Harus Telan Kenyataan Pahit

Meski Menang di Kandang Dortmund, Inter Milan Justru Harus Telan Kenyataan Pahit

Inter Milan meraih kemenangan impresif 2-0 di markas Borussia Dortmund pada laga terakhir fase liga Liga Champions 2025/2026.
Usai Viral Dicopot, Chiki Fawzi Kini Diminta Kembali Jadi Petugas Haji 2026

Usai Viral Dicopot, Chiki Fawzi Kini Diminta Kembali Jadi Petugas Haji 2026

Pergantian keputusan yang berlangsung cepat itu membuat Chiki Fawzi mengaku sempat kebingungan
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT