News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Diduga Depresi, Seorang Ibu Bacok Kepala Anaknya Berkali-Kali Hingga Tewas

Sebuah persitiwa memilukan terjadi di Sampit Kalimantan Tengah, diduga karena depresi seorang ibu tega membacok kepala anaknya berkali-kali hingga tewas
Kamis, 8 Juni 2023 - 18:48 WIB
Warga memadati lokasi kejadian diduga depresi ibu tega bacok kepala anaknya hingga tewas
Sumber :
  • didi syahwani

Kotawaringin Timur, tvOnenews.com - Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Seorang ibu yang diduga mengalami depresi, secara sadis membunuh anaknya dengan cara membacok kepala anaknya yang masih berusia 4 tahun dengan sebilah parang.

Tidak hanya sekali, pelaku bernama Murni (33), warga Jl. Sudirman KM 3,5 Sampit, membacok anaknya hingga berkali-kali, sehingga anaknya mengalami pendaharan hebat akibat luka bancok dikepalanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kalau melihatnya ngeri sekali, luka bacoknya banyak betul dikepala anaknya. Saya tadi sampai gak tega melihatnya," ucap saksi benama Maya, yang masih terhitung sebagai kerabat korban.

Awalnya ia dan tetangga pelaku tidak menyadari kalau anak pelaku itu jadi korban kebiadaban ibu kandungnya, mereka mengira kalau pelaku dan korban habis mengalami kecelakaan, sebab pelaku menggendong anaknya yang berlumuran darah duduk ditengah jalan.

Setelah ia dekati, dengan maksud hendak menolong, ternyata kepala korban penuh luka bacok, dan tidak jauh dari situ warga juga ada menemukan sebilah parang berlumuran darah, yang kemungkinan dipakai pelaku untuk menghabisi nyawa anaknya tersebut.

"Kami akhirnya menjauh dari pelaku, karena takut, dan kemudian langsung lapor ke polisi. Korban dibunuh pelaku di dalam rumahnya," kata Maya lagi.

Pada saat kejadian, kebetulan suami pelaku sedang tidak ada dirumah, karena maaih kerja. Suami pelaku kerjanya adalah seorang tukang bangunan.

Diceritakannya, selama ini pelaku tinggal disebuah warung tempatnya berjualan minuman segar bersama anak dan suaminya. Ada kemungkinan pelaku mengalami stress akibat usahanya yang dulu ramai, kini sepi pembeli.

Namun dugaan jika pelaku mengalami depresi ini dibantah oleh nenek pelaku bernama Herawati. Menurut nenek pelaku, selama ini tingkah lakunya baik-baik saja dan tidak ada menunjukan tanda-tanda orang depresi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya siang tadi baru datang dari Lempuyang (sebuah desa di kecamatan Teluk Sampit), kami juga makan bersama, tidak ada yang aneh dari sikap cucu saya itu," ungkap Herawati.

Sementara, kasus ini sudah ditangani aparat Polres Kotim. Korban juga sudah dibawa ke RDUD Dr. Murdjani Sampit, untuk dilakukan otopsi, sedangkan pelaku sudah dibawa ke Polres Kotim untuk dilakukan pemeriksaan.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Buntut Aduan Warga Dibalas Foto AI, Pramono Kasih Peringatan Keras ke PPSU: Enggak Ada Kompromi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung meminta seluruh aduan warga melalui aplikasi JAKI harus ditanggapi serius dan tidak dimanipulasi dengan foto Artificial Intelligence (AI).
Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Cuaca Ekstrem Picu Risiko Kesehatan, Ini Tips Memilih AC yang Aman, Hemat, dan Sehat

Namun, tidak semua AC mampu memberikan dampak positif bagi kesehatan. Pemilihan yang kurang tepat justru bisa memperburuk kondisi, seperti udara terlalu kering atau sirkulas

Trending

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT